Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Komoditas mixed ⏱ 6 menit

Harga Minyak Dunia Merosot ke Bawah US$80 usai Kesepakatan Selat Hormuz, Saham Energi DSSA-CUAN Justru Melawan Arus IHSG

Harga Minyak Dunia Merosot ke Bawah US$80 usai Kesepakatan Selat Hormuz, Saham Energi DSSA-CUAN Justru Melawan Arus IHSG
Wikimedia Commons / Pumpjack, Glenn Pool oil field

Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan bertahan di bawah level psikologis US$80 per barel. Pelemahan ini dipicu kabar kemajuan negosiasi dan potensi kesepakatan Iran-Oman soal tata kelola lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Menariknya, di tengah IHSG yang ditutup melemah 0,12% ke 6.343,71, saham-saham sektor energi seperti DSSA, CUAN dan PTRO justru menguat melawan arus, sementara harga BBM non-subsidi resmi turun mulai hari yang sama.

Minyak mentah dunia kembali berada di bawah tekanan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Harga acuan internasional bertahan di bawah level psikologis US$80 per barel setelah muncul kabar bahwa Iran dan Oman mencapai kemajuan dalam merancang kesepakatan pengaturan rute pelayaran di Selat Hormuz — jalur air paling strategis bagi pasokan minyak global.

Berdasarkan pantauan pasar pada pagi hari, harga minyak mentah jenis Brent bergerak di kisaran US$79,08 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi sekitar 0,7% ke level US$74,69 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah laporan media global seperti Bloomberg menulis bahwa minyak mempertahankan penurunan tiga hari beruntun (three-day drop) setelah Iran mengumumkan kesepakatan dengan Oman terkait usulan jalur pengiriman kapal melalui Selat Hormuz.

Kabar tersebut meredam kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan yang sebelumnya sempat melambungkan harga minyak. Pada puncak ketegangan, krisis di Selat Hormuz tercatat sempat mengerek harga minyak dunia hingga menembus US$100 per barel sebelum akhirnya melandai seiring meredanya konflik Timur Tengah dan membaiknya negosiasi diplomasi.

Dinamika Harga Minyak: Anjlok Lebih dari 5%, Lalu Bertahan di Bawah US$80

📎 Baca Juga

Perjalanan harga minyak pada awal pekan ini cukup volatil. Pada perdagangan sebelumnya, Brent dan WTI kompak tercatat turun lebih dari 5% hingga menembus ke bawah level US$80 per barel — penurunan yang dipicu harapan membaiknya situasi geopolitik. Namun menjelang Kamis pagi, minyak sempat bergerak naik tipis dan menembus lagi ke area US$80 seiring kekhawatiran pasar terhadap keseimbangan pasokan, sebelum akhirnya kembali turun setelah kabar kesepakatan Selat Hormuz kembali beredar.

Turnbull lain datang dari data fundamental. Menurut keterangan yang dirangkum dari Investing.com, harga minyak turun tidak hanya didorong kabar kesepakatan Hormuz tetapi juga oleh kenaikan stok minyak mentah AS yang menambah tekanan di sisi pasokan. Sementara itu, berita dari Antara menyebut pasokan minyak mentah dari negara-negara anggota OPEC juga tercatat meningkat, semakin membebani pergerakan harga.

Penurunan harga minyak ini menjadi angin segar bagi perekonomian domestik. Bank Indonesia dan pelaku pasar mencatat penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.911 hingga Rp17.923 per dolar AS pada Kamis, didukung oleh turunnya harga minyak dan data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang tumbuh positif 5,29% secara tahunan.

Saham Energi Melawan Arus: DSSA, CUAN, dan PTRO Menguat

Fenomena menarik terjadi di bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Di tengah IHSG yang ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71, saham-saham berkapitalisasi besar di sektor energi justru mencatatkan penguatan dan menjadi penopang utama bursa.

Merujuk data perdagangan, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan CUAN terpantau menguat dan melawan tren penurunan mayoritas indeks sektoral pada penutupan sesi. Sektor energi menjadi salah satu dari sedikit sektor yang bertahan di zona hijau saat indeks-indeks lainnya terkoreksi. Analis melihat daya tarik emiten energi tetap terjaga lewat diversifikasi bisnis dan posisi kas yang solid, meski harga komoditas minyak dan batu bara berada di bawah tekanan.

Salah satu contohnya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Meski dibayangi koreksi di sektor energi akibat turunnya harga minyak, prospek MEDC dinilai masih menarik berkat strategi diversifikasi bisnis yang dilakukan perseroan. Rekomendasi analis pada pekan ini pun masih menyertakan sejumlah saham energi dan tambang seperti BRMS, TINS, TPIA, PTRO, hingga CUAN.

Harga BBM Resmi Turun: Pertamax dan Pertamax Turbo Terkoreksi

Penurunan harga minyak dunia langsung berdampak ke harga bahan bakar di dalam negeri. Efektif Kamis, 6 Agustus 2026, PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM). Harga Pertamax diturunkan menjadi Rp15.950 per liter, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 juga ikut turun. Adapun Pertalite dan Biosolar tercatat tetap atau tidak berubah.

Penurunan harga BBM ini menjadi sentimen positif bagi daya beli masyarakat dan biaya logistik dunia usaha, meski dampaknya terhadap inflasi perlu dicermati mengingat pemerintah juga tengah menjaga stabilitas harga pangan.

Prospek Harga Minyak dan Dampaknya ke Pasar Modal

Ke depan, arah pergerakan harga minyak akan sangat ditentukan oleh kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz. Pasar menanti kesepakatan formal antara Iran dan Oman soal rute pelayaran, serta perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran yang disebut melibatkan mediator Qatar. Jika kesepakatan tercapai, pasokan minyak global berpotensi kembali normal dan harga bisa bertahan lebih rendah — menguntungkan bagi negara importir minyak seperti Indonesia melalui perbaikan neraca dagang dan tekanan inflasi.

Bagi investor saham, kombinasi penurunan harga minyak dan penguatan rupiah bisa menjadi pendorong bagi sektor-sektor yang selama ini terbebani biaya tinggi, seperti transportasi, logistik, dan manufaktur. Sebaliknya, emiten energi dan kontraktor migas perlu dicermati mengingat margin mereka bisa tertekan bila harga komoditas bertahan rendah. Dengan IHSG yang secara historis cenderung menguat pada Agustus, pelaku pasar disarankan menerapkan strategi disiplin seperti buy on weakness dan selektif memilih saham dengan fundamental kuat.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: https://cnnindonesia.com/ekonomi/20260806095744-85-1389188/harga-minyak-dunia-lumer-ke-us-7908-pagi-ini-berkat-sinyal-damai, https://money.kompas.com/read/2026/08/06/084435626/harga-minyak-dunia-di-bawah-80-dollar-as-pasar-tunggu-kepastian-pembukaan, https://bloomberg.com/news/articles/2026-08-05/latest-oil-market-news-and-analysis-for-aug-6, https://id.investing.com/news/commodities-news/harga-minyak-turun-akibat-kesepakatan-hormuz-dan-stok-as-naik-3038211, https://market.bisnis.com/read/20260806/7/1994244/ihsg-ditutup-melemah-012-ke-634371-saham-energi-dssa-cuan-cs-melawan-arus, https://ekbis.harianjogja.com/r-1266302/ihsg-melemah-012-persen-sektor-energi-jadi-penopang-penguatan-bursa, https://cnbcindonesia.com/news/20260806071753-4-756960/harga-bbm-di-semua-spbu-ri-resmi-turun-berlaku-6-agustus-2026, https://liputan6.com/bisnis/read/8262187/harga-minyak-hari-ini-anjlok-5-ini-penyebabnya, https://beritasatu.com/ekonomi/3016792/update-harga-minyak-dunia-naik-hampir-2-persen-brent-tembus-us-80, https://market.bisnis.com/read/20260806/93/1994220/rupiah-ditutup-menguat-rp17923-per-dolar-as-pasar-nantikan-data-cadev-amerika, https://insight.kontan.co.id/news/ditekan-harga-minyak-prospek-medc-masih-menarik-disimak