Neraca Dagang RI Surplus US$3,53 Miliar April 2026, Tiongkok Tetap Tujuan Ekspor Utama
đ Baca Juga
- AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen, Intervensi Bersama Pertama Sejak 2011 â Apa Dampaknya ke Rupiah dan Pasar Global?
- Harga Minyak Tembus US$100 per Barel! Ini Dampaknya ke IHSG, Rupiah, APBN & Saham Energi - Analisis Lengkap
- Eskalasi Timur Tengah: Iran Serang Kuwait & Bahrain, IHSG Justru Rally 4,24% â Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Rupiah, dan Proyeksi Pekan Depan
Emiten.org - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada April 2026, baik termasuk maupun tanpa migas, masing-masing bernilai US$25,30 miliar dan US$24,15 miliar.
Sementara itu, impor termasuk dan tanpa migas masing-masing tercatat senilai US$25,21 miliar dan US$20,62 miliar. Dengan komposisi tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 termasuk migas mencatat surplus US$0,09 miliar, sedangkan tanpa migas surplus mencapai US$3,53 miliar.
Dibandingkan April 2025, nilai ekspor termasuk migas naik 21,98 persen, sementara ekspor tanpa migas naik lebih tinggi yaitu 23,36 persen.
Berdasarkan negara tujuan, tiga tujuan ekspor nonmigas utama Indonesia pada April 2026 adalah Tiongkok dengan nilai US$6,26 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,88 miliar, dan Jepang US$1,28 miliar.
Impor Masih Didominasi Bahan Baku
Dari sisi impor, nilai impor termasuk migas naik sekitar 22,49 persen dan impor tanpa migas naik 14,11 persen dibandingkan April 2025. Struktur impor April 2026 masih didominasi oleh bahan baku dengan nilai US$18,65 miliar, naik 24,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$14,97 miliar.Sumber: Publikasi 30 juni 2026 Badan Pusat Statistik (BPS), Indikator Ekonomi April 2026, Volume 57 Nomor 6 Tahun 2026.
