Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG positif ⏱ 5 menit

IHSG Meroket Tembus Level 6.430, BI Rate Ditahan di 5,75% Jadi Katalis Utama

IHSG Meroket Tembus Level 6.430, BI Rate Ditahan di 5,75% Jadi Katalis Utama
Wikimedia Commons / IDX Composite

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,51% ke level 6.430,15 pada perdagangan Kamis (23/7/2026), ditopang keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% serta aksi beli asing yang mencapai Rp164 miliar di sesi I. Saham sektor energi dan konglomerasi menjadi motor utama penguatan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Indeks berhasil melesat 1,51% dan ditutup di level 6.430,15, menembus level psikologis 6.400 yang telah dinantikan pelaku pasar sejak awal pekan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun ikut membengkak signifikan seiring dengan melonjaknya harga saham-saham unggulan.

Katalis utama dari penguatan ini datang dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% pada bulan Juli 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 22-23 Juli 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan BI akan mempertahankan sikap hawkishnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Kepala Ekonom beberapa bank investasi menilai bahwa keputusan BI untuk tetap mempertahankan suku bunga di 5,75% menunjukkan optimisme terhadap prospek inflasi yang tetap terkendali. Inflasi Indonesia saat ini diperkirakan berada dalam rentang target BI sebesar 1,5%-3,5%, memberikan ruang bagi bank sentral untuk tidak perlu melakukan pengetatan moneter lebih lanjut.

Selain faktor suku bunga, aksi beli asing (foreign net buy) juga menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Data mencatat bahwa investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp164 miliar di sesi I perdagangan hari ini. Saham-saham konglomerasi kembali menjadi incaran utama, seiring dengan membaiknya sentimen pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Saham-saham grup BUMI dan emiten konglomerasi lainnya mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Sektor energi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG, didorong oleh kenaikan harga komoditas global terutama minyak dan batu bara. Sektor properti juga turut mendorong indeks lebih tinggi, dengan beberapa emiten properti lapis pertama mencatatkan penguatan di atas 3%.

Dari sisi makroekonomi, optimisme bankir Singapura terhadap perekonomian Indonesia turut menyemarakkan sentimen positif. Beberapa bank investasi asing merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan perbaikan kinerja ekspor komoditas.

Volume transaksi pada hari ini tercatat cukup tinggi, dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp11,9 triliun sepanjang sesi. Hal ini mengindikasikan partisipasi pasar yang kuat, baik dari investor domestik maupun asing.

Sementara itu, nilai tukar rupiah masih menunjukkan pergerakan mixed. Rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp17.890-Rp17.936 per dolar AS, sejalan dengan pergerakan mata uang Asia yang bervariasi. Meskipun demikian, tekanan terhadap rupiah relatif terbatas berkat intervensi BI dan kebijakan stabilisasi yang konsisten.

Analis teknikal memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya dalam jangka pendek, dengan level resisten berikutnya di 6.500 dan support di 6.350. Namun demikian, investor tetap diminta waspada terhadap potensi koreksi teknikal setelah reli yang cukup panjang ini.

Secara historis, IHSG memiliki kecenderungan positif di bulan Juli. Data 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa IHSG tumbuh positif di bulan Juli, dan proyeksi tahun 2026 pun masih optimistis sejalan dengan momentum penguatan yang terjadi saat ini.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: CNBC Indonesia, Kontan