Global
Yield AS ke 5,26% (19 Tahun Tertinggi) dan Dolar Kuat, IHSG-Rupiah Akhir Pekan Tertekan; Minyak Turun 4%, Emas naik
Pada Selasa 29 September 2026, pasar keuangan global ditutup cenderung merah di tengah tekanan yield obligasi pemerintah AS yang menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun (10 Tahun ~5,26%–5,29%). S&P 500 ditutup di 7.670,84 (-0,17%), Dow Jones di 51.349,92 (-0,26%), Nasdaq di 26.797,54 (-0,09%), sementara mayoritas bursa Asia juga melemah (Nikkei -0,60%, Hang Seng -0,48%). Dolar AS kuat menekukkan rupiah ke dekat level psikologis Rp18.000 (spot Rp17.993, rentang Rp17.960–Rp18.000). Di Jakarta, IHSG ditutup di 6.121,70 (-0,43%) untuk keempat hari berturut turun dengan seluruh 11 indeks sektoral merah. Komoditas bergerak tegas: minyak WTI anjlok 3,9% ke $89, emas naik 1,1% ke $4.214/oz. Bank Indonesia tetap jaga BI Rate 5,75%.