Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Rupiah & BI positif ⏱ 5 menit

Rupiah Menguat ke Rp17.685 di Akhir Pekan, Kepastian Gubernur BI Kalahkan Penguatan Dolar AS

Rupiah Menguat ke Rp17.685 di Akhir Pekan, Kepastian Gubernur BI Kalahkan Penguatan Dolar AS
Uang kertas 100000 Rupiah / Wikimedia Commons

Rupiah menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (28/8/2026), terapresiasi 0,17% ke level Rp17.685 per dolar AS, membalikkan pelemahan pada Kamis (27/8). Penguatan ini menarik karena terjadi di saat indeks dolar AS (DXY) justru menanjak ke 99,17 dan greenback menguat sekitar 0,35% sepanjang pekan. Sentimen domestik dari kepastian Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI 2026-2031 dinilai mampu mengimbangi tekanan global, sementara pelaku pasar menanti pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole.

Rupiah memetik hasil positif di akhir pekan. Pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda terapresiasi 0,17% ke level Rp17.685 per dolar AS, sekaligus membalikkan pelemahan pada Kamis (27/8) ketika rupiah ditutup terdepresiasi 0,11% ke posisi Rp17.715 per dolar AS.

Rupiah sempat dibuka menguat tipis 0,03% ke level Rp17.710 per dolar AS, lalu menambah penguatannya sekitar 25 poin hingga penutupan. Yang menarik, penguatan ini terjadi di tengah indeks dolar AS (DXY) yang justru menguat. Pada pukul 15.00 WIB, DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau naik tipis 0,02% ke level 99,174.

Dolar AS Menanjak, Rupiah Tetap Bertahan di Zona Hijau

📎 Baca Juga

Secara teknikal, dolar AS sepanjang pekan ini sebenarnya tengah dalam tren penguatan. Greenback menguat sekitar 0,35% sepanjang pekan, membalikkan penurunan 0,83% pada pekan sebelumnya. Penguatan dolar tersebut berpotensi membatasi ruang apresiasi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Namun, rupiah sepanjang perdagangan Jumat tetap mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan. Kondisi ini menunjukkan ada katalis domestik yang cukup kuat untuk melawan tekanan eksternal, terutama dari kepastian pimpinan baru bank sentral.

Sentimen Domestik: Kepastian Gubernur BI Menopang Rupiah

Sentimen domestik dari kepastian calon pemimpin baru Bank Indonesia (BI) dinilai mampu mengimbangi tekanan dari penguatan dolar AS. Komisi XI DPR RI telah menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031 melalui musyawarah mufakat pada Kamis (27/8/2026).

"Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031," kata Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Destry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026.

Selain Destry, Komisi XI DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai calon Deputi Gubernur BI. Penetapan ketiganya selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026). Setelah mendapat persetujuan serta terbit keputusan presiden, mereka akan dilantik di Mahkamah Agung.

Kepastian susunan pimpinan baru BI memberi kejelasan kepada pasar mengenai kesinambungan kebijakan moneter dan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah transisi kepemimpinan.

Sinyal Eksternal: Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole

Dari sisi eksternal, pasar tengah menantikan pidato Ketua The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat waktu setempat. Pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS, terutama di tengah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah yang turut memperketat kondisi keuangan global.

Pembacaan atas nada kebijakan The Fed tersebut akan ikut menentukan arah pergerakan dolar AS dan mata uang emerging market, termasuk rupiah, pada pekan depan. Jika Warsh membuka ruang penurunan suku bunga, tekanan terhadap rupiah bisa mereda. Sebaliknya, sikap hawkish berpotensi menguatkan dolar AS.

Pasar Saham Juga Menguat, Sektor Finansial Pimpin

Penguatan rupiah sejalan dengan laju IHSG yang kembali ke zona hijau. Pada sesi I Jumat (28/8/2026), IHSG menguat 0,42% ke level 6.548,86, setelah sebelumnya melesat 1,81% ke 6.521,75 pada perdagangan Kamis. Sektor finansial menjadi salah satu pendorong utama, dengan sebagian saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi sasaran akumulasi investor asing.

Kombinasi rupiah yang stabil dan IHSG yang menguat memperkuat narasi membaiknya daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor, baik domestik maupun asing, memasuki era kepemimpinan baru Bank Indonesia.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Di level berapa rupiah ditutup pada Jumat 28 Agustus 2026?

Rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.685 per dolar AS berdasarkan data Refinitif. Rupiah dibuka menguat 0,03% ke Rp17.710 dan menambah penguatan sekitar 25 poin hingga penutupan.

Apa yang membuat rupiah menguat meski dolar AS menanjak?

Rupiah tetap menguat karena sentimen domestik berupa kepastian Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI 2026-2031 dinilai mampu mengimbangi tekanan eksternal dari penguatan indeks dolar AS (DXY) yang naik tipis ke 99,17.

Bagaimana pergerakan dolar AS sepanjang pekan ini?

Dolar AS menguat sekitar 0,35% sepanjang pekan, membalikkan penurunan 0,83% pada pekan sebelumnya. Penguatan greenback berpotensi membatasi ruang apresiasi mata uang emerging market termasuk rupiah.

Apa kaitan kepastian Gubernur BI dengan stabilitas rupiah?

Kepastian Destry Damayanti sebagai Gubernur BI memberikan kejelasan soal kesinambungan kebijakan moneter dan komitmen menjaga stabilitas rupiah, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan menopang nilai tukar.

Sentimen global apa yang sedang dinantikan pasar pekan ini?

Pasar menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga AS, yang turut menentukan pergerakan dolar AS dan rupiah pekan depan.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter