Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menorehkan kinerja positif hingga 30 Juni 2026. Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,59 triliun atau tumbuh 84,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp3,58 triliun.
Kinerja Keuangan Semester I-2026
đ Baca Juga
- Laba Astra Internasional (ASII) Semester I-2026 Rp12,53 Triliun, Turun 19,22% â Ini Analisis Kinerja Blue Chip Konglomerasi
- Musim Laba Bank Semester I 2026: SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 40%, Maybank (BNII) Cetak Rp698 Miliar di Tengah Bunga Tinggi
- Allo Bank Cetak Laba Bersih Rp130 Miliar di Kuartal II-2026, Naik 14% â Kredit Tembus Rp9,5 Triliun, NIM Capai 10,9%
Akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total aset yang kini mencapai Rp186,33 triliun atau meningkat 53,9% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp121,1 triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp155,1 triliun atau naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp101,5 triliun.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini menunjukkan bahwa Pegadaian berhasil memanfaatkan momentum ekonomi nasional dan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Strategi Bank Emas Dorong Ekspansi
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus bertransformasi menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," ujar Damar dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Pegadaian menghadirkan portofolio produk Layanan Bank Emas (Bullion Services) terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini.
Selain fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbaik di Indonesia.
Digitalisasi dan Inovasi Layanan
"Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian," tambah Damar.
Aplikasi Tring! menjadi salah satu kanal digital yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan Pegadaian secara mudah, mulai dari gadai, investasi emas, hingga pembiayaan lainnya. Digitalisasi layanan ini menjadi kunci pertumbuhan Pegadaian di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat.
Prospek ke Depan
Dengan capaian semester I-2026 yang impresif, Pegadaian optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun. Ekspansi layanan Bank Emas dan penguatan ekosistem digital diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan, seiring dengan meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi emas.
Sebagai BUMN di bawah Kementerian BUMN, Pegadaian terus memperkuat perannya dalam mendukung inklusi keuangan nasional, terutama di segmen masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan akses pembiayaan yang cepat dan mudah.
Pertumbuhan laba Pegadaian yang mencapai 84,4% ini menjadi salah satu kinerja terbaik di antara perusahaan pembiayaan BUMN, menunjukkan bahwa bisnis gadai dan bank emas memiliki prospek yang cerah di Indonesia.
