Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat Kandungan LTJ, Bahlil Buka Suara: NPI Baru Diolah 40-50% — Ini Dampaknya ke Industri Hilirisasi
Pemerintah bergerak menjawab kekhawatiran pelaku industri atas tersendatnya ekspor sejumlah produk nikel Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan sejumlah pengiriman nickel pig iron (NPI) tertahan karena harus menjalani pengujian tambahan terhadap kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai mineral ikutan sebelum memperoleh izin ekspor. Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (3/8/2026), Bahlil mengakui hasil pengecekan Kementerian ESDM menemukan beberapa produk hasil hilirisasi mineral seperti nikel dan tembaga masih mengandung unsur logam tanah jarang, karena produk-produk seperti NPI baru berada pada tahap pengolahan sekitar 40-50% dan belum merupakan produk akhir. Pemerintah kini memetakan langkah penyelesaian menyeluruh sekaligus menyiapkan mekanisme pengelolaan atau kanalisasi LTJ sebagai mineral ikutan. Artikel ini mengulas kronologi, sikap pemerintah, serta proyeksi dampaknya bagi industri hilirisasi nikel Indonesia dan emiten di bursa.