Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Energi bullish ⏱ 6 menit

PGEO Cetak Laba US$137 Juta, Ekspansi Panas Bumi Makin Agresif

PGEO Cetak Laba US$137 Juta, Ekspansi Panas Bumi Makin Agresif
Unsplash

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) catatkan laba bersih US$137 juta di 2025 dan laba Q1-2026 naik 40% menjadi US$43,9 juta. Perusahaan agresif ekspansi PLTP baru di Ulubelu, Lahendong, dan Bukit Daun. Potensi panas bumi Indonesia 40% cadangan dunia.

Kinerja Gemilang PGEO: Laba Naik 40% di Q1 2026

📎 Baca Juga

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif. Pada tahun buku 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$137 juta. Momentum positif berlanjut di kuartal I 2026 dengan laba bersih mencapai US$43,9 juta — melonjak 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan PGEO juga tercatat naik 14,8% didorong oleh peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perusahaan. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa bisnis energi panas bumi di Indonesia semakin matang dan menguntungkan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar April 2026, PGEO juga menunjuk direktur keuangan baru sebagai bagian dari strategi penguatan tata kelola perusahaan menuju ekspansi yang lebih besar.

Panas Bumi: Potensi 40% Cadangan Dunia di Indonesia

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia dengan cadangan mencapai 40% dari total cadangan global. Namun, tingkat pemanfaatan masih di bawah 10%, meninggalkan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi pengembang seperti PGEO.

Pemerintah terus mendorong pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari target bauran energi nasional dan komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060. Berbeda dengan energi surya dan angin yang intermiten, panas bumi menyediakan base-load energy yang stabil dan dapat diandalkan 24 jam sehari.

Dukungan regulasi melalui Peraturan Pemerintah tentang energi baru terbarukan serta insentif fiskal untuk proyek geothermal memberikan kepastian usaha yang lebih baik bagi investor.

Ekspansi PLTP Baru: Ulubelu, Lahendong, Bukit Daun

PGEO saat ini tengah mengakselerasi ekspansi kapasitas terpasang melalui beberapa proyek strategis. Di Lapangan Panas Bumi Ulubelu (Lampung), perusahaan mengembangkan proyek Gunung Tiga yang ditargetkan menambah kapasitas signifikan. Sementara di Lahendong (Sulawesi Utara), pengembangan binary unit menjadi inovasi teknologi untuk memaksimalkan potensi sumber daya.

Proyek PLTP Bukit Daun di Bengkulu juga memasuki tahap teknis lanjutan. PGEO telah menyerahkan dokumen teknis kepada PLN sebagai bagian dari proses Power Purchase Agreement (PPA). Secara keseluruhan, proyek-proyek ekspansi PGEO berpotensi menambah kapasitas hingga 1.130 MW.

Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi PGEO sebagai pemimpin panas bumi nasional, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru melalui penjualan karbon kredit dari energi bersih.

PGEO Rambah Bisnis Data Center dan Hilirisasi Panas Bumi

Inovasi menarik datang dari rencana PGEO untuk merambah bisnis pusat data (data center). Panas bumi yang menghasilkan energi listrik stabil dan ramah lingkungan sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan energi data center yang tinggi dan memerlukan operasi 24/7.

Selain itu, PGEO juga mengembangkan program hilirisasi panas bumi untuk sektor pertanian dan perkopian. Di kawasan Kamojang, panas bumi digunakan untuk mengeringkan kopi dan produk pertanian lainnya, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Langkah ini sejalan dengan program Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi perhatian utama investor global.

Prospek Saham PGEO dan Industri Panas Bumi 2026

Dengan fundamental yang solid dan prospek pertumbuhan yang jelas, saham PGEO menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin eksposur ke sektor energi bersih. Valuasi PGEO yang masih reasonable dengan potensi pertumbuhan pendapatan dua digit menjadikannya kandidat kuat dalam portofolio jangka panjang.

Katalis utama yang perlu dicermati meliputi: (1) perkembangan proyek PLTP baru yang masuk tahap konstruksi, (2) potensi penandatanganan PPA dengan PLN, (3) peluang bisnis data center, dan (4) insentif fiskal dari pemerintah untuk percepatan EBT.

FAQ

Berapa laba bersih PGEO di Q1 2026?

PGEO membukukan laba bersih sebesar US$43,9 juta di Q1 2026, naik 40% year-on-year didorong oleh kenaikan pendapatan 14,8% dan efisiensi operasional.

Proyek PLTP apa saja yang sedang dikembangkan PGEO?

PGEO mengembangkan PLTP di Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), dan Bukit Daun (Bengkulu) yang berpotensi menambah kapasitas hingga 1.130 MW.

Apakah PGEO hanya bergerak di bisnis listrik?

Tidak. PGEO mulai merambah bisnis data center dan hilirisasi panas bumi untuk pertanian seperti pengeringan kopi, sebagai bagian dari diversifikasi pendapatan dan program ESG.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa laba bersih PGEO di Q1 2026?

PGEO membukukan laba bersih sebesar US$43,9 juta di Q1 2026, naik 40% year-on-year didorong oleh kenaikan pendapatan 14,8% dan efisiensi operasional.

Proyek PLTP apa saja yang sedang dikembangkan PGEO?

PGEO mengembangkan PLTP di Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), dan Bukit Daun (Bengkulu) yang berpotensi menambah kapasitas hingga 1.130 MW.

Apakah PGEO hanya bergerak di bisnis listrik?

Tidak. PGEO mulai merambah bisnis data center dan hilirisasi panas bumi untuk pertanian seperti pengeringan kopi, sebagai bagian dari diversifikasi pendapatan dan program ESG.

Seberapa besar potensi panas bumi Indonesia?

Indonesia memiliki sekitar 40% cadangan panas bumi dunia, namun tingkat pemanfaatan masih di bawah 10%, menyisakan ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Apa keunggulan panas bumi dibanding EBT lain?

Panas bumi menyediakan base-load energy stabil 24/7 yang tidak tergantung cuaca, berbeda dengan surya dan angin yang bersifat intermiten, sehingga cocok untuk backbone listrik nasional.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter