Emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), baru saja merampungkan aksi pembelian kembali saham (buyback) yang telah berlangsung sejak 2025. Hingga 30 Juni 2026, perseroan berhasil mengantongi sebanyak 19,7 juta saham treasuri hasil buyback.
Aksi buyback ini menjadi salah satu strategi CUAN dalam menjaga stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar modal, sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa manajemen meyakini valuasi saham perseroan masih berada di bawah nilai intrinsiknya.
Berikut ulasan lengkap mengenai aksi buyback CUAN, strategi ke depan, serta prospek sahamnya di pasar modal Indonesia.
Mekanisme Buyback CUAN dalam Dua Tahap
đ Baca Juga
- Musim Laba Bank Semester I 2026: SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 40%, Maybank (BNII) Cetak Rp698 Miliar di Tengah Bunga Tinggi
- Allo Bank Cetak Laba Bersih Rp130 Miliar di Kuartal II-2026, Naik 14% â Kredit Tembus Rp9,5 Triliun, NIM Capai 10,9%
- GOTO Cetak Laba Bersih Dua Kuartal Beruntun, Bukti Kekuatan Ekosistem
Sekretaris Perusahaan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Robertus Maylando Siahaya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/7/2026) mengungkapkan bahwa pelaksanaan buyback dilakukan sesuai ketentuan Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
Regulasi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan buyback tanpa perlu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam kondisi pasar mengalami fluktuasi signifikan â sebuah kebijakan yang memberikan fleksibilitas lebih besar bagi emiten.
Buyback CUAN dilakukan dalam dua tahap:
Tahap Pertama (Juni 2025): Perseroan membeli 418.400 saham dengan harga rata-rata Rp4.780,29 per saham. Setelah CUAN melakukan aksi pemecahan nilai nominal saham (stock split) pada 11 Juli 2025, jumlah saham hasil buyback tahap pertama disesuaikan menjadi 4.184.000 saham.
Tahap Kedua (hingga 3 Mei 2026): CUAN kembali membeli 15.516.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.553,83 per saham. Harga ini jauh lebih rendah dibanding tahap pertama, mencerminkan penyesuaian harga pasca stock split dan kondisi pasar.
Hingga laporan per 30 Juni 2026, total 19.700.600 saham treasuri yang berhasil dikumpulkan masih tercatat sebagai saham treasuri dan belum dialihkan kepada pihak lain maupun dijual kembali ke pasar.
Strategi Pengalihan Saham Treasuri
Pertanyaan besar yang muncul di kalangan investor adalah: apa yang akan dilakukan CUAN terhadap 19,7 juta saham treasuri tersebut?
Menurut keterangan resmi perseroan, rencana pengalihan saham treasuri â termasuk waktu pelaksanaan RUPS, jadwal keterbukaan informasi, mekanisme pengalihan, serta pihak yang akan menerima pengalihan saham â masih belum ditentukan.
"Sisa saham yang wajib dialihkan kembali tercatat sebanyak 19.700.600 saham. Mengenai tanggal RUPS, jadwal keterbukaan informasi, hingga tata cara dan pihak yang menerima pengalihan saham tersebut saat ini statusnya masih belum ditentukan," ujar Robertus dalam laporan resmi perseroan.
Beberapa opsi yang umumnya tersedia bagi emiten untuk saham treasuri meliputi:
- Hapus buku (capital reduction): Mengurangi modal ditempatkan dan disetor, yang dapat meningkatkan laba per saham (EPS).
- Dijual kembali ke pasar: Biasanya dilakukan saat harga saham dinilai sudah optimal.
- Dialihkan untuk program kompensasi manajemen (MESOP/MSOP): Digunakan sebagai insentif bagi karyawan dan manajemen.
- Dijadikan saham pendamping (pendampingan aksi korporasi lain): Seperti akuisisi atau merger.
Kinerja Saham CUAN di Pasar Modal
Hingga perdagangan sesi I Selasa (21/7/2026), harga saham CUAN tercatat di level Rp690 per saham, naik 2,99% dari perdagangan sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, saham CUAN mencatat kenaikan sebesar 8,66%.
Dalam perdagangan hari yang sama, CUAN juga masuk dalam jajaran top gainers indeks LQ45 bersama AMMN dan ISAT, seiring reli IHSG yang kembali menguat 1,41% ke level 6.319,85 pada sesi I.
Kenaikan harga saham CUAN dalam beberapa hari terakhir tidak lepas dari sentimen positif aksi buyback dan optimisme pasar terhadap prospek bisnis batu bara serta ekspansi energi yang tengah dijalankan Prajogo Pangestu melalui berbagai entitas usahanya.
Profil CUAN: Emiten Batu Bara Prajogo Pangestu
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merupakan salah satu emiten batu bara yang berada di bawah naungan grup Prajogo Pangestu, konglomerat Indonesia yang juga dikenal sebagai pemilik PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
CUAN fokus pada bisnis pertambangan batu bara dan energi terintegrasi. Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2023 dan sejak itu menjadi salah satu saham yang diperhatikan investor ritel dan institusi.
Dalam jangka panjang, prospek CUAN juga dipengaruhi oleh strategi grup dalam transisi energi, di mana Prajogo Pangestu telah mengembangkan berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur pendukungnya.
Prospek Buyback bagi Investor
Dari sudut pandang investor, aksi buyback umumnya dianggap sebagai sentimen positif karena:
- Mengurangi pasokan saham yang beredar di pasar, yang secara teoritis dapat mendukung kenaikan harga.
- Meningkatkan EPS karena laba bersih dibagi dengan jumlah saham beredar yang lebih sedikit.
- Sinyal kepercayaan manajemen bahwa harga saham sedang undervalued.
- Fleksibilitas korporasi untuk melakukan aksi lanjutan seperti pengalihan saham ke mitra strategis.
Pada akhirnya, aksi buyback CUAN yang telah mengumpulkan 19,7 juta saham selama dua tahun terakhir menunjukkan komitmen manajemen dalam menjaga stabilitas harga dan nilai pemegang saham. Langkah ini menjadi katalis positif di tengah reli IHSG yang tengah berlangsung.
