Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
๐Ÿ† Best Score
IHSG netral โฑ 9 menit

IHSG Rebound Tembus 6.036, Asing Net Sell Rp4,32 Triliun Sepekan; GOTO Juara Kontraparik

IHSG Rebound Tembus 6.036, Asing Net Sell Rp4,32 Triliun Sepekan; GOTO Juara Kontraparik
Wikimedia Commons

IHSG berhasil menguat 0,45% ke 6.036,88 pada Jumat (2/10/2026), putuskan enam hari pelemahan berturut-turut. Namun, tekanan masih berlanjut dari aksi jual asing yang mencapai Rp4,32 triliun dalam seminggu. GOTO menjadi saham net sell terbesar (Rp935,89 miliar) sekaligus juara kontraparik dengan rebound 7,14%. Domestic investor menyeimbangkan melalui BBCA, PTBA, dan ASII.

Jakarta, 2 Oktober 2026 โ€” Setelah enam sesi berturut-turut berada di bawah tekanan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil memutuskan streak koreksi dan menutup menguat 0,45% ke posisi 6.036,88 pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Kinerja ini patut diapresiasi meski kondisi pasar masih terjepit oleh aksi jual kuat dari investor asing yang mencapai Rp4,32 triliun dalam seminggu terakhir.

IHSG sempat membukuji ketajegjakan dengan membuka hari di level 6.018, lalu menyentuh dasar terendah 5.979 sebelum akhirnya naik ke puncak 6.053 dan menyelesaikan di 6.036,88. Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 121,54 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp12,25 triliun. Pada hari yang sama, 319 saham ditutup menguat, 337 saham melemah, dan 134 saham stagnan โ€” menunjukkan partisipasi yang relatif tersebar di pasar.

Kontribusi menguat IHSG pada hari ini tidak sepenuhnya bersumber dari aliran asing. Sebaliknya, investor asing justru mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,27 triliun di pasar reguler, yang merupakan bagian dari akumulasi jual bersih sebesar Rp4,32 triliun sepanjang pekan. Kontraparisinya datang dari lokasi domestik dan sentimen teknis, khususnya pada sektor properti dan teknologi yang kembali bangkit.

GOTO: Net Sell Tertinggi, Rebound Tertinggi

๐Ÿ“Ž Baca Juga

Topik hungker (kontraparik) pasar hari ini adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Di tengah menjadi saham net sell terbesar dari asing (Rp935,89 miliar), GOTO malah mampu rebound 7,14% dan ditutup di Rp30 per lembar pada perdagangan Jumat. Ini adalah aksi kontraparik yang cukup signifikan mengingat saham teknologi itu sempat koreksi signifikan sekitar 40% dalam seminggu lalu.

Hari ini, saham GOTO berkisar Rp26โ€“Rp28 sepanitas sesi reguler, sebelum akhirnya ditutup di Rp30 โ€” melewati batasan floor price Rp1 per lembar yang baru saja diubah oleh BEI dari Rp50. Para analis menyoroti beberapa faktor fundamental. Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan bahwa kinerja bisnis terus membaik meski harga saham masih sangat dipengaruhi faktor teknis pasar.

Pada kuartal II-2026, GOTO mencatatkan laba bersih Rp252 miliar, melanjutkan profit bertiga kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih mencapai Rp5,7 triliun, sementara EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp1 triliun. Dukungan tambahan datang dari program buyback saham yang telah disetujui RUPSLB pada 18 Juni 2026 dengan alokasi hingga Rp3,5 triliun untuk periode 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, mengamati bahwa kondisi valuasi GOTO yang berada di bawah satu kali nilai buku (price-to-book value / PBV) belum tentu sepenuhnya mencerminkan fundamental yang mendasar. Ia mencatat bahwa tingginya nilai transaksi walaupun di tengah tekanan harga juga menunjukkan masih adanya minat pasar pada level harga tersebut. Namun, katanya, kondisi itu belum cukup untuk memastikan terjadinya pembalikan tren jangka panjang. Pada perdagangan Jumat, nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp2,68 triliun dengan volume 97,54 miliar lembar โ€” ratusan kali lipat di atas rata-rata sebelumnya.

Asing Jual Bersih, Domestik Beli: Apa yang Mendorong IHSG Naik?

Meskipun investor asing mencatatkan jual bersih total Rp1,27 triliun pada hari Jumat, pasar tetap ditopang oleh aksi beli domestik. Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Jumat:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp44,19 miliar
  2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Rp29,13 miliar
  3. PT Astra International Tbk (ASII): Rp18,06 miliar
  4. PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp14,59 miliar
  5. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR): Rp10,38 miliar
  6. PT Timah Tbk (TINS): Rp8,84 miliar
  7. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): Rp7,29 miliar
  8. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE): Rp6,38 miliar
  9. PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp5,62 miliar
  10. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Rp5,55 miliar

Ditinjau dari sentimen luar, tekanan terhadap IHSG belum mereda sepenuhnya. Menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, kombinasi tiga faktor eksternal โ€” pelemahan rupiah, tingginya imbal hasil US Treasury, dan ketidakpastian geopolitik โ€” masih membatasi ruang penguatan IHSG. Rupiah masih berada di zona lemah dengan USD/IDR sekitar 17.913 (-0,44%).

Namun, beberapa katalis positif mulai muncul. Harga minyak mentah turun ke sekitar US$96 per barel, sementara Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan bahwa belum ada urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Komentar ini berhasil meredakan kekhawatiran pasar terkait arah kebijakan The Fed.

Analisis Teknikal dan Dukungan Ekonomi yang Ditunggu

Dari sudut pandang teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan. Menurut Reza, indeks masuk ke area support Fibonacci di level 6.019. Jika level tersebut gagal dipertahankan, pasar berpotensi menguji support berikutnya di 5.854. Ia memperkirakan IHSG masih berpotensi melakukan konsolidasi di kisaran 6.000โ€“6.200 dalam beberapa sesi ke depan.

Namun, ia menegaskan bahwa indikator MACD masih menampilkan kondisi bearish, sehingga sinyal rebound belum sepenuhnya terkonfirmasi. Level kunci yang perlu dicermati ada di 6.185โ€“6.240; jika IHSG mampu menembus area tersebut, peluang technical rebound akan semakin terbuka.

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi domestik yang akan datang. Pada Senin, 6 Oktober 2026, BPS akan merilis angka inflasi September 2026. Konsensus pasar memproyeksikan inflasi akan naik tipis, sementara neraca perdagangan Agustus diperkirakan mencatat surplus sekitar US$630 juta. Kedua data ini dianggap penting untuk membaca kondisi eksternal dan daya beli domestik, sekaligus menilai ruang kebijakan Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan rupiah.

Meanwhile, sektor properti dan komoditas turut memberi sinyal campuran. Emas global berada di Rp2.576.000 (-0,19%), sementara sejumlah saham tambang seperti PTBA dan INCO mencatat aliran beli asing yang signifikan. Dinamika ini menjadi cerminan dari kebingungan pasar yang masih menyeimbungkan tekanan eksternal dengan peluang domestik.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org โ€” menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

IHSG naik 0,45% ke 6.036,88 โ€” ini rebound yang berkelanjutan?

Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, sinyal rebound belum terkonfirmasi secara teknis. Indikator MACD masih menampilkan kondisi bearish. IHSG berada pada level support Fibonacci 6.019; jika gagal dipelukoi, pasar bisa menguji 5.854. Level 6.185โ€“6.240 harus ditembus untuk membuka peluang rebound yang lebih kuat.

Mengapa GOTO naik 7,14% padahal jadi saham net sell terbesar asing?

GOTO naik karena faktor teknis dan fundamental yang membaik. Kuartal II-2026, GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar dengan pendapatan Rp5,7 triliun dan EBITDA penyesuaian Rp1 triliun. Saham juga diperdagangkan di bawah satu kali nilai buku (PBV). Program buyback sebesar Rp3,5 triliun yang disetujui RUPSLB juga mendukung.

Berapa total net sell asing sepekan ini?

Asing mencatatkan akumulasi net sell sebesar Rp4,32 triliun dalam seminggu terakhir. Pada hari Jumat (2/10/2026) sendiri, net sell asing mencapai Rp1,27 triliun di seluruh pasar reguler.

Saham apa saja yang dibeli asing besar-besaran pasokan Jumat?

10 saham net buy terbesar asing pada Jumat: BBCA (Rp44,19 miliar), PTBA (Rp29,13 miliar), ASII (Rp18,06 miliar), DEWA (Rp14,59 miliar), SMGR (Rp10,38 miliar), TINS (Rp8,84 miliar), VKTR (Rp7,29 miliar), BSDE (Rp6,38 miliar), INCO (Rp5,62 miliar), dan PGAS (Rp5,55 miliar).

Apa data ekonomi kunci yang diharapkan akharinggu ini?

Pada Senin, 6 Oktober 2026, BPS akan merilis inflasi September 2026 dan neraca perdagangan Agustus. Konsensus pasar memproyeksikan inflasi naik tipis dan surplus neraca dagang Agustus sekitar US$630 juta. Kedua data ini menjadi indikator penting daya beli domestik dan ruang kebijakan BI.

Faktor apa yang masih menekan IHSG secara keseluruhan?

Tiga faktor eksternal masih mendominasi: (1) pelemahan rupiah (USD/IDR ~17.913), (2) tingginya imbal hasil US Treasury 10 tahun, dan (3) ketidakpastian geopolitik. Sehingga pasar masih berada dalam zona tekanan meskipun IHSG berhasil rebound pada sesi Jumat.

Share: WhatsApp ๐• Twitter
Sumber: KONTAN