IHSG
Asing Net Sell Rp1,7 Triliun di September, Tapi TINS Naik 20%: Paradoks IHSG di Tengah Tekanan Yield AS dan Rupiah Menuju Rp18.000
IHSG ditutup melemah 0,90% ke 6.241,89 pada Jumat (25/9/2026), dengan koreksi 3,09% sepanjang minggu. Tekanan berasal dari yield US Treasury 10 Tahun yang mencapai 5,2% (tertinggi sejak 2007), rupiah yang melemah ke Rp17.916 per dolar AS, dan dolar asing yang keluar dari pasar emergen. Meski demikian, saham PT Timah (TINS) justru menguat 20,35% dalam sebulan hingga Rp4.850 per saham, ditopang pemulihan produksi tambang (bijih naik 75%, logam naik 58% YoY). Rupiah yang melemah menambah tekanan pada emiten dengan utang berdenominasi dolar AS, sementara BEI menyuspend 72 saham yang gagal menyampaikan laporan keuangan kuartal I 2026.