Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG netral ⏱ 8 menit

Short Selling Diluncurkan, IHSG Rebound ke 6.081 Bersamaan Data Ekonomi Campuran September

Short Selling Diluncurkan, IHSG Rebound ke 6.081 Bersamaan Data Ekonomi Campuran September
Wikimedia Commons (Flag of Indonesia.svg by Public Domain)

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan kebijakan short selling pada 1 Oktober 2026, sekaligus menjadi penguji pertama bagi konsumsi likuiditas. IHSG yang sempat anjlok 0,83% di akhir September (6.071,14) kemarin rebound 0,16% ke 6.081,09. Di sisi lain, data ekonomi September 2026 mengungkapkan inflasi tahunan 3,28% dan PMI manufaktur naik ke 52,4 — campuran antara tekanan harga dan pemulihan sektor manufaktur. Investor asing konsisten jual saham (net sell Rp1,61 triliun) namun inflow modal asing melalui SRBI dan SBN tetap kuat, mencapai Rp131 triliun. Rupiah tetap tertekan di kisaran Rp17.885 per USD.

Short Selling Resmi Diluncurkan, IHSG Rebound di Pembukaan Oktober

📎 Baca Juga

Pada pagi Kamis, 1 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kebijakan short selling — mekanisme yang memungkinkan investor menjual saham yang belum dimiliki dengan harapan membeli kembali di harga yang lebih rendah. Peluncuran ini sekaligus menjadi momok bagi sejumlah emiten, dengan 500 saham termasuk dalam daftar, di antaranya ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.

IHSG yang dibuka di posisi 6.062,89 lebih rendah dari penutupan sebelumnya akhir September, namun kemudian balik naik 0,16% ke 6.081,09 setelah pelaku pasar menelusuri sentimen domestik. Volume perdagangan tercatat 30,13 miliar saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp14,04 triliun.

Short selling ini menuntut modal minimum Rp50 juta, sekaligus menambah alat heding dan volatilitas pasar. Para analis menilai kebijakan ini dapat memperdalam koreksi pada saham dengan valuasi tinggi, namun sekaligus membuka peluang bagi investor yang memiliki akses data dan risiko management yang baik.

Inflasi September 3,28% YoY: Tekanan Harga Pangan Masih Terasa

Data BPS yang dirilis untuk September 2026 menunjukkan inflasi bulanan naik 0,30%, yang menyebabkan inflasi tahunan (YoY) naik ke 3,28%. Angka ini sejalan dengan proyeksi sebelumnya, meski masih berada di atas target konsensus pasar.

Kontribor positif inflasi September berasal dari kenaikan harga pangan strategis, termasuk beras premium (+10,5% di penggilingan), ikan segar, dan cabai rawit yang mencapai Rp101.550 per kilogram. Pada tingkat yang lebih luas, Kementerian Pertanian mencatatkan tekanan inflasi juga bersumber dari sektor makanan dan transportasi.

Bank Indonesia (BI) pada pertengahan September juga melaporkan bahwa uang beredar M2 tumbuh 8,2% pada Agustus 2026, mencapai Rp10.448,1 triliun. Pertumbuhan ini relatif stabil, tetapi masih perlu pemantauan terhadap tekanan likuiditas akibat arus modal asing.

PMI Manufaktur September Meningkat ke 52,4: Sejumlah Cahaya di sektor Riil

Di sisi yang lebih positif, PMI Manufaktur Indonesia pada September 2026 melompat ke 52,4, level tertinggi sejak Februari 2026. Ini menandakan sektor manufaktur kembali ke zona ekspansi (di atas 50), didorong oleh pemulihan permintaan domestik dan ekspor.

Kementerian Perindustrian menyeindirkan bahwa pemulihan ini didukung oleh kebijakan industri lokal dan stabilitas rantai pasok. Namun, sentimen global yang masih volatil akibat kebijakan suku bunga AS dan ketegangan geo-politik tetap menjadi risiko eksternal bagi ekspor manufaktur Indonesia.

Sementara itu, data neraca perdagangan Bank Indonesia untuk Agustus 2026 masih mencatatkan surplus sebesar US$3,55 miliar, menjadi sinyal bahwa neraca perdagangan komoditas Indonesia relatif kuat meski defisit transaksi berjalan mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah.

Investor Asing Jual Saham Rp1,61 Triliun, Tapi Inflow Modal Asing Tetap Rp131 Triliun

Pada perdagangan 30 September 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,61 triliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp1,56 triliun di pasar reguler dan Rp58,12 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Tekanan ini konsisten dengan pengundikan IHSG sebesar 0,83% pada hari yang sama.

