Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG netral ⏱ 6 menit

IHSG 6.037: Reformasi IDX Hapus Floor Price Rp50-Rp1, Danantara Ambil 10% Saham, Rupiah Ditekan 17.913

IHSG 6.037: Reformasi IDX Hapus Floor Price Rp50-Rp1, Danantara Ambil 10% Saham, Rupiah Ditekan 17.913
GoTo IPO at BEI, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons

Pasar modal RI mengalami tiga gempuran reformasi struktural dalam seminggu: IDX menghapus floor price saham Rp50-Rp1 yang memicu volatilitas GoTo anjlok 14%, Danantara berencana beli 5-10% saham IDX dalam demutualisasi, serta rupiah tertekan ke Rp17.913 per USD. IHSG rebound 0,46% ke 6.037.

Jakarta, 3 Oktober 2026 — Reformasi pasar modal Indonesia tiba-tiba mendapatkan gempakannya. Pada satu minggu saja, pasar saham dan mata uang terpaksa menghadapi tiga perubahan struktural: (1) Indonesia Stock Exchange (IDX) menghapus floor price saham rendah dari Rp 50 menjadi Rp 1, memicu volatilitas ekstrem pada saham seperti GoTo; (2) Dana negara sovereign wealth fund Danantara berencana mengambil 5–10% saham IDX sebagai bagian dari demutualisasi bursa; dan (3) rupiah tertekan kembali ke kisaran Rp 17.913 per USD, dipaksa menunggu kebijakan Bank Indonesia (BI). Di tengah gejolak ini, IHSG justru rebound 0,46% ke 6.037, menunjukkan pasar sedang menemukan keseimbangan baru.

Floor Price Rp50 Dihapus: 69 Saham Riah, GoTo Anjlok 14% ke Rp43

📎 Baca Juga

Pada Senin, 28 September 2026, IDX secara resmi menghapus floor price (harga minimum) saham dari kisaran Rp 50 turun ke Rp 1. Langkah ini, yang diumbar sejak Agustus 2026, bertujuan untuk «memberikan akses likuiditas yang lebih baik dan price discovery», menurut pernyataan resmi IDX.

Dampaknya langsung terasa. Dari 69 saham yang berada di bawah Rp 50 dari total 963 saham yang diperdagangkan, sejumlah emiten langsung terjun ke dasar revolusi. GoTo (GOTO) pun menjadi korban utama: saham raksasa ridesharing Gojek-Tokopedia ini anjlok 14% ke Rp 43, setelah sejak Mei terjebak di Rp 50.

Selain GOTO, beberapa emiten lain juga menyentuh auto-rejection limit (ARB) di Rp 43, termasuk PT Lippo Karawaci, PT Repower Asia Indonesia, dan PT Buyung Poetra Sembada. IDX President Director Jeffrey Hendrik menyatakan pasar telah «berreaksi positif» terhadap rollout ini, meski ia mengakui butuh waktu agar saham-saham rendah dapat menemukan «fair value» yang baru.

Sumber: The Jakarta Post, "Stocks plunge as IDX lowers minimum price floor" (28 Sept 2026)

Demutualisasi IDX: Danantara Akan Beli 5-10% Saham

Bukan hanya floor price, struktur kepemilikan IDX juga sedang distrukturkan. Pada Selasa, 2 Oktober 2026, Rosan Roeslani, CEO Danantara (Dana Aset Negara), menyatakan bahwa sovereign wealth fund akan mengambil 5 s/d 10% saham IDX sebagai bagian dari proses demutualisasi — transformasi bursa dari perusahaan kepemilikan anggota (member-owned) menjadi perusahaan swasta yang dimiliki pemegang saham.

Sesuai dengan komisarisnya, Danantara akan bergabung dalam sebuah konsorsium yang dapat secara kolektif memegang 30-40% saham bursa. Rosan menambahkan bahwa peraturan telah dikeluarkan dan «[...] kesempatan ini juga terbuka bagi SWF lain dan investor asing», menegaskan bahwa IDX tidak akan dipusatkan hanya pada kepemilikan negara.

Sumber: The Jakarta Post, "Danantara plans 10% IDX stake purchase" (2 Oct 2026)

Rupiah Ditekan 17.913, BI Turunk Intervensi Spot ke 30%

Sementara itu, rupiah tak dapat lolos dari tekanan eksternal. Ia kembali melintasi Rp 17.913 per USD, dekat dengan level psikologis 18.000, setelah dolar AS mendeskendurkan hampir ke dua bulan tertinggi dan harga minyak melonjak akibat ketegangan AS-Iran di Medan Teluk Hormuz.

BANK INDONESIA (BI), yang pada Agustus lalu mempertahankan suku bunga kebijakan (BI Rate) di 5,75%, tidak meningkatkan sukunya meski Federal Reserve kemarin (hari Kamis, 2 Oktober 2026) justru menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin persen. Dalam sidang Parlemen, Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa BI telah Mengurangi intervensi pasar spot (spot FX) hingga 30% dari total intervensi, karena biaya operasionalnya terlalu tinggi — «intervensi melalui pasar nondeliverable forward (NDF) terbukti lebih efektif sambil mengurangi kebutuhan untuk menggunakan cadangan devisa».

Gubernur Damayanti juga menekankan bahwa investasi di sektor riil perlu ditingkatkan untuk menstabilkan rupiah, sekaligus menunggu dampak yang lebih lanjut dari kebijakan moneter AS.

Sumber: The Jakarta Post, "Rupiah back near 18,000 on strong dollar, high oil price" (28 Sept 2026)

IHSG Rebound 0,46% ke 6.037, Likuiditas Domestik Tembus Tekanan Luar

Di tengah gejolak reformasi ini, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada hari ini rebound 0,46% ke 6.037, sementara LQ45 naik 0,52% ke 595, sesuai data indikator pasar KONTAN (3 Oktober 2026). Volatilitas dari floor price baru saja mulai mereda, dan rupiah spot berada di Rp 17.913 (-0,44%).

Rebound ini didorong oleh aliran dana domestik dan sejumlah buyback saham dari emiten- emiten blue chip, yang secara kolektif dapat menyerap tekanan jual asing yang masih mengalir. Sementara itu, emas (gold) turun tipis 0,08% ke 2.574.000 per gram, mengisyarhatkan pasar sedang menyeimbalkan eksposur risiko eksternal.

Analis pasar menilai momentum rebound IHSG ini masih rapat bergantung pada ketiga faktor struktural di atas: teknibilitas floor price baru, progres demutualisasi IDX, dan kemampuan BI untuk menjaga stabililitas rupiah di tengah gelombang dolar yang tak terduga.

Sumber: KONTAN.co.id — Indikator Pasar (3 Oktober 2026)

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter