IPO 2026 Kolaps 68% ke Bawah hingga Agustus, Dana Hanya Rp2,16 Triliun vs Rp10,39 Triliun 2025; OJK Tetap Jaga Target Rp250 Triliun
Aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan tajam pada 2026. Hingga akhir Agustus 2026, hanya 7 perusahaan yang berhasil mencatatkan saham dengan total dana Rp2,16 triliun — penurunan 68,2% dalam jumlah dan 79,2% dalam dana dibandingkan periode yang sama pada 2025 (22 perusahaan, Rp10,39 triliun). Rata-rata dana per perusahaan turun dari Rp471,91 miliar menjadi Rp308,76 miliar (-34,6%). OJK menyatakan faktor utama meliputi ketidakpastian geopolitik global dan kualitas keterbukaan informasi calon emiten. Meski demikian, OJK tetap memtargetkan pendanaan pasar modal Rp250 triliun pada 2026, dengan realisasi Rp148,3 triliun (59,3%) hingga 6 September. Tujuh perusahaan masih berada dalam pipeline IPO dengan potensi dana hingga Rp4,02 triliun. Penurunan ini beriringan dengan tekanan pasar global yang menekan IHSG di level 6.036,88 dan yield US Treasury 10 Tahun yang mencapai 5,27%.