Rupiah Melemah Balik Tembus Rp18.000, DXY Berhenti di Level Psikologis 100 — Ini Pemicu dan Prospeknya
Rupiah membalik arah pada pembukaan perdagangan Selasa (4/8/2026) setelah dua hari beruntun menguat. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali sesi dengan terdepresiasi 0,11% ke posisi Rp18.000/US$ dari penutupan sebelumnya di level Rp17.980. Pelemahan ini terjadi di tengah kebangkitan indeks dolar AS (DXY) yang menguat 0,11% ke posisi 100,001 pada pukul 09.00 WIB, kembali menembus level psikologis 100 setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi terendah dalam satu setengah bulan. Kendati rupiah terkoreksi di pembukaan, panggung makro domestik justru penuh kabar positif: PMI manufaktur naik ke zona ekspansi 50,2, inflasi melandai ke 2,88%, dan BI menegaskan komitmen menjaga stabilitas dengan mempertahankan BI Rate di 5,75% serta intervensi di pasar valas. Artikel ini mengupas lengkap pemicu pelemahan rupiah, sikap otoritas, serta proyeksi pergerakan jangka pendek di tengah ketidakpastian global.