Beberapa saham dengan jual bersih terbesar termasuk BBCA (Rp231,1 miliar), TLKM (Rp225,11 miliar), dan BMRI (Rp205,94 miliar). Di sisi lain, ada 10 saham yang justru diborong asing saat IHSG melemah, menunjukkan adanya selective buying di kalangan investor institusional asing.

Namun, aliran modal asing masih tetap mengalir kuat melalui instrumen utang. Bank Indonesia mencatatkan total inflow modal asing sebesar Rp131 triliun, dengan dominasi dari Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) senilai Rp165,59 triliun. Inflow ke Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp27,51 triliun, sementara outflow dari pasar saham sebesar Rp62,10 triliun.

Yield SRBI turun dari 7,74% ke 6,76% dalam lelang terbaru, sementara spread SBN terhadap US Treasury 10 tahun tetap terjaga di 186 basis poin. Hal ini menjadi daya tarik utama agar aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia meski pasar saham masih melemah.

Aksi Korporat: United Tractors Buyback Rp2 Triliun, AALI Cantumkan Dividen Rp233

Dengan suasana pasar yang masih volatil, beberapa emiten nampaknya lebih memilih untuk menguatkan likuiditas saham melalui aksi korporat. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp2 triliun, yang akan dilaksanakan mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Dana buyback bersumber dari kas internal, tidak dari pinjaman.

Di sisi lain, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menetapkan dividen tunai interim sebesar Rp233 per saham, dengan total pembagian mencapai Rp449,02 miliar — rekor tertinggi sejak 2018. Dividen ini didukung oleh laba bersih AALI pada semester I 2026 yang tumbuh 56,51% YoY menjadi Rp1,10 triliun.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga meraih pengakuan internasional dengan masuk sebagai satu-satunya perusahaan perbankan Indonesia di S&P Global Sustainability Yearbook 2026, mencerminkan komitmen kuat terhadap praktik ESG yang berkualitas.

Rupiah & Dolar AS: Tekanan The Fed dan Geopolitik

Nilai tukar rupiah kemarin dibuka melemah, dengan dolar AS naik ke Rp17.885. Tekanan ini didorong oleh beberapa faktor: kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada September 2026, ketegangan geopolitik yang menyalakan harga minyak, dan defisit transaksi berjalan yang mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah.

Defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 mencapai US$12,5 miliar (3,3% PDB), melebihi rekor sebelumnya pada kuartal II-2013 (US$10,13 miliar). Surplus neraca perdagangan barang menyusut drastis dari US$8,21 miliar pada kuartal I menjadi hanya US$1,32 miliar pada kuartal II 2026. Penyebab utama adalah peningkatan impor barang 23,87% dan defisit neraca jasa yang mencapai US$5,89 miliar — terdalam sejak 2004.

Proyeksi Oktober: IHSG Tembus 7.000? Sorotan pada Pergantian Kepala BI

Menatap ke depan, pasar masih menopog peluang rebound. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyatakan optimisme bahwa IHSG dapat kembali ke level 7.000 pada akhir tahun, didorong oleh reformasi pasar modal dan perubahan kepemimpinan di sektor keuangan.

Pelaksanaan short selling yang baru saja diluncurkan diperkirakan akan menambah volatilitas pasar dalam beberapa minggu ke depan, terutama pada 500 saham yang termasuk dalam daftar. Para analis menyarankan investor beralih ke pemilihan saham (stock picking) di sektor perbankan (BBRI, BMRI dengan yield 12-13%), telco, dan komoditas energi, ketimbang mengikuti gerak indeks secara keseluruhan.

Ketegasan kebijakan moneter The Fed, pergerakan rupiah di kisaran Rp17.800-Rp18.000 per USD, serta laporan keuangan kuartal III 2026 yang akan dirilis oleh sejumlah emiten menjadi tiga faktor kunci yang akan menentukan arah IHSG Oktober nanti.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20261001085333-17-772374/short-selling-dibuka-ihsg-naik-016, https://www.cnbcindonesia.com/market/20261001072322-17-772344/ihsg-ambruk-asing-malah-borong-10-saham-ini, https://www.cnbcindonesia.com/market/20261001095330-17-772390/united-tractor-mau-buyback-saham-senilai-rp-2-triliun, https://www.cnbcindonesia.com/market/20261001081835-17-772355/simak-5-rekomendasi-saham-pilihan-hari-ini, https://www.cnbcindonesia.com/market/20260930154158-17-772207/ri-kebanjira-modal-asing-bi-catat-inflow-rp131-triliun, https://www.cnbcindonesia.com/market/20260930175510-17-772273/pantas-saja-rupiah-susah-menguat-ini-ternyata-biang-kerocknya, https://www.bisnis.com/, https://www.kontan.co.id/, https://www.antaranews.com/ekonomi/