Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IPO & Korporat positif ⏱ 6 menit

Adhi Karya Jual Saham JSMR Kepada SMI Rp1,76 Triliun, IHSG Rebound 6.094 dan Rupiah Stabil di Rp17.875

Adhi Karya Jual Saham JSMR Kepada SMI Rp1,76 Triliun, IHSG Rebound 6.094 dan Rupiah Stabil di Rp17.875
Bursa Efek Indonesia (Gedung BEI) / CC BY-SA 4.0 / Wikimedia Commons

PT Adhi Karya (ADHI) menjual 47,18 persen saham Jasamarga Jogja Solo (JMJ) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp1,76 triliun sebagai bagian dari strategi asset recycling BUMN di bawah Danantara. Di pasar modal, IHSG rebound 1,04 persen ke 6.094,35 pada 9 Oktober sementara Bank Indonesia berhasil menarik inflow dana asing US$8 miliar lewat insentif biaya hedging, menjaga BI Rate 5,75% dan menstabilkan rupiah di Rp17.875 per USD.

Jakarta, 9 Oktober 2026 -- Pasar saham Indonesia menampilkan kehangkatan meski angin global cenderung lesu. Di tengah tekanan yield AS, kenaikan harga minyak, dan capital flight, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 1,04 persen ke level 6.094,35 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di 5,75 persen dan berhasil menarik inflow dana asing sebesar US$8 miliar lewat insentif biaya hedging. Di lapisan korporat, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menggemaukan posisi keuangannya dengan menjual 47,18 persen saham Jasamarga Jogja Solo (JMJ) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp1,76 triliun — langkah nyata dalam strategi asset recycling BUMN di bawah pengawasan Danantara.

Divestasi JSMR Senilai Rp1,76 Triliun, Bagian dari Asset Recycling BUMN

📎 Baca Juga

Adhi Karya (ADHI) dan SMI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJB) pada 30 September 2026 untuk divestasi seluruh kepemilikan saham JMJ sebesar 1.714.808 lembar saham, setara dengan 47,18 persen dari modal ditempuh yang beredar. Nilai transaksi divestasi yang disepakati mencapai Rp1,76 triliun, sementara nilai pasar 47,18 persen tersebut diperkirakan sebesar Rp1,73 triliun berdasarkan laporan penilaian independen.

JMJ (Jasamarga Jogja Solo) adalah badan usaha yang mengelola konsesi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo. Ruas Kartasura–Klaten sudah beroperasi komersial sejak 9 November 2024, sementara ruas Klaten–Prambanan mulai beroperasi pada 6 Agustus 2025. Saat ini, struktur kepemilikan JMJ terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 52,82 persen dan ADHI sebesar 47,18 persen. Pasca-transaksi, SMI akan menguasai seluruh saham JMJ milik ADHI, sehingga ADHI tidak lagi memiliki kepemilikan di perusahaan tol tersebut.

Adhi Karya menjelaskan, divestasi ini merupakan bagian dari strategi penataan portofolio investasi dan penguatan kondisi keuangan perseroan, sekaligus mendukung arahan strategis PT Danantara Asset Management (DAM) untuk menyehatkan keuangan BUMN karya. Dana hasil divestasi direncakan untuk membayar utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mendanai kegiatan usaha lainnya sesuai prioritas. Adhi Karya juga mempertimbangkan prospek JMJ yang masih berada pada matahari terbit — perusahaan konsesi tol baru ini diproyeksikan mencatatkan kerugian pada awal operasional akibat pendapatan tol yang belum optimal seiring volume lalu lintas.

IHSG Rebound 1,04% ke 6.094, Dipengaruhi Sektor Infrastruktur dan Material

IHSG berhasil rebound kuat pada Jumat (9/10). Indeks dibuka di 6.058,42, sempat mencapai puncak 6.112,88, lalu menutup di 6.094,35 — naik 63,07 poin atau +1,04 persen. Pemulihan ini mengimbangi sebagian koreksi 1,88 persen pada Kamis (8/10) yang menurunkan IHSG ke 6.031,28. Dari sisi likuiditas, volume perdagangan tercatat 303,55 juta lot saham dengan nilai transaksi Rp6,85 triliun.

Tiga sektor menjadi andalan rebound: infrastruktur (+1,3 persen), material dasar (+1,8 persen), dan industri (+2,03 persen). Saham-saham penguat IHSG pada hari ini antara lain BBCA, AMMN, TLKM, BBRI, dan MORA, sementara tekanan datang dari BYAN, GOTO, GEMS, **ENRG**, dan **MPRO**.

BI Tak Ikut The Fed, Imbau Inflow Asing US$8 Miliar lewat Insentif Hedging

Di tengah gejolak yield obligasi AS dan ketegangan Timur Tengah, Bank Indonesia memilih tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di 5,75 persen, tidak mengikuti kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan keputusan ini didasari pada pendekatan forward-looking: BI sudah lebih dulu menaikkan suku bunga pada Mei–Juni 2026 sebagai antisipasi, dan kini beralih ke instrumen non-tradisional untuk mengelola aliran modal.

Strategi BI kini berupa insentif biaya hedging sebesar 30 persen untuk pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan 25 persen untuk transaksi swap — kebijakan yang diperbarui pada Rapat Dewan Gubernur September 2026. Sejak diluncurkan pada Juni 2026, insentif ini berhasil mencatatkan inflow modal asing sebesar US$8 miliar serta "durian runtuh" sebesar 200 juta yen. Dampaknya, rupiah sempat menguat ke level psikologis Rp17.500 pada September lalu.

Pada perdagangan Jumat (9/10), rupiah ditutup di Rp17.875 per USD, menguat 0,08 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.890. Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,11 persen ke 102,025. Untuk mengantisipasi gejolak global, BI juga menerapkan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan memberi pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 2 persen bagi perbankan yang tetap menyalurkan kredit.

