Jakarta, 28 September 2026 â Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka "era saham gocap" pada Senin (28/9/2026), mengizinkan saham-saham berharga rendah untuk diperdagangkan di bawah Rp50, hingga mencapai level minimum Rp1. Namun, langkah regulatif ini justru beriringan dengan penurunan IHSG yang mencatatkan koreksi kuat dalam seminggu terakhir, mengukuhkan tekanan penjual pasca rekor net sell asing.
Pada perdagangan Senin ini, IHSG ditutup melemah 1,51 persen ke posisi 6.147,85, setelah sempat tertekan kuat hingga menyentuh intra hari 6.140,34. Dari data Yahoo Finance (^JKSE), IHSG turun dari 6.441,16 pada Selasa (22/9) ke 6.147,86 pada Senin (28/9), yang berarti koreksi sekitar 4,55 persen dalam seminggu, konsisten dengan laporan 4,35 persen yang dilaporkan media pasar. Selama sesi perdagangan Senin, sebanyak 532 saham melemah, hanya 180 saham menguat, dan 81 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp12,58 triliun dengan volume 37,37 miliar lembar saham.
Ditetapkan pada 21 September: Era Saham Rp1 Resmi Berlaku
đ Baca Juga
- Pasca-Bencana MSCI: BEI Gencarkan Reformasi Transparansi, IHSG dan Rupiah Tetap di Ambang Krisis
- IHSG Anjlok 40% YTD, MSCI Siapkan Downgrade ke Standalone Market â Pasar Saham Indonesia di Bawah Tekanan Berat
- IHSG Dibanting MSCI: Proyeksi 4.989â7.082 hingga Akhir 2026 & Strategi Rotasi Portofolio
Direksi BEI menetapkan Keputusan Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas pada 21 September 2026. Keputusan ini secara resmi membuka batas harga saham (floor price) yang sebelumnya tidak boleh di bawah Rp50, dan menggantinya dengan batas minimum Rp1. Dengan demikian, saham yang selama ini "terjebak" di harga Rp50 kini bisa jatuh hingga ke level Rp1 jika ada tekanan jual kuat.
BEI menjelaskan, pembukaan batas saham gocap ini dilengkapi dengan sistem auto rejection baik ARA (Auto Reject Atas) maupun ARB (Auto Reject Bawah), sehingga pembentukan harga tetap terkontrol. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa beban saham gocap terhadap IHSG relatif kecil, sekaligus menampik bahwa kebijakan ini menjadi katalis utama penurunan IHSG.
"Bobot dari saham-saham yang sudah lama berada di harga Rp50 itu terhadap IHSG tidak terlalu besar," kata Jeffrey kepada awak media, Senin (28/9/2026). Menurutnya, koreksi IHSG belakangan ini lebih dipengaruhi oleh faktor global yang volatil.
23 Saham Gocap Langsung Auto Reject Bawah
Dengan dibukanya batas harga saham gocap, setidaknya 23 saham langsung jatuh ke zona Auto Reject Bawah (ARB) pada perdagangan perdananya. Semuanya anjlok tepat 14 persen ke harga Rp43 per lembar, dengan antrean jual besar yang menahan pembentukan harga di level terendah. Berikut daftar 23 saham ARB berdasarkan data Bloomberg:
| No | Saham (Kode) | Nama Perusahaan | Harga | Antrean Jual (lot) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | GOTO | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk | Rp43 | >1 miliar |
| 2 | DADA | PT Diamond Citra Propertindo Tbk | Rp43 | 5,76 juta |
| 3 | WMUU | PT Widodo Makmur Unggas Tbk | Rp43 | 4 juta+ |
| 4 | KPIG | PT MNC Tourism Indonesia Tbk | Rp43 | 3,31 juta |
| 5 | PADI | PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk | Rp43 | 2,72 juta |
| 6 | CPRO | PT Central Proteina Prima Tbk | Rp43 | 1,69 juta |
| 7 | ATLA | PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk | Rp43 | 1,62 juta |
| 8 | BABP | PT Bank MNC Internasional Tbk | Rp43 | 1,45 juta |
| 9 | MAXI | PT Maxindo Karya Anugerah Tbk | Rp43 | 1,25 juta |
| 10 | REAL | PT Repower Asia Indonesia Tbk | Rp43 | 1,17 juta |
| 11 | BCAP | PT MNC Kapital Indonesia Tbk | Rp43 | 915 ribu |
| 12 | NETV | PT MDTV Media Technologies Tbk | Rp43 | 878 ribu |
| 13 | BBKP | PT Bank KB Indonesia Tbk | Rp43 | 688 ribu |
| 14 | EPAC | PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk | Rp43 | 504 ribu |
| 15 | BSBK | PT Wulandari Bangun Laksana Tbk | Rp43 | 485 ribu |
| 16 | ASHA | PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk | Rp43 | 371 ribu |
| 17 | MDLN | PT Modernland Realty Tbk | Rp43 | 305 ribu |
| 18 | HDIT | PT Hensel Davest Indonesia Tbk | Rp43 | 264 ribu |
| 19 | HOKI | PT Buyung Poetra Sembada Tbk | Rp43 | 216 ribu |
| 20 | WEGE | PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk | Rp43 | 316 ribu |
| 21 | PNBS | PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk | Rp43 | 140 ribu |
| 22 | RBMS | PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk | Rp43 | 48 ribu |
| 23 | WOWS | PT Ginting Jaya Energi Tbk | Rp43 | 104 ribu |
Di antasanya, GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) dan DADA menjadi saham paling diborong penjual dengan antrean jual di titik ARB masing-masing mencapai lebih dari 1 miliar lot dan 5,76 juta lot. Sementara itu, saham-saham bank seperti BBCA turun 1,20 persen, menjadi pemberat tambahan di sektor keuangan.
Net Sell Asing Meroket Rekor Rp78 Triliun
Krisis sentimen tidak hanya datang dari regulasi domestik. Data menunjukkan investor asing mencatat net sell (jual bersih) sebesar Rp78 triliun dalam periode terbaru â rekor tertinggi dalam sejarah pasar saham Indonesia.
Rangkaian outflow ini berlanjut sejak awal pekan. Selama perdagangan Senin (28/9), Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG melemah lebih dari 1 persen dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah yang kembali dan melemahnya nilai tukar rupiah. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa tekanan jual didominasi oleh aksi jual asing di saham-saham bank, energi, dan teknologi.
Rupiah Dekat ke Rp18.000, Dipaksa Tekanan Eksternal
Seraya IHSG runtuh, rupiah juga semakin terserang tekanan eksternal. Pada Senin (28/9), rupiah di pasar spot melemah 0,46 persen ke posisi Rp17.975 per US$. Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah bahkan tembus Rp18.013 â paling lemah sejak 2023.
Beberapa faktor eksternal yang memicu pelemahan rupiah:
- Harga minyak Brent meroket ke US$107,3 per barel, dipolitisasi ketidakpastian konflik Timur Tengah antara AS dan Iran.
- Yield US Treasury 10 tahun naik ke 5,2 persen, menambah menarik likuiditas ke aset tunai Amerika Serikat.
- Indeks dolar AS menguat ke 101,11, memperketat tekanan terhadap mata uang sekelas emerging market.
Dari dalam negeri, inflasi September diperkirakan naik ke 3,3 persen, naik dari 3,19 persen bulan sebelumnya, dipicu oleh kenaikan harga energi. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan akan memantau situasi dan menggenjot ekspor untuk meningkatkan devisa negara.
BEI: Kebijakan Gocap Bukan Penyebab Utama Koreksi
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, secara tegas menampik bahwa pembukaan batas saham gocap menjadi penyebab utama koreksi IHSG. Ia menjelaskan, bobot saham-saham yang selama ini terjebak di harga Rp50 memang relatif kecil terhadap komposit indeks IHSG.
"Koreksi IHSG belakangan ini disebabkan oleh faktor-faktor yang beragam di tengah situasi ekonomi global yang masih volatil," ujarnya. Menurut Jeffrey, pasar relatif menyambut baik rencana penghapusan batas harga saham gocap sebelumnya.
Analis Pasar dari Phintraco Sekuritas sekaligus mengamini â pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh guncangan harga minyak, tekanan yield AS, dan aksi jual asing, ketimbang satu-satunya faktor kebijakan floor price.
Apa Artinya untuk Investor?
Bagi investor individu, pembukaan batas saham gocap menciptakan peluang maupun ancaman. Di satu sisi, saham-saham berharga rendah yang longkah ke Rp1 bisa menjadi poin masuk murah bagi trader agresif. Namun, volatilitas yang ditingkatkan dan likuiditas pasca-penjualan massal berarti risiko juga naik tajam.
Sementara itu, dari data historis Yahoo Finance, IHSG berada di ambang kritis. Jika dukum dari level 6.147 ke level terendah terbaru, support psikologis berikutnya bisa berada di sekitar 6.000. Namun, JP Morgan secara masih mempertahankan target IHSG di 7.000 pada akhir 2026 â menunjukkan bahwa sebagian besar analis melihat koreksi saat ini sebagai koreksi teknis, bukan tren jangka panjang.
Kesimpulan: Tekanan Gabungan Regulasi dan Eksternal
Pembukaan era saham gocap Rp1 oleh BEI pada Senin (28/9) berpotesi menambah volatilitas pasar, namun penyebab utama koreksi IHSG yang mencapai 4,35 persen dalam seminggu lebih kompleks. Kombinasi antara:
- Net sell asing rekor Rp78 triliun;
- Pelemahan rupiah menuju Rp18.000;
- Kenaikan harga minyak Brent ke US$107,3;
- Kenaikan yield US Treasury ke 5,2 persen;
- Ketidakpastian geopolitik Timur Tengah;
- Dan faktor teknis pasar saham berharga rendah.
Semua faktor ini bersinggungan, menciptakan lingkungan pasar yang sangat menantang. BEI secara eksplisit menampik kebijakan gocap sebagai katalis utama. Investor diimbau untuk tetap waspada dan tidak hanya fokus pada satu sisi kebijakan.
FAQ
Berapa IHSG ditutup pada Senin, 28 September 2026?
IHSG ditutup melemah 1,51 persen ke posisi 6.147,85, dengan intraday low mencapai 6.140,34.
Berapa IHSG turun dalam seminggu terakhir?
Dari data Yahoo Finance, IHSG turun sekitar 4,55 persen minggu lalu (dari ~6.441 pada 22/9 ke ~6.148 pada 28/9), konsisten dengan laporan koreksi 4,35 persen.
Berapa jumlah saham gocap yang jatuh ke zona ARB?
Setidaknya 23 saham langsung jatuh ke zona Auto Reject Bawah (ARB), semuanya turun 14 persen ke harga Rp43.
Berapa net sell asing di pasar saham Indonesia?
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp78 triliun â rekor tertinggi dalam sejarah pasar saham Indonesia.
Seberapa lemah rupiah terhadap dolar AS?
Rupiah melemah ke Rp17.975 di pasar spot dan tembus Rp18.013 di pasar NDF, paling lemah sejak 2023.
Target IHSG apa yang ditetapkan JP Morgan untuk akhir 2026?
JP Morgan mempertahankan target IHSG di 7.000 pada akhir 2026, menunjukkan bahwa koreksi saat ini dianggap sebagai koreksi teknis bukan tren jangka panjang.
Berapa harga minyak Brent saat ini?
Harga minyak Brent mencapai US$107,3 per barel, didorong oleh ketidakpastian konflik Timur Tengah.
