Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG negatif ⏱ 9 menit

IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185, Asing Net Sell Rp 3,35 Triliun — Ini 10 Saham Diborong dan Dijual di Saat Tekanan MSCI

IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185, Asing Net Sell Rp 3,35 Triliun — Ini 10 Saham Diborong dan Dijual di Saat Tekanan MSCI
File:Gedung-bursa-efek-1 (1).jpg / "Gedung Bursa Efek Indonesia" / CC BY-SA 4.0 Wikimedia Commons

Pada Jumat (16/10/2026), IHSG ambruk 11,57% atau terpangkas 678,67 poin ke level 5.185,10, tertekan sentimen MSCI yang membuka konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Investor asing mencatatkan net sell Rp 3,35 triliun dalam satu hari. Sepanjang perdagangan 775 saham melemah dan seluruh indeks sektoral mengalami koreksi. Berikut daftar 10 saham yang diborong dan 10 saham terjual terbanyak oleh asing.

Jakarta, 16 Oktober 2026 — Pasar modal Indonesia mengalami hari yang menyiksakkan. Pada Jumat (16/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 11,57%, atau terpangkas 678,67 poin sehingga menutup di level 5.185,10. Aksi ini tak hanya menyapu bersih sebulan (IHSG anjlok kumulatif 14,91% dalam sepekan), tetapi juga membuka luka lama: sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Sepanjang perdagangan, indeks berada dalam rentang 5.185 – 5.404, sementara investor asing mencatatkan net sell Rp 3,35 triliun di seluruh pasar. Tercatat 775 saham ditutup melemah, hanya 10 saham menguat dan 10 saham tidak berubah.

\n

IHSG Ambruk 11,57% di Akhir Pekan, Sepanjang Minggu Anjlok 14,91%

📎 Baca Juga

\n

IHSG membumi di bawah tekanan sejak awal pekan. Pada Jumat (16/10/2026) saja, indeks melemah sebesar 11,57% (−678,67 poin) hingga ke level 5.185,10, sementara akumulasi penurunan dalam sepekan mencapai 14,91%. Tekanan jual menyelimuti seluruh lapisan pasar: dari saham kelolaan rumah (properti) hingga perusahaan energi dan pertambangan.

\n

Satu per satu, semua indeks sektoral kompak melemah. Sektor yang terpurah adalah IDX Barang Bawa (komoditas) dengan −13,37%, diikuti Kesehatan −13,16%, Infrastruktur −13,00%, Perindustrian −11,89%, Energi −11,39%, Barang Konsumsi Non-Primer −11,12%, dan Transportasi −10,91%. Tekanan juga menyentuh sektor Barang Konsumsi Primer −10,11%, Properti & Real Estat −9,63%, Keuangan −8,98%, dan Teknologi −8,88%.

\n

Trading Halt: Mekanisme Jeda 30 Menit Saat IHSG Jatuh Lebih dari 8%

\n

Sepanjang perdagangan, perilaku IHSG juga menyentuh aturan mekanisme penyeimbang (circuit breaker) Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pembukaan pra-perdagangan pukul 08.58 WIB, IHSG sudah melemah sebesar 8,01% (jumlah −469,85 poin) ke level 5.393,92. Sesuai ketentuan, aktivitas perdagangan di Jakarta Automated Trading System (JATS) BEI akan dihentikan sementara selama 30 menit secara otomatis apabila IHSG turun melebihi 8%. Dengan batonan tersebut, perdagangan baru dilanjutkan kembali pada pukul 09.30 WIB, sebelum akhirnya indeks tetap menutup dengan pelemahan 11,57%.

\n

Sentimen MSCI: Konsultasi Reklasifikasi ke Kategori Standalone Market

\n

Akar dari koreksi luas justru berasal dari luar pasar: MSCI membuka konsultasi publik terkait usulan reklasifikasi klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market — satu tingkat di bawah Frontier Market. Keputusan akhir di perkirakan keluar paling lambat 30 Juni 2027, dengan periode konsultasi terbuka bagi masyarakat hingga 30 April 2027.

\n

MSCI menegaskan bahwa opsi menurunkan Indonesia ke Frontier Market telah dikecualikan — artinya, masalah yang dihadapi pasar saham Indonesia tidak seberapa besar. Namun, masih ada hal yang perlu diwaspadahi. Kekhawatiran utama MSCI mencakup transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan transaksi terkoordinasi, dan kemajuan tata kelola pasar modal yang dianggap belum memadai. Untuk sementara, MSCI membekukan perubahan pada struktur indeks sekuritas Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

\n

Net Sell Rp 3,35 Triliun: Ini 10 Saham Paling Dijual Asing pada Jumat

\n

Investor asing mencatatkan net sell Rp 3,35 triliun di seluruh pasar pada Jumat. Sepuluh saham dengan jual bersih terbesar dari asing adalah:

\n
  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  — Rp 2,33 triliun
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)  — Rp 1,15 triliun
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)  — Rp 868 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)  — Rp 137,79 miliar
  5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  — Rp 90,22 miliar
  6. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)  — Rp 23,23 miliar
  7. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)  — Rp 22,26 miliar
  8. PT Astra International Tbk (ASII)  — Rp 16,66 miliar
  9. PT Timah Tbk (TINS)  — Rp 13,23 miliar
  10. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)  — Rp 10,89 miliar
\n

Dominasi jual bersih terpusat pada saham-saham perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) dan pertambangan (ANTM, TLKM). Pola ini sejalan dengan lemahnya sektoral Keuangan (−8,98%) dan Infrastruktur/Energy serta reaksultansi, sekaligus anjloknya komoditas (−13,37%). Penurunan emas juga menekan pasar modal, karena banyak emiten tambang yang menjadi berat bagi IHSG.

\n

Meski Pasar Anjlok, Asing Masih Serbu 10 Saham Ini — Ini Daftar Lengkapnya

\n

Di tengah koreksi luas, investor asing tak benar-benar mengunjungkan pasar secara total. Sebaliknya, asing mencatatkan net buy pada sepuluh saham tertentu. Sepuluh saham yang paling diborong asing pada Jumat adalah:

\n
  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)  — Rp 288,32 miliar
  2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)  — Rp 75,65 miliar
  3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)  — Rp 58,60 miliar
  4. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)  — Rp 57,83 miliar
  5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)  — Rp 57,78 miliar
  6. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)  — Rp 56,44 miliar
  7. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)  — Rp 54,44 miliar
  8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)  — Rp 47,02 miliar
  9. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)  — Rp 45,29 miliar
  10. PT Indosat Tbk (ISAT)  — Rp 42,13 miliar
\n

Kiblat sentral investor asing tampaknya beralih ke profil eksposur domestik yang lebih besar dan saham konsumsi/ritel. GOTO (platform digital) dan INDF (kebutuhan pokok) menjadi magnet bersih, sementara saham keuangan seperti BBNI tetap diserap karena dianggap relatif defensif. Kontraskan dengan BBCA, BBRI, BMRI — tiga bank blue-chip teratas — yang dijual rakus hingga total lebih dari Rp 4,3 triliun dari lini net sell.

\n

Dolar, Rupiah, dan Emas: Tekanan Valuta di Tengah Krisis Pasar Modal

\n

Krisis pasar modal juga menewarnai pasar valuta. Pada penutupan Jumat itu, USD/IDR berada di 18.034 (+0,41%), manakala harga emas per troy ounce mencapai 2.565.000 (+0,16%). Rupiah melemah bersamaan dengan IHSG, sekaligus memberi sinyal bahwa tekanan dari luar (dolar AS kuat dan kepastian suku bunga tinggi Fed) memperparah sentimen domestik.

\n

Apa yang Perlu Dipantau di Hari Senja MSCI?

\n

Berlakunya reclassifikasi MSCI tidak langsung. Namun, pasar akan terus menguji tekanan likuiditas dan sentimen hingga keputusan akhir pada akhir 2027. Beberapa tohokah penting untuk diwetahui:

\n
  • Transparansi & regulasi: apakah OJK dan BEI dapat menunjukkan perbaikan konkret pada struktur kepemilikan dan anti-transaksi terkoordinasi.
  • Arus dana asing: laporan net buy/net sell harian akan menjadi termometer penting pasca-konsultasi.
  • Dukungan sektor ritel & defensif: pola asing beralih ke saham konsumsi dan digital (GOTO, INDF) bisa berlangsung hingga volatilitas mereda.
  • Monitoring valuta: tekanan rupiah akan tetap terkait ketika spready IHSG – dolar melebar di kisaran Rp18.000+.
\n

Di situlah patokan berikutnya: apakah IHSG dapat kembali di atagi level 5.900 – 6.000 sebelum akhir Oktober, atau sentimen MSCI akan mendorong koreksi lebih dalam ke level 5.000 dan 4.800. Data perdagangan Jumat (775 saham melemah vs 10 menguat) masih jauh dari kondisi pasar yang sehat.

\n

FAQ

\n

IHSG anjlok berapa persen pada Jumat 16 Oktober 2026?

\n

IHSG ambruk 11,57% atau terpangkas 678,67 poin ke level 5.185,10 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Akumulasi penurunan dalam sepekan mencapai 14,91%. Pada pembukaan pra-perdagangan pukul 08.58 WIB, IHSG sudah turun 8,01% ke 5.393,92, sehingga memicu trading halt 30 menit.

\n

Apa artinya MSCI pindahkan Indonesia ke Standalone Market?

\n

MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market — kategori di bawah Frontier Market. Keputusan akhir dijanjikan paling lambat 30 Juni 2027, dengan konsultasi publik terbuka hingga 30 April 2027. MSCI menegaskan opsi degradasi ke Frontier Market telah dikecualikan, sekaligus membekukan perubahan indeks sementara.

\n

Berapa besar net sell asing dan saham mana yang paling terjual?

\n

Investor asing mencatatkan net sell Rp 3,35 triliun. Saham paling terjual adalah BBCA (Rp 2,33 triliun), BBRI (Rp 1,15 triliun), dan BMRI (Rp 868 miliar). Secara kolektif, tiga bank blue-chip ini menyumbang lebih dari Rp 4 triliun dari lini net sell.

\n

Saham apa yang masih dibeli asing meski IHSG anjlok?

\n

Meski jual bersih dominan, asing tetap menyerap GOTO (Rp 288,32 miliar), INDF (Rp 75,65 miliar), EMAS (Rp 58,6 miliar), BRPT (Rp 57,83 miliar), ENRG (Rp 57,78 miliar), dan ISAT (Rp 42,13 miliar). Fokus bergeser ke profil digital, konsumsi, dan kebutuhan pokok.

\n

Berapa banyak saham yang melemah vs menguat pada Jumat?

\n

Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), sebanyak 775 saham ditutup melemah, sementara hanya 10 saham menguat dan 10 saham tidak berubah. Ini menunjukkan tekanan jual yang sangat luas menyentuh hampir seluruh pasar.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/intip-saham-yang-banyak-diburu-asing-saat-ihsg-ambruk-1157-ke-5185-di-akhir-pekan, https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-ambles-1157-ke-5185-cermati-saham-net-sell-terbesar-asing-jumat-1610, https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-dibuka-anjlok-81-ke-5393-pada-jumat-1610-pagi-langsung-kena-trading-halt