Investor Global Kurangi Eksposur Saham Teknologi, Dana Keluar Capai Rekor US$9,3 Miliar
đ Baca Juga
- Musim Laba Bank Semester I 2026: SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 40%, Maybank (BNII) Cetak Rp698 Miliar di Tengah Bunga Tinggi
- Allo Bank Cetak Laba Bersih Rp130 Miliar di Kuartal II-2026, Naik 14% â Kredit Tembus Rp9,5 Triliun, NIM Capai 10,9%
- GOTO Cetak Laba Bersih Dua Kuartal Beruntun, Bukti Kekuatan Ekosistem
Dana investasi yang berfokus pada sektor teknologi mencatat arus keluar (outflow) terbesar sepanjang sejarah sebesar US$9,3 miliar pada pekan lalu. Kondisi ini mencerminkan langkah investor yang mulai mengurangi eksposur terhadap saham, khususnya di sektor teknologi, setelah reli yang berlangsung cukup panjang.
Posisi Investasi Berdasarkan Analis Deutsche Bank
Dalam laporan terbarunya, analis Deutsche Bank yang dipimpin oleh Parag Thatte menyebutkan bahwa posisi investasi secara keseluruhan kini berada sedikit di bawah level netral. Investor diskresioner (discretionary investors) tercatat mulai mengambil posisi underweight, sementara strategi investasi sistematis masih mempertahankan posisi overweight dalam jumlah terbatas.
Di kelompok strategi sistematis, alokasi saham dari dana volatility control masih berada pada tingkat moderat. Sementara itu, posisi investasi Commodity Trading Advisors (CTA) masih berada di kisaran atas dibandingkan rentang historisnya.
Penurunan Posisi di Hampir Seluruh Sektor
Deutsche Bank juga mencatat bahwa penurunan posisi investasi terjadi di hampir seluruh sektor. Saham-saham teknologi dan kelompok mega-cap growth kini bergeser menjadi sedikit di bawah level netral. Pergeseran tersebut sejalan dengan rekor arus keluar dana dari sektor teknologi yang terjadi pekan lalu.
Secara keseluruhan, dana saham global mengalami arus keluar sebesar US$5 miliar. Dana yang berfokus pada pasar Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar dengan arus keluar mencapai US$8,5 miliar.
Pergeseran ke Portofolio Internasional dan Instrumen Lain
Di sisi lain, dana investasi global yang lebih terdiversifikasi justru mencatat arus masuk (inflow) sebesar US$14,4 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai mengalihkan investasinya dari saham teknologi AS yang terkonsentrasi menuju portofolio internasional yang lebih beragam.
Pada instrumen pendapatan tetap, dana obligasi masih mencatat arus masuk sebesar US$16,6 miliar, meskipun menjadi laju inflow paling rendah dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, dana pasar uang mengalami arus keluar sebesar US$25,5 miliar, mengindikasikan bahwa investor mulai mengurangi kepemilikan kas meski tetap bersikap hati-hati terhadap pasar saham.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan adanya reposisi portofolio oleh investor global di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi yang dinilai sudah cukup tinggi setelah mengalami kenaikan signifikan sejak awal tahun. Rekor arus keluar dari dana teknologi menjadi sinyal bahwa sentimen pasar terhadap sektor ini mulai berubah.
