Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG positif ⏱ 5 menit

IHSG Bertengger di 6.548 Jelang Akhir Pekan, Asing Diam-Diam Borong Saham Bank BBCA & BMRI

IHSG Bertengger di 6.548 Jelang Akhir Pekan, Asing Diam-Diam Borong Saham Bank BBCA & BMRI
Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat 0,42% ke level 6.548,86 pada perdagangan sesi I Jumat (28/8/2026), sekaligus mengonfirmasi posisi indeks di atas level psikologis 6.500. Menariknya, di tengah momentum positif itu investor asing justru membukukan net sell Rp125,08 miliar, namun diam-diam mengakumulasi saham-saham perbankan dan emiten besar. BBCA menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG dengan net foreign buy Rp358,24 miliar, diikuti BMRI, BBRI, BBNI, dan TPIA. Artikel ini mengupas data pergerakan IHSG, aksi beli asing di saham bank, serta sentimen yang menggerakkan pasar akhir pekan ini.

Pasar saham Indonesia kembali menghijau di tengah sentimen positif akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 27,11 poin atau 0,42% ke level 6.548,86 pada perdagangan sesi I Jumat, 28 Agustus 2026. Penguatan ini sekaligus mengonfirmasi posisi indeks yang kembali nyaman bertengger di atas level psikologis 6.500, setelah sehari sebelumnya melesat 1,81% ke 6.521,75.

Yang menarik, reli ini justru berjalan di tengah aksi jual investor asing. Dibalik kenaikan indeks, terdapat pola akumulasi yang jelas: investor asing diam-diam memborong saham-saham perbankan, terutama yang berkapitalisasi besar, sembari melepas saham teknologi dan komoditas tertentu.

IHSG Sesi I: Dipimpin BBCA, Energi dan Teknologi Jadi Penopang

📎 Baca Juga

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I Jumat (28/8/2026) IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.566,90 dan terendah 6.518,45. Sebanyak 343 saham tercatat menguat, 290 saham melemah, dan 330 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp7,78 triliun dengan volume 21,05 miliar saham dan frekuensi 1,13 juta kali.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berada di zona hijau. Sektor energi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,46%, disusul teknologi naik 1,41% dan finansial 0,92%. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,07%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 11,75 poin terhadap IHSG, berada di level 6.525. Diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 10,50 poin dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MTEL) 9,79 poin. Perbankan lain ikut menopang: BBRI (4,66 poin), VKTR (3,60 poin), BMRI (1,74 poin), dan BBNI (1,4 poin). Tekanan terbesar datang dari SRAJ, AMMN, BRMS, SMMA, dan UNTR.

Asing Net Sell Rp125 Miliar, tapi Diam-Diam Borong Saham Bank

Meski IHSG menguat, investor asing mencatatkan net foreign sell Rp125,08 miliar di seluruh pasar pada sesi I. Nilai foreign buy mencapai Rp2,08 triliun, sementara foreign sell Rp2,21 triliun.

Namun yang menonjol adalah arah akumulasi asing. Mengutip data Stockbit Sekuritas, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dibeli bersih asing dengan nilai Rp358,24 miliar. Berikut daftar saham dengan net foreign buy terbesar sesi I:

  • BBCA (Bank Central Asia) - Rp358,24 miliar
  • TPIA (Chandra Asri Pacific) - Rp89,86 miliar
  • BMRI (Bank Mandiri) - Rp80,86 miliar
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia) - Rp28,23 miliar
  • DSSA (Dian Swastatika Sentosa) - Rp25,61 miliar
  • BBNI (Bank Negara Indonesia) - Rp25,34 miliar
  • CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) - Rp17,77 miliar
  • VKTR - Rp10,86 miliar
  • DMAS (Puradelta Lestari) - Rp9,32 miliar
  • CMRY (Cisarua Mountain Dairy) - Rp8,77 miliar

Pola ini mempertegas bahwa investor asing tengahrotasi ke saham perbankan berkapitalisasi besar setelah beberapa hari sebelumnya menjadi sasaran jual. Tiga dari empat saham bank terbesar dalam negeri (BBCA, BMRI, BBRI) masuk daftar akumulasi teratas sesi I.

Saham yang Dilepas Asing: GOTO Paling Besar

Di sisi lain, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan net foreign sell Rp134,90 miliar. Berikut lainnya:

  • GOTO (GoTo) - Rp134,90 miliar
  • BUMI (Bumi Resources) - Rp87,85 miliar
  • INET (Sinergi Inti Andalan Prima) - Rp62,62 miliar
  • AMMN (Amman Mineral) - Rp44,86 miliar
  • ISAT (Indosat) - Rp33,93 miliar
  • BRMS (Bumi Resources Minerals) - Rp33,60 miliar
  • ASII (Astra International) - Rp24,73 miliar
  • ARCI (Archi Indonesia) - Rp24,63 miliar
  • DEWA (Darma Henwa) - Rp21,61 miliar
  • EMAS (Merdeka Gold Resources) - Rp20,17 miliar

Terlihat profit taking terjadi di saham komoditas dan tambang, menyusul reli panjang harga batu bara dan energi yang tengah memanas akibat eskalasi Rusia-Ukraina. Investor asing tampak memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan di posisi tersebut dan mengalihkannya ke perbankan yang dinilai lebih murah dan defensif.

Sentimen: Kepastian Bos BI Baru hingga Pidato The Fed

Sentimen domestik utama pekan ini adalah persetujuan Komisi XI DPR atas Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031, yang memberi kepastian kepada pasar mengenai kesinambungan kebijakan moneter. Kepastian susunan pimpinan baru BI ini turut menopang rupiah yang ditutup menguat 0,17% ke Rp17.685/US$ pada Jumat (28/8/2026), membalikkan pelemahan Kamis.

Sentimen juga datang dari pasar yang mencermati perkembangan RUU Perampasan Aset yang ditargetkan rampung Desember 2026, serta pidato pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 64% The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Prospek: Level 6.500 Kini Jadi Pijakan Baru

Setelah kembali merebut level 6.500, IHSG kini bertengger di 6.548,86 dan kembali menantikan level tertinggi 6.566,90 yang sempat disentuh sesi I. Rotasi asing ke saham perbankan dinilai positif untuk keberlanjutan indeks, karena bank merupakan tulang punggung bobot IHSG.

Para analis mencermati bahwa akumulasi asing di BBCA, BMRI, dan BBRI berpotensi berlanjut selama kepastian kebijakan moneter dan suku bunga tetap terarah. Namun investor tetap perlu mewaspadai aksi profit taking di saham komoditas dan volatilitas dari pidato The Fed yang dapat memengaruhi rupiah dan arus dana asing.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Di level berapa IHSG ditutup pada sesi I Jumat 28 Agustus 2026?

IHSG ditutup menguat 27,11 poin atau 0,42% ke level 6.548,86 pada sesi I Jumat (28/8/2026). Indeks sempat menyentuh tertinggi 6.566,90 dan kembali bertahan di atas level psikologis 6.500.

Apakah investor asing membeli atau menjual saham pada 28 Agustus 2026?

Secara keseluruhan asing mencatatkan net foreign sell Rp125,08 miliar di seluruh pasar (foreign buy Rp2,08 triliun vs foreign sell Rp2,21 triliun). Namun mereka justru mengakumulasi saham bank: BBCA net buy Rp358,24 miliar, BMRI Rp80,86 miliar, BBRI Rp28,23 miliar, dan BBNI Rp25,34 miliar.

Kenapa asing diam-diam borong saham bank saat IHSG menguat?

Investor asing mengalihkan dana ke sektor perbankan yang dinilai lebih murah dan defensif, sembari melakukan profit taking pada saham komoditas dan tambang yang sempat reli. BBCA menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG dengan tambahan 11,75 poin.

Saham apa saja yang paling banyak dilepas asing pada 28 Agustus 2026?

GOTO menjadi yang paling besar dilepas dengan net foreign sell Rp134,90 miliar, disusul BUMI Rp87,85 miliar, INET Rp62,62 miliar, AMMN Rp44,86 miliar, dan ISAT Rp33,93 miliar.

Apa sentimen yang menggerakkan IHSG akhir pekan ini?

Utamanya kepastian Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031 yang disetujui Komisi XI DPR, serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Rupiah ikut menguat 0,17% ke Rp17.685/US$.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: CNBC Indonesia - IHSG Sesi 1 Ditutup Naik 0,42%, Parkir di Level 6.548,86 (28 Agustus 2026), CNBC Indonesia - Asing Masih Net Sell di Sesi 1, tapi Pelan-Pelan Borong Saham Bank (28 Agustus 2026), CNBC Indonesia - Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685 (28 Agustus 2026), CNBC Indonesia - IHSG Bangkit, Asing Terciduk Malah Kompak Lego 10 Saham Ini (28 Agustus 2026), CNBC Indonesia - Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Melejit (28 Agustus 2026), CNBC Indonesia - IHSG Dibuka Menguat 0,21% ke Level 6.535, OTW Happy Weekend? (28 Agustus 2026)