Rotasi Saham AI Global Berlanjut, Sentimen ke Pasar Indonesia Menguat
đ Baca Juga
Fenomena rotasi saham artificial intelligence (AI) di pasar global mulai berdampak ke Bursa Efek Indonesia. Setelah investor global sebelumnya membanjiri saham pengembang chip AI seperti Nvidia, AMD, dan TSMC, kini terjadi pergeseran ke saham-saham yang mengaplikasikan AI di sektor enterprise, ritel, dan media. Hal ini membuka peluang baru bagi emiten teknologi Indonesia.
Dampak ke Indeks Saham Teknologi Indonesia
Indeks saham teknologi IDXTECH mencatatkan pergerakan fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir. Menurut riset Kiwoom Sekuritas, indeks saham teknologi sempat menguat ke level 6.511 didorong sentimen positif dari penguatan saham teknologi global, meskipun koreksi sempat terjadi akibat aksi jual besar-besaran pada saham chip AI global.
Namun rotasi saham AI global yang berlanjut dinilai positif untuk emiten teknologi Indonesia yang berfokus pada adopsi AI di sektor riil, bukan pada pengembangan chip atau hardware yang notabene minim eksposur di dalam negeri.
Emiten Teknologi yang Berpotensi Diuntungkan
Beberapa emiten teknologi Indonesia diproyeksikan mendapatkan angin segar dari rotasi ini:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengintegrasikan AI dalam platform e-commerce dan layanan on-demand mereka. Teknologi machine learning untuk personalisasi rekomendasi produk dan optimalisasi rute logistik menjadi fokus utama.
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melalui mitra-mitranya di daerah, mulai mengadopsi AI untuk membantu UMKM dalam analisis data penjualan dan manajemen inventori.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) berinvestasi di berbagai perusahaan AI dan data analytics melalui anak usahanya, memperkuat posisi di ekosistem media digital dan teknologi kesehatan.
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebagai perusahaan jasa TI melihat peningkatan permintaan solusi AI enterprise dari korporasi di Indonesia. Permintaan cloud computing dan infrastruktur AI terus meningkat.
Adopsi AI Enterprise di Indonesia Semakin Masif
Investasi teknologi AI di Indonesia mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2026. Banyak perusahaan dari sektor finansial, ritel, dan manufaktur mulai mengimplementasikan AI untuk efisiensi operasional. Tokenisasi saham berbasis AI di Indonesia juga mencatat pertumbuhan 106% dalam kepemilikan investor menurut data Bittime.
Rotasi saham AI global ini dinilai sebagai momentum yang tepat bagi investor untuk mulai melirik saham teknologi Indonesia. Valuasi saham-saham teknologi lokal yang sudah terkoreksi signifikan sepanjang 2025-2026 membuat harga saat ini dinilai menarik.
Prospek Sektor Teknologi Semester II 2026
Analis memperkirakan sektor teknologi Indonesia berpotensi bangkit pada semester II 2026 seiring dengan membaiknya sentimen global. Katalis positif meliputi potensi penurunan suku bunga global, peningkatan belanja TI korporasi, dan percepatan digitalisasi di sektor pemerintahan.
Namun investor tetap perlu mencermati risiko yang ada, termasuk potensi koreksi lanjutan saham teknologi global, pelemahan rupiah, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang bisa menekan belanja iklan digital.
