Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG positif ⏱ 5 menit

IHSG Reli 9 Hari Berturut-turut ke 6.340, Asing Borong Saham — Ini Faktor Pendorongnya

IHSG Reli 9 Hari Berturut-turut ke 6.340, Asing Borong Saham — Ini Faktor Pendorongnya
Wikimedia Commons

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat reli 9 hari beruntun, melesat dari 5.912 pada 9 Juli ke 6.340 pada 21 Juli 2026 — kenaikan lebih dari 7% dalam 9 hari perdagangan. Faktor utama pendorongnya adalah aksi beli asing di saham-saham blue chip, ekspektasi suku bunga BI yang akomodatif, dan sentimen global yang membaik. Pada perdagangan 22 Juli, IHSG mengalami koreksi tipis ke 6.317. Simak analisis lengkapnya berikut ini.

IHSG Reli 9 Hari Berturut-turut ke 6.340, Asing Borong Saham — Ini Faktor Pendorongnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat performa impresif sepanjang pertengahan Juli 2026. Dalam 9 hari perdagangan beruntun sejak 9 Juli hingga 21 Juli 2026, IHSG melesat dari level 5.912 ke puncak 6.340 — mencerminkan kenaikan lebih dari 7% (sekitar 428 poin) hanya dalam 9 sesi. Ini menjadi rangkaian reli terpanjang sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data Yahoo Finance, IHSG ditutup di level 6.316,72 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, terkoreksi tipis 0,37% dari level tertingginya sehari sebelumnya. Namun secara keseluruhan, indeks masih bertengger nyaman di zona hijau dengan kenaikan mingguan yang solid.

Lantas, apa yang mendorong reli bersejarah ini? Berikut analisis lengkapnya.

Aksi Beli Asing jadi Motor Utama

Salah satu pendorong terkuat reli IHSG adalah aksi borong saham oleh investor asing. Sepanjang pekan ketiga Juli 2026, asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) di sejumlah saham blue chip. Saham-saham seperti ANTM (Aneka Tambang), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), dan MDKA (Merdeka Copper Gold) menjadi incaran utama.

Berdasarkan laporan dari Kontan, MDKA, WIFI, dan ANTM tercatat sebagai top gainers di indeks LQ45 pada perdagangan 22 Juli 2026. Khusus untuk ANTM, saham BUMN tambang ini bahkan disebut-sebut menjadi "buruan asing" di tengah tren kenaikan harga komoditas nikel dan emas.

Ekspektasi Suku Bunga BI yang Akomodatif

Sentimen positif juga datang dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level yang akomodatif dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan digelar akhir Juli 2026. Suku bunga yang rendah mendorong likuiditas masuk ke pasar saham karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi dibanding instrumen pendapatan tetap.

Sentimen Global Mendukung

Dari sisi global, bursa saham Asia Pasifik mencatat penguatan dalam sepekan terakhir. Wall Street juga menguat didukung oleh rebound saham-saham teknologi dan semikonduktor. Investor global tengah menanti laporan keuangan raksasa teknologi seperti Alphabet dan Intel, serta data inflasi AS yang menjadi indikator penting arah kebijakan The Fed ke depan.

Top Gainers LQ45 yang Patut Dicermati

Beberapa saham yang mencatat kenaikan signifikan selama periode reli IHSG antara lain:

  • ANTM (Aneka Tambang Tbk): Saham tambang pelat merah ini menjadi favorit asing berkat prospek cerah harga emas dan nikel.
  • MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk): Emiten tambang emas ini konsisten masuk jajaran top gainers LQ45.
  • WIFI (Solusi Sinergi Digital Tbk): Sektor teknologi mulai kembali dilirik setelah sempat tertekan.
  • ASII (Astra International Tbk): Meski lebih banyak dijual asing di akhir sesi, saham konglomerasi ini tetap solid.
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk): Saham perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar ini terus diburu investor.
Prediksi IHSG ke Depan

Analis memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.400 - 6.500, dengan catatan sentimen global tetap kondusif dan data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Faktor-faktor yang perlu dicermati ke depan antara lain:

  1. Hasil RDG BI pada akhir Juli — keputusan suku bunga akan mempengaruhi aliran modal asing.
  2. Laporan keuangan emiten kuartal II-2026 — musim laporan laba akan menjadi katalis pergerakan saham individual.
  3. Perkembangan geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tersebut masih membayangi pasar global.
  4. Nilai tukar Rupiah — Rupiah yang stabil di kisaran Rp17.905 per dolar AS menjadi fondasi kokoh bagi IHSG.
Namun demikian, investor tetap perlu waspada. Reli panjang biasanya diikuti oleh koreksi wajar (profit taking). IHSG yang sempat menyentuh 6.340 dan terkoreksi ke 6.317 pada sesi berikutnya mengindikasikan aksi ambil untung mulai terjadi.

---

FAQ Seputar IHSG Reli Juli 2026

Apa yang menyebabkan IHSG reli 9 hari berturut-turut? Faktor utama adalah aksi beli asing di saham blue chip, ekspektasi suku bunga BI tetap rendah, sentimen global yang positif dari penguatan Wall Street, serta prospek komoditas tambang yang cerah.

Berapa kenaikan IHSG selama 9 hari tersebut? IHSG naik dari 5.912 (9 Juli) ke 6.340 (21 Juli), atau sekitar 428 poin — kenaikan lebih dari 7% dalam 9 hari perdagangan.

Saham apa saja yang menjadi top gainers selama reli? ANTM, MDKA, dan WIFI tercatat sebagai top gainers LQ45. ANTM menjadi buruan asing karena prospek tambang emas dan nikel.

Apakah IHSG akan terus naik? Analis memproyeksikan potensi kenaikan ke 6.400 - 6.500, tetapi koreksi wajar (profit taking) bisa terjadi sewaktu-waktu setelah reli panjang. Investor disarankan mencermati hasil RDG BI dan laporan keuangan emiten.

Bagaimana prospek rupiah terhadap dolar AS? Rupiah diperkirakan stabil di kisaran Rp17.900 - Rp18.000 per dolar AS, mendukung stabilitas pasar modal domestik.

Apa risiko utama yang perlu diwaspadai? Ketegangan geopolitik Timur Tengah, kenaikan inflasi AS yang bisa memicu sikap hawkish The Fed, dan potensi aksi ambil untung setelah reli panjang.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Kontan.co.id, Liputan6.com, Yahoo Finance