Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Komoditas positif ⏱ 4 menit

Harga Emas Melonjak ke US$4.248, Rekor Kenaikan Harian Terbesar Sejak Februari: Antam Naik Rp50.000 ke Rp2.679.000

Harga Emas Melonjak ke US$4.248, Rekor Kenaikan Harian Terbesar Sejak Februari: Antam Naik Rp50.000 ke Rp2.679.000
Wikimedia Commons / Gold Bullion Bars

Harga emas dunia melonjak lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis (6/8/2026), mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari. Emas spot diperdagangkan di kisaran US$4.250 per troy ounce dan ditutup sekitar US$4.248,45 per troy ounce di New York. Di dalam negeri, harga emas batangan Antam ikut meroket Rp50.000 menjadi Rp2.679.000 per gram, dengan harga buyback naik Rp90.000 ke Rp2.490.000 per gram. Lonjakan ini didorong harapan pembukaan kembali Selat Hormuz, pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta faktor teknikal yang memicu aksi beli.

Harga emas kembali menjadi primadona. Pada perdagangan Kamis (6/8/2026), harga emas dunia melonjak tajam dan mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari. Emas spot diperdagangkan naik lebih dari 4 persen ke kisaran US$4.250 per troy ounce, dan ditutup sekitar US$4.248,45 per troy ounce pada perdagangan terakhir di New York. Harga perak juga ikut menguat lebih dari 4 persen di sesi yang sama.

Reli ini sekaligus melanjutkan tren penguatan emas untuk hari keempat berturut-turut, membawa harga logam mulia ke level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Di dalam negeri, kenaikan harga global langsung terpantul pada harga emas batangan Antam yang dikutip dari laman Logam Mulia. Pagi ini (6/8) pukul 09.06 WIB, harga emas Antam meroket Rp50.000 menjadi Rp2.679.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.629.000 per gram pada Rabu (5/8). Harga beli kembali (buyback) bahkan melonjak Rp90.000 menjadi Rp2.490.000 per gram.

Empat Katalis Utama Penggerak Harga Emas

📎 Baca Juga

Melonjaknya harga emas hari ini didorong kombinasi sentimen geopolitik, moneter, dan teknikal. Berikut empat katalis utamanya.

Pertama, harapan pembukaan kembali Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Prospek ini membuat pasar memperkirakan tekanan ekonomi global berkurang dan memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter AS.

Kedua, pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS turut melemah, membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Imbasnya, permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat.

Ketiga, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berkurang. Pasar kini memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga satu kali hingga akhir 2026, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali. Prospek kebijakan moneter yang tidak terlalu agresif menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield).

Keempat, faktor teknikal. Setelah menembus level resistance penting, harga emas memicu gelombang aksi beli baru dari investor. Kepala Strategi Logam MKS PAMP, Nicky Shiels, menilai penembusan level tersebut mempercepat kenaikan harga emas dan emas masih berpotensi menguat menjelang rapat kebijakan The Fed September mendatang, terutama jika dolar AS tetap lemah atau kekhawatiran inflasi masih tinggi.

Antam di Indonesia: Buyback dan Harga Pegadaian Ikut Naik

Di pasar domestik, efek kenaikan harga global langsung terasa. Harga emas Antam ukuran 0,5 gram tercatat Rp1.389.500, sementara ukuran 2 gram menjadi Rp5.298.000, 5 gram Rp13.170.000, dan 10 gram Rp26.285.000. Harga buyback yang naik Rp90.000 ke Rp2.490.000 per gram juga memangkas jarak dengan rekor all-time high (ATH). Perlu dicatat, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

Pegadaian pun ikut menyesuaikan harga pada pembaruan siang hari. Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram naik Rp70.000 menjadi Rp2.658.000, emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian naik Rp52.000 menjadi Rp2.787.000, dan emas UBS ukuran 1 gram naik Rp71.000 menjadi Rp2.716.000.

Masih Di Bawah Puncak Sebelum Perang Iran

Meski melonjak tajam, harga emas sebenarnya masih berada di bawah level sebelum konflik Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Sejak konflik tersebut, harga emas sempat terkoreksi hampir 20 persen karena lonjakan harga energi menekan inflasi dan membuat pasar memperkirakan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Lisa Cook kembali menegaskan bahwa bank sentral siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan menuju target 2 persen. Pasar akan terus mencermati rapat kebijakan The Fed pada September, yang menjadi penentu arah pergerakan harga emas dan logam mulia lainnya ke depan. Dengan fundamental pelemahan dolar yang masih berlanjut dan prospek kebijakan moneter yang tidak terlalu agresif, emas dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan reli meski volatilitas tetap tinggi.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa harga emas dunia pada 6 Agustus 2026?

Harga emas spot naik lebih dari 4 persen ke kisaran US$4.250 per troy ounce dan ditutup sekitar US$4.248,45 per troy ounce di New York, mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari 2026.

Berapa harga emas Antam pada 6 Agustus 2026?

Harga emas batangan Antam meroket Rp50.000 menjadi Rp2.679.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.629.000 per gram. Harga buyback naik Rp90.000 menjadi Rp2.490.000 per gram.

Apa penyebab harga emas naik tajam?

Ada empat katalis: harapan pembukaan kembali Selat Hormuz, pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta faktor teknikal setelah harga menembus level resistance penting.

Apakah harga emas sudah berada di level tertingginya?

Belum. Harga emas Antam masih sekitar 21 persen di bawah rekor tertinggi Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026, dan harga emas dunia masih di bawah puncak sebelum konflik Iran dimulai akhir Februari 2026.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Bisnis.com - 4 Penyebab Harga Emas Naik Rp50.000 Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026, ANTARA News - Harga emas Antam pada Kamis (6/8/2026) meroket Rp50.000 ke Rp2,679 juta/gr, Kompas.com - Harga Emas Hari Ini 6 Agustus 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS, Kontan - Grafik Harga Emas Antam Batangan (6 Agustus 2026), Investor.id - Harga Emas Antam 5 Agustus 2026, Bisnis.com - Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 4 Persen