Sektor Telekomunikasi Bangkit, IHSG Sektoral Infrastruktur Terangkat
đ Baca Juga
Saham sektor telekomunikasi Indonesia mencatatkan penguatan signifikan memasuki Juli 2026. Tiga emiten raksasa â PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) â menunjukkan performa positif didorong oleh pertumbuhan pendapatan data dan ekspansi infrastruktur digital.
Laporan keuangan kuartal I 2026 menunjukkan bahwa pendapatan dari sektor data dan digital menjadi kontributor utama pertumbuhan. Masyarakat Indonesia yang semakin digital-native mendorong konsumsi data yang terus meningkat setiap tahunnya.
TLKM: Ekspansi Data Center dan 5G Jadi Motor Pertumbuhan
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar telekomunikasi tanah air. Melalui anak usaha Neuron, TLKM mengembangkan kapasitas data center di berbagai kota strategis seperti Jakarta, Batam, dan Surabaya. Permintaan layanan cloud dan data center meningkat signifikan seiring dengan percepatan transformasi digital perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Di sisi jaringan seluler, Telkomsel â anak usaha TLKM â terus memperluas coverage 5G ke kota-kota tier-2 dan tier-3. Rencana ekspansi jaringan fixed broadband melalui IndiHome juga masih berjalan, meskipun persaingan dengan provider lain seperti MyRepublic dan Biznet semakin ketat.
Analis memperkirakan pendapatan TLKM di tahun 2026 berpotensi tumbuh 8-10% year-on-year didorong oleh segmen digital business yang berkontribusi lebih besar terhadap bottom line.
ISAT: Sinergi Ooredoo-Hutchison Mulai Terlihat
PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menuai hasil dari merger Ooredoo dan Hutchison yang rampung beberapa tahun lalu. Sinergi operasional menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan, tercermin dari peningkatan EBITDA margin di kuartal I 2026.
Indosat juga agresif menggarap segmen fixed broadband melalui merek Indosat HiFi dan memperkuat layanan B2B untuk korporasi. Kolaborasi dengan penyedia konten digital seperti penyedia layanan streaming dan game online memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan pendapatan data.
Strategi Indosat untuk menjadi "AI Native Telco" juga mulai membuahkan hasil dengan implementasi kecerdasan buatan dalam operasional jaringan dan layanan pelanggan yang meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna.
EXCL: Fokus pada B2B dan Transformasi Digital
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengambil pendekatan berbeda dengan fokus pada segmen enterprise dan korporasi (B2B). Layanan XL Business Solutions mencakup konektivitas khusus, solusi IoT untuk industri, dan layanan managed services untuk perusahaan.
Ekspansi jaringan 4G dan 5G di area industri dan kawasan ekonomi khusus menjadi strategi utama EXCL untuk menggarap segmen B2B. Perusahaan juga menjajaki kemitraan dengan operator global untuk menyediakan layanan roaming dan konektivitas internasional yang lebih baik.
XL juga mengembangkan ekosistem digital melalui XL Axiata Digital Services yang mencakup fintech, e-commerce, dan layanan kesehatan digital.
Persaingan Harga dan Regulasi Tarif Jadi Tantangan
Meski prospek cerah, sektor telekomunikasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan harga yang ketat antar operator untuk mendapatkan pelanggan baru terus menekan ARPU (Average Revenue Per User). Regulasi pemerintah terkait tarif interkoneksi dan kewajiban universal service obligation (USO) juga perlu dicermati.
Selain itu, kebutuhan investasi besar untuk ekspansi 5G dan infrastruktur data center membebani belanja modal (capex) perusahaan. Namun, dengan arus kas yang kuat dan tingkat utang yang terkendali, ketiga emiten dinilai mampu mendanai ekspansi tanpa mengorbankan profitabilitas.
Prospek Saham Telekomunikasi Semester II 2026
Secara umum, prospek saham sektor telekomunikasi di semester II 2026 cukup positif. Katalis utama meliputi: pertumbuhan konsumsi data yang terus meningkat, ekspansi 5G yang lebih masif, pengembangan bisnis data center dan cloud, serta potensi dividen yang menarik dari TLKM.
Dari sisi valuasi, saham TLKM yang saat ini diperdagangkan pada PE ratio sekitar 12-13x dinilai masih wajar dibandingkan rata-rata historisnya. ISAT dan EXCL menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi namun dengan risiko yang juga lebih besar.
