Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG netral ⏱ 5 menit

IHSG Naik 0,94% Sepekan, Asing Net Sell Rp 3,75 Triliun — GOTO dan Bank Besar Terjual

IHSG Naik 0,94% Sepekan, Asing Net Sell Rp 3,75 Triliun — GOTO dan Bank Besar Terjual
Gedung Bursa Efek Indonesia (Menara Mandiri), foto oleh Bursa Efek Indonesia, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,03% ke 6.093,75 pada Jumat (9/10/2026), naik 0,94% sepanjang minggu, namun investor asing mencatatkan arus keluar bersih sebesar Rp 3,75 triliun yang dipimpin saham GOTO (Rp 1,45 triliun) dan saham big caps perbankan.

Pasat saham Jakarta, 10 Oktober 2026 — Pasar saham Indonesia menampilkan kontras minggu ini: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis, namun arus keluar modal asing tidak terhenti. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG ditutup menguat 1,03% ke 6.093,75 pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Sepanjang minggu, IHSG menguat sebesar 0,94%. Di sisi lain, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 3,75 triliun di seluruh pasar — artinya, kekuatan indeks tidak mencerminkan aliran masuk asing. Kontras ini memicu pertanyaan: apakah kenaikan IHSG berkelanjutan, atau sekadar refleks profit-taking domestik di tengah tekanan valuta asing?

IHSG dan Quote Riil Hari Ini — Ringkasan Pasar

📎 Baca Juga

Pada kuotasi riil KONTAN, IDX Composite (IHSG) berada di 6.094, naik 62,48 poin (+1,04%). Indeks sektoral juga menguat: LQ45 naik 8,03 poin (+1,35%) ke 602, KOMPAS100 naik 10,40 poin (+1,34%) ke 785, sementara IDX30 dan IDX80 menyusul. Valuta asing relatif stabil: USD/IDR diperdagangkan di 17.918, melemah 15,00 poin (-0,08%), sementara harga emas batangan mencapai Rp 2.592.000 per lusin (+0,78%). Kombinasi ini menunjukkan pasar yang ditopang sentimen domestik meski likuiditas asing mengalir keluar.

Asing Net Sell Rp 3,75 Triliun Sepekan — GOTO dan Bank Besar Dominan

Kendati IHSG menguat 0,94%, investor asing justru mencatatkan arus keluar bersih sebesar Rp 3,75 triliun selama sepekan, peroleh data BEI via RTI Business. Penyumbang terbesar adalah sejumlah saham large cap — terutama sektor teknologi dan perbankan. Berikut 10 saham net sell terbesar asing selama sepekan:

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 1,45 triliun — kini sudah berada di bawah gocap (harga patokan IPO), sehingga arus jual ini cukup wajar setelah run-up yang kuat.
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 297,08 miliar
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 274,54 miliar
  4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 240,57 miliar
  5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 154,24 miliar
  6. PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 134,04 miliar
  7. PT Singaraja Putra Tbk (SINI): Rp 119,67 miliar
  8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp 75,85 miliar
  9. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 75,61 miliar
  10. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Rp 62,77 miliar

Konsentrasi net sell pada GOTO dan empat bank besar (Mandiri, BRI, BCA, BSI) yang secara bersama-sama menyumbangkan lebih dari Rp 2 triliun dari total Rp 3,75 triliun — menegaskan bahwa asing sedang melakukan profit-taking pada saham-saham yang sudah lama melepas diri.

Mengapa Asing Jual, Sementara IHSG Naik? Dinamika Kontradiksi

Jawaban terbaik terletak pada perbedaan likuiditas dan sentimen. Pertama, profit-taking asing: pasca rally teknologi dan keuangan yang kuat sejak awal tahun, asing memanfaatkan rebound untuk menjual keuntungan — terutama GOTO yang sudah berada di bawah gocap. Kedua, sentimen domestik kuat: berdasarkan rekap pasar sepekan Bisnis.com, IHSG naik 0,94% dengan MORA pimpin daftar saham top leaders, mengisyaratkan adanya aliran dana domestik atau dana pensiun masuk ke saham blue chip. Ketiga, valuasi masih menjanjikan: dengan yield obligasi pemerintah yang relatif tinggi, perbandingan valuasi saham tetap ketat sehingga investor lokal rela menambah posisi meski asing keluar.

Reformasi Pasar Modal OJK 90% — Sentimen Domestik Tertopang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menyatakan bahwa progres reformasi pasar modal mencapai 90% dan concern MSCI sudah terjawab. Artinya, langkah-langkah pembuka pasar modal — pelebaran akses emisi, transparansi pelaporan, dan liberalisasi sektor jasa keuangan — sudah menurunkan risiko pengawasan pasar saham Indonesia. Hal ini menjelaskan mengapa sentimen domestik tahan dan IHSG tetap naik meski outflow asing masih tercatat besar. Dengan concern MSCI terjawab, pelaku pasar dapat melihat Indonesia dalam proyeksi yang lebih baik — yang jangka panjang bisa kembali mengundang aliran masuk, meski pada minggu ini asing justru jual.

Valuta dan Komoditas: Rupiah dan Emas Hari Ini

Pada kuotasi riil, USD/IDR berada di 17.918, melemah 15,00 poin atau -0,08% — menandakan tekanan pada rupiah relatif terbatas. Di sisi lain, harga emas batangan naik Rp 20.000 ke Rp 2.592.000 per lusin (+0,78%), mencerminkan permintaan emas sebagai safe-haven yang masih mendukung. Kombinasi rupiah stabil dan emas naik memberi lantaran yang cukup solid bagi pasar modal, walaupun investor asing tetap cair.

Peringatan: Apa yang Perlu Diwaspadai Selanjutnya?

  • Arus keluar asing yang masih besar (Rp 3,75 triliun) bisa menjadi beban jika bertahan lebih lama.
  • Sentimen domestik ditopang progres reformasi pasar modal OJK 90% dan masuknya dana pensiun/Investor lokal.
  • Perhatikan level IHSG: penutupan di 6.093,75 masih di atas puncak awal minggu (~6.038), sehingga tren harian tetap positif; namun butuh konfirmasi ke atas 6.146 untuk menguatkan.
  • GOTO kini di bawah gocap; rebound butuh sentimen positif sektor teknologi.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter