Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 per lembar menjadi Rp1 per lembar, mulai Senin, 28 September 2026. Perubahan ini akan berlaku melalui mekanisme perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai. Dengan penurunan ini, pasar akan memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran, ketimbang terjebak pada batas bawah yang relatif tinggi sebelumnya.
Menjelang aturan berlaku, penyisiran harga pada Rabu (23 September 2026) pukul 14.00 WIB menemukan 49 saham tercatat dengan harga yang ditampilkan tepat di level Rp50. Harga dalam tabel merupakan snapshot; pembaca perlu memeriksa lagi kuotasi terbaru sebelum mengambil keputusan transaksi.
Dampak pada Pasar dan Emiten
đ Baca Juga
- Pasca-Bencana MSCI: BEI Gencarkan Reformasi Transparansi, IHSG dan Rupiah Tetap di Ambang Krisis
- IHSG Anjlok 40% YTD, MSCI Siapkan Downgrade ke Standalone Market â Pasar Saham Indonesia di Bawah Tekanan Berat
- IHSG Dibanting MSCI: Proyeksi 4.989â7.082 hingga Akhir 2026 & Strategi Rotasi Portofolio
Sejak lama, Rp50 menjadi batas bawah harga saham di pasar reguler dan pasar tunai. Ketika batas tersebut berubah menjadi Rp1, para pelaku pasar akan mendapatkan fleksibilitas yang signifikan. Para pelaku pasar kini dapat memajukan analisis teknikal dan dasar dengan resolusi yang jauh lebih halus, karena perubahan harga tidak lagi terbatas pada kelipatan Rp50.
Berikut adalah sebagian dari 49 saham yang teridentifikasi berada di level Rp50 per lembar:
| No | Emiten | Ticker | Harga (Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | PT Adhi Commuter Properti Tbk | ADCP | 50 |
| 2 | PT Armidian Karyatama Tbk | ARMY | 50 |
| 3 | PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk | ATLA | 50 |
| 4 | PT Bank MNC Internasional Tbk | BABP | 50 |
| 5 | PT Bank KB Indonesia Tbk | BBKP | 50 |
| 6 | MNC Kapital Indonesia Tbk | BCAP | 50 |
| 7 | PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk | BOSS | 50 |
| 8 | PT Wulandari Bangun Laksana Tbk | BSBK | 50 |
| 9 | Bakrie Telecom Tbk | BTEL | 50 |
| 10 | PT Cahaya Bintang Medan Tbk | CBMF | 50 |
| 11 | Cowell Development Tbk | COWL | 50 |
| 12 | PT Capri Nusa Satu Properti Tbk | CPRI | 50 |
| 13 | Central Proteina Prima Tbk | CPRO | 50 |
| 14 | PT Diamond Citra Propertindo Tbk | DADA | 50 |
| 15 | PT Envy Technologies Indonesia Tbk | ENVY | 50 |
| 16 | PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk | EPAC | 50 |
| 17 | PT Golden Plantation Tbk | GOLL | 50 |
| 18 | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk | GOTO | 50 |
| 19 | PT Hensel Davest Indonesia Tbk | HDIT | 50 |
| 20 | PT HK Metals Utama Tbk | HKMU | 50 |
| 21 | Hotel Mandarine Regency Tbk | HOME | 50 |
| 22 | Saraswati Griya Lestari Tbk | HOTL | 50 |
| 23 | Inti Agri Resources Tbk | IIKP | 50 |
| 24 | PT Indo Komoditi Korpora Tbk | INCF | 50 |
| 25 | Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk | KBRI | 50 |
Catatan: Tabel ini merupakan snapshot pada 23 September 2026 pukul 14.00 WIB. Harga dapat berubah seiring perdagangan.
Pertimbangan untuk Investor
Perubahan aturan bukan berarti seluruh saham dalam daftar akan langsung turun di bawah Rp50. Sebagian dapat tetap bertahan di gocap, sementara saham lain dapat bergerak setelah muncul transaksi. Harga yang rendah juga tidak otomatis berarti valuasi emitennya murah. Investor perlu memperhatikan status perdagangan masing-masing saham.
Beberapa emiten dalam tabel sedang disuspensi, sehingga harga Rp50 yang tercantum merupakan harga terakhir yang ditampilkan dan belum tentu dapat ditransaksikan. Sebelum memasang order, periksa kembali harga terbaru, status suspensi, dan pengumuman resmi BEI untuk ticker yang dituju.
Konteks Pasar IHSG
Pada minggu-minggu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditransaksikan di kisaran 6.242–6.385 poin, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi. Tekanan datang dari beberapa faktor, antara lain penguatan yield sekuritas AS yang mendorong flight-to-quality asing, serta ketegangan valuta asing–khususnya rupiah–yang masih sensitif terhadap kebijakan suku bunga.
Dengan BI Rate yang masih di kisaran 5,75%, pasar menantikan arah kebijakan moneter selanjutnya. Jika suku bunga tetap tinggi, tekanan ke pasar modal akan terus ada, sehingga volatilitas saham-saham mikro yang baru saja dibebaskan dari batas minimum Rp50 dapat semakin membesar.
Dampak Jangka Panjang bagi Pasar Mikro
Penurunan batas minimum dari Rp50 ke Rp1 diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar sekunder, terutama untuk saham-saham berkapitalisasi kecil yang selama ini "terjebak" di harga gocap. Dengan resolusi harga yang lebih halus, algoritma trading dan pasar sekunder dapat lebih responsif terhadap peristiwa mikro yang memengaruhi nilai emiten.
Sehingga, meskipun sebagian saham mungkin belum memiliki fundamentah yang mendukung reboning, dengan likuiditas yang meningkat, emiten-emiten tersebut dapat lebih mudah didanai kembali atau diakuisisi oleh pihak luar.