Aset dan Liabilitas: Defisit APBN 1,24% PDB, Subsidi Naik 54% YoY

Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB — on track dengan target yang disesuaikan. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun sementara belanja negara Rp2.660,5 triliun. Realisasi subsidi dan kompensasi hingga September mencapai Rp376,8 triliun (84,3% alokasi), naik 54,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp244,6 triliun) seiring tekanan harga minyak.

Sentimen pasar pada 9 Oktober dipengaruhi tiga faktor: perkembangan konsumsi domestik, ketahanan pasar tenaga kerja AS, dan risiko harga energi global. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September sebesar 118,1 — sedikit turun dari 118,5 pada Agustus, namun tetap di atas 100 yang berarti konsumen secara keseluruhan masih optimis. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026, menenangkan pasar yang khawatir akan kenaikan harga minyak Brent yang sudah tembus lebih dari US$104 per barel.

FAQ

Berapa nilai dan persentase divestasi JSMR oleh Adhi Karya?
Adhi Karya menjual 1.714.808 saham Jasamarga Jogja Solo (JMJ) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp1,76 triliun, setara dengan 47,18 persen dari total saham yang beredar. Perjanjian ditandatangani 30 September 2026 dengan target penyelesaian 30 November 2026.
Apa tujuan divestasi JSMR bagi Adhi Karya?
Divestasi ini adalah bagian dari strategi asset recycling di bawah arahan Danantara untuk menyehatkan keuangan BUMN karya. Dana hasil divestasi akan membayar utang berbunga, modal kerja, dan kebutuhan usaha lain. Sehkaligus membatasi dampak potensi kerugian JMJ terhadap kinerja keuangan ADHI.
Bagaimana performa IHSG pada 9 Oktober 2026?
IHSG menutup di 6.094,35 pada 9 Oktober 2026, naik 63,07 poin atau +1,04 persen, memulihkan sebagian koreksi 1,88 persen di hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat 303,55 juta lot dengan nilai transaksi Rp6,85 triliun.
Apa kebijakan BI yang menstabilkan rupiah di tengah tekanan global?
BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen dan tak mengikuti kenaikan The Fed, berhasil menggaet inflow dana asing US$8 miliar lewat insentif biaya hedging (30% DNDF, 25% swap). Pada 9 Oktober, rupiah ditutup di Rp17.875 per USD sementara DXY melemah ke 102,025.
Apa yang dimaksud dengan 'higher for longer' dan dampaknya pada Indonesia?
Istilah 'higher for longer' menggambarkan suku bunga global yang tinggi dalam jangka lama akibat inflasi global, defisit fiskal AS yang hampir 6 persen, dan ketegangan geopolitik. Efeknya: capital flight to quality ke dolar AS, tekanan yield obligasi AS, dan kenaikan harga minyak Brent ke lebih dari US$104 per barel.
Bagaimana posisi keuangan pemerintah menurut APBN hingga September 2026?
Defisit APBN hingga September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB — on track dengan target yang disesuaikan. Realisasi pendapatan Rp2.341,5 triliun dan belanja Rp2.660,5 triliun. Subsidi dan kompensasi mencapai Rp376,8 triliun (84,3% alokasi), naik 54,1 persen YoY.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa nilai dan persentase divestasi JSMR oleh Adhi Karya?

Adhi Karya menjual 1.714.808 saham Jasamarga Jogja Solo (JMJ) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp1,76 triliun, setara dengan 47,18 persen dari total saham yang beredar. Perjanjian ditandatangani 30 September 2026 dengan target penyelesaian 30 November 2026.

Apa tujuan divestasi JSMR bagi Adhi Karya?

Divestasi ini adalah bagian dari strategi asset recycling di bawah arahan Danantara untuk menyehatkan keuangan BUMN karya. Dana hasil divestasi akan membayar utang berbunga, modal kerja, dan kebutuhan usaha lain. Sehkaligus membatasi dampak potensi kerugian JMJ terhadap kinerja keuangan ADHI.

Bagaimana performa IHSG pada 9 Oktober 2026?

IHSG menutup di 6.094,35 pada 9 Oktober 2026, naik 63,07 poin atau +1,04 persen, memulihkan sebagian koreksi 1,88 persen di hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat 303,55 juta lot dengan nilai transaksi Rp6,85 triliun.

Apa kebijakan BI yang menstabilkan rupiah di tengah tekanan global?

BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen dan tak mengikuti kenaikan The Fed, berhasil menggaet inflow dana asing US$8 miliar lewat insentif biaya hedging (30% DNDF, 25% swap). Pada 9 Oktober, rupiah ditutup di Rp17.875 per USD sementara DXY melemah ke 102,025.

Apa yang dimaksud dengan 'higher for longer' dan dampaknya pada Indonesia?

Istilah 'higher for longer' menggambarkan suku bunga global yang tinggi dalam jangka lama akibat inflasi global, defisit fiskal AS yang hampir 6 persen, dan ketegangan geopolitik. Efeknya: capital flight to quality ke dolar AS, tekanan yield obligasi AS, dan kenaikan harga minyak Brent ke lebih dari US$104 per barel.

Bagaimana posisi keuangan pemerintah menurut APBN hingga September 2026?

Defisit APBN hingga September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB — on track dengan target yang disesuaikan. Realisasi pendapatan Rp2.341,5 triliun dan belanja Rp2.660,5 triliun. Subsidi dan kompensasi mencapai Rp376,8 triliun (84,3% alokasi), naik 54,1 persen YoY.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: CNBC Indonesia, Deposito.co.id, Emiten.org, Yahoo Finance