Harga emas dunia turun 0,56% ke US$ 4.134 per ons pada Rabu (8/7/2026). Pelemahan ini menekan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang turun 1,75% ke Rp 5.600.
Pergerakan Saham EMAS Hari Ini
đ Baca Juga
- Harga Emas Antam Cetak Rekor Rp2,75 Juta/Gram, Emas Dunia Jaga Zona US$4.107
- TINS Cetak Laba Rp2,71 Triliun di Semester I-2026, Melonjak 805% â Harga Timah Cetak Rekor Jadi Katalis Utama
- Harga Emas Antam Turun Rp4.000 ke Rp2.610.000, Prabowo Ungkap Bank Emas RI Kelola 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar
Saham EMAS dibuka di Rp 5.600, sempat menyentuh level terendah Rp 5.550 dan tertinggi Rp 5.675. Volume perdagangan hanya 3,7 juta lembar, jauh di bawah rata-rata 3 bulan sebesar 22,3 juta. Ini menunjukkan minat beli yang rendah.
Secara teknikal, RSI(14) berada di 25,4 yang mengindikasikan kondisi oversold. Harga sudah berada di bawah SMA 20 hari (Rp 6.464) dan SMA 50 hari (Rp 7.327). Support terdekat ada di Rp 5.400, sementara resistance di Rp 5.600.
Faktor Pendorong Pelemahan
Tekanan pada emas global datang dari kenaikan yield US Treasury 10 tahun yang naik 1,12% ke 4,53%. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat aset berbasis emas kurang menarik. IHSG juga turun 0,98% ke 5.928, menambah sentimen negatif di pasar saham.
Dari sisi fundamental, EMAS masih mencatatkan rugi bersih per saham (EPS TTM) sebesar Rp -35,9. Margin operasi minus 273,8% dan arus kas bebas negatif Rp 220,4 juta. Perusahaan baru memproduksi 1.818 ounces emas di kuartal I 2026.
Dampak ke Investor Ritel
Investor ritel yang memegang saham EMAS harus waspada. Harga sudah turun 20,6% dalam sebulan terakhir. Valuasi sangat mahal dengan PER 408.759x dan PBV 224.000x. Tidak ada dividen yang dibagikan (dividend yield 0%).
Jika harga tembus support Rp 5.400, potensi turun ke Rp 5.288 atau bahkan Rp 5.000. Sebaliknya, jika berhasil naik di atas Rp 5.600, resistance berikutnya di Rp 5.925.
Outlook dan Strategi
Dalam jangka pendek, harga emas dunia masih tertekan oleh ekspektasi suku bunga tinggi. Rata-rata 50 hari emas di US$ 4.394 dan rata-rata 200 hari di US$ 4.475 menunjukkan tren menurun. Investor disarankan wait and see sampai ada katalis positif seperti penurunan yield obligasi atau produksi emas yang lebih tinggi.
Bagi yang ingin trading, level support Rp 5.400 bisa menjadi area entry jika harga bertahan. Namun, risiko masih tinggi mengingat volume rendah dan fundamental yang lemah.
