Rupiah Menguat 2 Hari Beruntun ke Rp17.980, Ditopang Deflasi Juli yang Melandai ke 2,88% — Bisa Lanjut?
Rupiah kembali ditutup di zona hijau pada awal pekan ini. Mengutip data Refinitiv, mata uang Garuda terapresiasi tipis 0,06% ke posisi Rp17.980/US$ pada Senin (3/8/2026), memperpanjang momentum penguatan dua hari beruntun usai lolos dari level psikologis Rp18.000/US$. Katalis datang dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat deflasi 0,14% secara bulanan (mtm) pada Juli 2026, lebih baik dari perkiraan, dengan inflasi tahunan melandai ke 2,88% dari 3,34% pada Juni. Dari eksternal, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,12% ke 99,79 setelah Jepang dan AS melakukan intervensi bersama menopang yen. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pun menilai kondisi fiskal, moneter, dan keuangan RI tetap terjaga. Artikel ini mengulas pergerakan rupiah, data deflasi Juli, intervensi yen, hingga prospek nilai tukar ke depan.