El Nino & Krisis BBM Mengancam Produksi Sawit RI-Malaysia: Harga CPO Bisa Mengetat, Ini Dampaknya ke Saham AALI, LSIP, SIMP
Industri minyak kelapa sawit Indonesia dan Malaysia tengah dihantam dua tekanan supply yang datang bersamaan. Di satu sisi, BMKG memperingatkan fenomena El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat, yang secara historis memangkas produksi tandan buah segar (TBS) baik di Indonesia maupun Malaysia. Di sisi lain, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar sejak pertengahan Juli menghambat aktivitas panen petani di Sumatra dan Kalimantan, bahkan memaksa mereka mengurangi frekuensi pemanenan. Kombinasi risiko penurunan pasokan ini berpotensi mengetatkan harga CPO dunia yang saat ini diperdagangkan di sekitar RM4.677 per ton, sejalan dengan proyeksi MPOC yang melihat harga di kisaran RM4.400-RM4.650 per ton pada Agustus 2026. Artikel ini mengupas data terkini harga CPO, ancaman El Nino, krisis BBM di tingkat pekebun, serta dampaknya terhadap kinerja dan prospek saham emiten sawit seperti AALI, LSIP, SIMP, TAPG, dan DSNG.