Jakarta, 14 Juli 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan pada perdagangan Selasa (14/7/2026), melanjutkan reli yang dimulai sehari sebelumnya. IHSG dibuka naik 19,92 poin atau 0,33% ke level 6.057,76, setelah pada Senin (13/7) ditutup menguat 1,92% ke 6.037,84.
Katalis utama penguatan ini adalah keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook tetap stabil. Keputusan ini menjadi kejutan positif karena sebelumnya pasar khawatir S&P akan menurunkan outlook Indonesia.
"Ini adalah bukti kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global," demikian pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo merespons keputusan S&P.
Penguatan IHSG dan Pergerakan Sektor
Pada pembukaan sesi I, sebanyak 286 saham menguat, 63 saham melemah, dan 274 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp284,68 miliar dengan volume 366,68 juta saham dalam 113.187 kali transaksi. Emiten paling ramai ditransaksikan adalah BBCA, TPIA, BBRI, BMRI, dan BUMI.
Secara sektoral, 9 dari 11 sektor ditutup di zona positif pada perdagangan Senin, dipimpin oleh:
- Sektor Basic Industry: naik 2,96%
- Sektor Infrastruktur: naik signifikan
- Sektor Keuangan: ditopang saham perbankan
Satu-satunya sektor yang melemah adalah sektor Health yang turun 0,26%, sementara sektor Consumer Non-Cyclicals bergerak mixed.
Rupiah Stagnan di Rp18.100
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka stagnan di level Rp18.100/US$ pada perdagangan Selasa (14/7). Posisi ini relatif tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya di mana rupiah melemah 0,30%.
Indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak stabil di level 101,241. Sentimen positif dari keputusan S&P membantu meredam pelemahan rupiah lebih lanjut, meskipun tekanan dari penguatan dolar AS dan ketegangan geopolitik Timur Tengah masih membayangi.
S&P dalam laporannya memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp17.700/US$ pada tahun ini, asumsi yang lebih optimis dibandingkan level saat ini.
Rekomendasi Saham dari Analis
Menyusul penguatan IHSG, PT Mega Capital Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati:
- Sektor Perbankan (BMRI, BBRI, BBNI) – Diuntungkan oleh prospek suku bunga dan likuiditas yang membaik
- Sektor Basic Industry – Menjadi sektor dengan penguatan terbesar
- Sektor Energi – Terangkat oleh kenaikan harga minyak global
S&P Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026
Dalam laporan yang dirilis bersamaan dengan keputusan rating, S&P Global Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1% pada tahun 2026. Proyeksi ini didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, belanja infrastruktur pemerintah, serta hilirisasi sumber daya alam.
S&P juga memberikan catatan kepada pemerintah Indonesia terkait pentingnya menjaga disiplin fiskal, mengelola defisit APBN, dan melanjutkan reformasi struktural untuk mempertahankan daya tarik investasi.
Meski demikian, pasar masih menunggu keputusan dari lembaga pemeringkat lain, yaitu Moody's dan Fitch Ratings, yang dijadwalkan akan merilis penilaian mereka dalam waktu dekat. Faktor geopolitik global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik 10% dalam 2 hari terakhir, tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
