Pasar saham Indonesia masih berada di bawah tekanan jual asing dalam seminggu terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi sebesar 3,28% meskipun berhasil rebound 0,46% atau 27,38 poin ke level 6.036,89 pada perdagangan Jumat (2 Oktober 2026). Data KONTAN menunjukkan bahwa tekanan jual asing tidak hanya datang dari pasar luar, tetapi juga mencerminkan sentimen global yang masih rapuh terhadap pasar emerging markets.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, asing mencatat net sell yang sangat signifikan sebesar Rp4,32 triliun dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan Jumat, asing kembali melakukan net sell sebesar Rp1,27 triliun. Volatilitas ini ditumpuh oleh kombinasi faktor eksternal — perkembangan geopolitik Timur Tengah, ekspektasi kebijakan The Fed, hingga data ekonomi AS — sekaligus faktor internal seperti reshuffle kabinet dan implementasi short selling.
Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh asing selama seminggu adalah:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) — Rp862,03 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) — Rp566,0 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) — Rp291,83 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) — Rp126,8 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) — Rp122,44 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) — Rp115,72 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) — Rp98,23 miliar
- PT Indosat Tbk (ISAT) — Rp83,15 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) — Rp82,5 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) — Rp78,38 miliar
Di saat pasar secara keseluruhan masih tegang, sektor emas justru menunjukkan dinamika yang berbeda. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memperkuat pendanaan internal grup usahanya dengan menyalurkan pinjaman bernilai jumbo sebesar Rp6,45 triliun kepada tiga anak usaha: PT Pani Industri Nusantara, PT Gorontalo Sejahtera Mining, dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera. Langkah ini mencerminkan optimisme manajemen atas prospek komoditas emas dan tembaga di tengah geopolitik yang ketidakpastian. Harga emas tunai di harga jual (EMAS) per Hari ini tercatat di Rp2.574.000 per troy ounce, menguat tipis (-0,08%).
Sementara itu, Astra International Tbk (ASII) memberi sinyal positif bagi pemegang sahamnya. Perseroan menetapkan dividen interim sebesar Rp98 per saham dengan total nilai Rp3,89 triliun untuk tahun buku 2026. Corporate Secretary ASII, Gita Tiffany Boer, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 31 Desember 2026. Dukungan kuat dari kondisi keuangan terlihat dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp12,53 triliun per 30 Juni 2026, dengan ekuitas total mencapai Rp289,84 triliun.
Saham ASII sendiri berada di level Rp4.630 per saham pada Jumat, naik 2,56% dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Pada hari yang sama, ASII termasuk dalam lima saham penopang IHSG bersama BBCA, DCII, GOTO, dan BRMS.
Pas saham juga masih diwarnai isu GOTO (Gojek Tokopedia). Pada Kamis (1 Oktober 2026), GOTO membuka suara terkait gejolak transaksinya. Dalam surat tanggapan ke BEI, manajemen menjelaskan bahwa koreksi harga dipicu faktor teknis — karena efektif 31 Agustus 2026, GOTO resmi keluar dari MSCI Global Standard Indexes. Sebelumnya, perseroan juga keluar dari FTSE GEIS Mid Cap Index pada 22 Juni 2026 karena tidak memenuhi kriteria pasca-listed pada Papan Pengembangan BEI. Dengan perubahan floor price dari Rp50 ke Rp1 per saham sejak 28 September 2026, para investor institusi asing yang berbasis indeks (passive funds) kini punya kesempatan untuk melepas saham. Manajemen juga menegaskan program buyback senilai Rp3,5 triliun yang berjalan dari 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027, serta rencana pengurangan modal untuk mengembalikan 32,2 miliar saham buyback sebelumnya.
Inflasi konsumen juga menjadi sorotan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,3% pada September 2026, menjaga tekanan inflasi relatif terjendolaki. Rupiah melezatkan posisi terhadap dolar AS dengan USD/IDR berada di 17.913, melemah 0,44% dari penutupan sebelumnya.
Indeks pasar tambahan yang terestimasi pada akhir pekan:
- LQ45: 595,00 (+3,08, +0,52%)
- KOMPAS100: 777,00 (+3,53, +0,46%)
- IDX30: 331,00 (+2,54, +0,77%)
- ISSI: 210,00 (+1,46, +0,70%)
