Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG netral ⏱ 3 menit

IHSG Terperosok di Akhir Sesi: Sempat Sentuh 6.566, Berbalik Koreksi Tipis ke 6.518 Jelang Penutupan

IHSG Terperosok di Akhir Sesi: Sempat Sentuh 6.566, Berbalik Koreksi Tipis ke 6.518 Jelang Penutupan
IDX Composite / Wikimedia Commons

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis di level 6.518,12 pada perdagangan Jumat (28/8/2026), setelah sempat melesat ke level tertinggi 6.566,90 pada awal sesi. Sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,83%, ditopang BBCA, BBRI, dan MORA. Nilai transaksi tercatat Rp14,86 triliun, sementara investor asing membukukan net sell Rp125,08 miliar di sesi I meski tetap borong saham perbankan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan hasil yang bercampur. Indeks sempat menguat cukup signifikan di awal perdagangan, namun momentum tersebut tak mampu bertahan hingga lonceng penutupan dibunyikan. IHSG berbalik tertekan di penghujung sesi dan ditutup melemah tipis.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup di level 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026), turun 3,63 poin atau 0,06% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.521,75. Indeks dibuka di level 6.535,72 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 6.566,90 sebelum berbalik arah. Pada titik terendahnya, IHSG sempat menyentuh 6.495,74 sebelum akhirnya ditutup di zona koreksi tipis.

Aksi Jual Jelang Penutupan, Volume Tetap Ramai

📎 Baca Juga

Jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 290 saham ditutup menguat, 348 saham melemah, dan 325 saham lainnya stagnan. Meski indeks berakhir melemah, aktivitas perdagangan tetap ramai. Nilai transaksi hari itu mencapai Rp14,86 triliun dengan volume transaksi sebanyak 33,30 miliar saham serta frekuensi perdagangan mencapai 1,97 juta kali.

Sektor Keuangan Jadi Penopang Utama, Kesehatan Tertekan

Dari sisi sektoral, empat sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor keuangan menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,83%, disusul sektor teknologi yang naik 0,62%, konsumer non-primer yang menguat 0,41%, dan sektor industri yang naik 0,23%. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam yakni 1,76%, diikuti sektor energi yang turun 1,07%.

Investor domestik dan asing tampak beralih ke saham-saham defensif dan perbankan. Sektor keuangan berkontribusi kuat berkat kinerja saham-saham bank besar yang konsisten menjadi penopang indeks sepanjang sesi.

BBCA, BBRI, dan MORA Pimpin Penguatan; BYAN Pemberat

Dari jajaran saham yang menjadi penopang IHSG, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan kontribusi positif terbesar sebesar 7,05 poin, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 6,22 poin, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 5,87 poin. Selanjutnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 3,93 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,48 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 2,46 poin.

Di sisi lain, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 7,37 poin. Tekanan juga datang dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 3,04 poin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) sebesar 2,77 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,38 poin, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 1,79 poin.

Asing Net Sell Tapi Diam-Diam Borong Saham Bank

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai foreign buy sepanjang sesi I mencapai Rp2,08 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp2,21 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net sell Rp125,08 miliar di seluruh pasar.

Namun di balik angka jual bersih tersebut, investor asing justru gencar memborong saham-saham perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dibeli bersih asing dengan nilai mencapai Rp358,24 miliar. Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net buy Rp89,86 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp80,86 miliar. Saham perbankan lain seperti BBRI dan BBNI juga masuk jajaran teratas dengan net buy masing-masing Rp28,23 miliar dan Rp25,34 miliar.

Di sisi lain, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp134,90 miliar, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp87,85 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp62,62 miliar, dan AMMN Rp44,86 miliar.

Prospek Pekan Depan: Masih Konsolidasi dengan Dukungan Bank

Pola perdagangan yang sama berulang sepanjang pekan ini, di mana perbankan menjadi andalan utama sementara asing melakukan rotasi keluar dari saham-saham berisiko tinggi seperti sektor energi dan komoditas. Koreksi tipis dengan nilai transaksi di atas Rp14 triliun menunjukkan minat investor tetap tinggi meski indeks tidak mampu bertahan di zona hijau.

Dengan dukungan kuat dari sektor keuangan dan derasnya pembelian asing pada saham bank (net buy BBCA Rp358 miliar), fundamental sektor perbankan dinilai mampu menjadi jangkar stabilitas indeks. Namun pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan nilai tukar dan sentimen global menjelang pembukaan pekan depan, mengingat ketidakpastian masih membayangi sektor kesehatan dan energi yang menjadi pemberat hari ini.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kenapa IHSG bisa berbalik melemah di akhir sesi padahal sempat menguat kuat?

IHSG memang sempat menyentuh level tertinggi 6.566,90 di awal sesi, namun momentum penguatan itu tergerus menjelang penutupan karena tekanan jual, khususnya dari saham-saham sektor kesehatan, energi, dan sejumlah emiten berkapitalisasi besar seperti BYAN yang menjadi pemberat utama (-7,37 poin). Jumlah saham yang melemah (348) juga lebih banyak dari yang menguat (290).

Apa saja saham yang menopang IHSG pada perdagangan 28 Agustus 2026?

Saham-saham perbankan dan telekomunikasi menjadi penopang utama. BBCA memberi kontribusi positif terbesar sebesar 7,05 poin, diikuti BBRI sebesar 6,22 poin dan MORA sebesar 5,87 poin. VKTR menyumbang 3,93 poin, BMRI 3,48 poin, dan BBNI 2,46 poin.

Bagaimana aksi investor asing pada sesi ini?

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai foreign buy sepanjang sesi I mencapai Rp2,08 triliun sementara foreign sell mencapai Rp2,21 triliun, sehingga asing membukukan net sell Rp125,08 miliar di seluruh pasar. Namun investor asing justru ramai memborong saham bank: BBCA mencatat net buy Rp358,24 miliar, BMRI Rp80,86 miliar, BBRI Rp28,23 miliar, dan BBNI Rp25,34 miliar. Adapun saham yang paling banyak dilepas asing adalah GOTO Rp134,90 miliar, BUMI Rp87,85 miliar, dan INET Rp62,62 miliar.

Sektor mana yang paling menguat dan paling melemah?

Empat sektor ditutup di zona hijau. Sektor keuangan menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,83%, disusul sektor teknologi yang naik 0,62%, konsumer non-primer 0,41%, dan industri 0,23%. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam yakni 1,76%, diikuti sektor energi yang turun 1,07%.

Apa arti koreksi tipis ini bagi prospek IHSG pekan depan?

Koreksi tipis 0,06% dengan nilai transaksi Rp14,86 triliun menunjukkan pasar masih dalam fase konsolidasi. Dukungan kuat dari sektor keuangan dan derasnya pembelian asing pada saham bank (net buy BBCA Rp358 miliar) menjadi sinyal positif, meski ada rotasi keluar dari sektor kesehatan dan energi. Pelaku pasar tetap perlu mencermati sentimen global dan arah nilai tukar menjelang pekan depan.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter