Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Rupiah & BI negatif ⏱ 7 menit

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI — IHSG Melemah, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI — IHSG Melemah, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$
Wikimedia Commons - Gedung Bank Indonesia

Perry Warjiyo secara mengejutkan mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti langsung ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Pengumuman ini memicu reaksi pasar: IHSG ditutup melemah 0,17% ke 6.185,77 dan nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp 18.000 per dolar AS.

Pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 16.30 WIB, IHSG ditutup melemah 10,64 poin (0,17%) ke level 6.185,77. Pelemahan ini terjadi setelah pengumuman mengejutkan: Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Keputusan tersebut langsung memicu ketidakpastian di pasar keuangan, mendorong nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.

Pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung BI, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2026). Surat pengunduran diri telah diterima Presiden Prabowo Subianto pada 26 Juli 2026 dengan alasan pribadi (personal reasons).

Kronologi dan Proses Suksesi

Perry Warjiyo resmi menyampaikan surat pengunduran diri ke Istana pada 25 Juli 2026. Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo telah menerima surat tersebut pada hari Minggu (26/7). Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI yang kosong langsung diisi oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, yang secara otomatis menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.

Destry Damayanti sendiri bukan figur baru di Bank Indonesia. Sebelum menjabat Deputi Gubernur Senior, ia telah memiliki pengalaman panjang di bank sentral dan pernah menjabat sebagai anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukannya sebagai Pjs Gubernur BI disebut sebagai langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Proses untuk menentukan Gubernur BI definitif akan dimulai oleh Presiden. Bank Indonesia akan membuka pendaftaran calon Gubernur, yang kemudian akan dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebelum namanya diajukan ke DPR.

Stabilitas Nilai Tukar Jadi Prioritas

Pasca-pengumuman, Destry Damayanti langsung bergerak cepat untuk menenangkan pasar. Ia ditemui setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan dan menyampaikan bahwa kebijakan moneter BI tidak akan berubah.

"Untuk market, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," tegas Destry.

Ia menekankan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama kebijakan Bank Indonesia. "Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini," tambahnya.

Bank Indonesia dipastikan akan tetap berada di pasar melalui intervensi, baik lewat pasar NDF maupun DNDF. Destry juga menyampaikan bahwa keputusan BI untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada bulan Juli 2026 diharapkan dapat mendorong capital inflow ke pasar keuangan Indonesia.

Reaksi Pasar: IHSG dan Rupiah

Pasar keuangan Indonesia langsung merespons negatif pengumuman ini. IHSG pada perdagangan Senin (27/7/2026) ditutup melemah 10,64 poin (0,17%) ke level 6.185,77. Sepanjang hari, indeks saham sempat bergerak volatil di rentang 6.144-6.219.

Volume transaksi tercatat mencapai 27,75 miliar saham dengan turnover Rp 12,15 triliun dan frekuensi 1.818.403 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan 147 saham stagnan.

Dari sisi pelemahan jangka panjang, IHSG tercatat masih melemah 18,84% secara tiga bulanan dan 29,29% secara enam bulanan, serta minus 9,46% secara year-to-date (YtD).

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali terdepresiasi ke level Rp 18.000. Berdasarkan data Investing, pada pukul 18.12 WIB dolar AS menguat 130,4 basis poin (0,73%) menjadi Rp 18.038. Data Bloomberg mencatat dolar AS di level Rp 18.009.

Pandangan Ekonom

Direktur INDEF Esther Sri Astuti menilai pengunduran diri Gubernur BI akan berdampak signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, peristiwa ini berpotensi mempengaruhi persepsi investor terhadap independensi Bank Indonesia dan kredibilitas pemerintah di mata investor global.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa mundurnya Perry Warjiyo tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter