Jakarta, Emiten.org - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sedang mengeksplorasi peluang listing di bursa saham Hong Kong, menurut laporan Citi yang menggelar pertemuan investor dengan manajemen perusahaan di Singapura. Dalam kesempatan itu, manajemen—termasuk CEO, CFO Anthony Mathiar, dan Head of Investor Relations Richard Fisher—membeberkan prospek profitabilitas serta rencana ekspansi operasional di tengah pasar saham yang sedang koreksi.
IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031, Sektor Nikel Tetap Dibahas Pasar
📎 Baca Juga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,88% ke level 6.031,28 pada Kamis (8/10/2026), melanjutkan koreksi sebesar 0,75% di level 6.146,72 pada Rabu (7/10/2026). Dari puncak minggu ini di 6.192,93 (Selasa, 6/10), indeks kini anjlok lebih dari 2,7%.
Investor asing masih tercatat dalam posisi jual bersih dengan akumulasi Rp84 triliun sejak awal tahun hingga awal Oktober 2026. Di antara saham-sahamnya, anak-anak beruang tambang nikel tetap menarik perhatian pasar, termasuk ANTM (Aneka Tambang) yang turun 2,48% ke Rp3.150.
Sementara itu, lanjut analis Phintraco Sekuritas, secara teknikal IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan MA10, menjadi dukungan penting sebelum menyentuh rentang 6.200-6.230 pada sesi berikutnya. Rupiah berada di kawasan Rp17.895 per USD, relatif stabil dibandingkan penutupan sebelumnya.
AMMN dan Eksplorasi Listing Hong Kong: Prospek Produksi dan Profit
Citi menggelar pertemuan investor dengan manajemen AMMN di Singapura. Dalam pertemuan tersebut, manajemen membeberkan prospek laba bersih dan arus kas kuat yang didorong peningkatan kadar mineral di Fase 8 Batu Hijau.
Sesuai laporan Citi, operasional smelter AMMN stabil pada semester II-2026, menciptakan prospek kinerja yang kuat. Kapasitas pengolahan ditingkatkan untuk merespons kenaikan bijih niobium-copper di area operasional. Rencana debottlenecking diprediksi meningkatkan kapasitas produksi konsentrat dari 900.000 ton per tahun saat ini ke 1,1 juta ton per tahun dalam jangka panjang.
Citi menambahkan bahwa capex yang lebih rendah dalam jangka pendek dapat mempercepat pemulihan utang dan memperkuat fleksibilitas pendanaan tambahan. Jika listing di Hong Kong terwujud, AMMN akan menjadi salah satu pertambangan Indonesia yang terdaftar ganda di pasar modal regional, membuka akses investor asal Asia.
Ekosistem Hilirisasi Nikel: Rp180 Triliun dan Pertumbuhan 15% di Halmahera
Konteks ekspansi AMMN terus terjalin dengan agenda nasional hilirisasi nikel. Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (8/10/2026) meresmikan 11 proyek strategis hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan nilai investasi sekitar US$10 miliar (sekitar Rp180 triliun) dan proyeksi 13.000 lapangan kerja baru.
Menurut BKPM, lebih dari 75% investasi hilirisasi sudah terealisir. Provinsi tuan rumah—Maluku Utara—mencatat pertumbuhan PDRB 15,35% pada kuartal II 2026, angka tertinggi di antara 38 provinsi. Realisasi investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% year-on-year.
Surplus neraca perdagangan Januari–Agustus 2026 mencapai US$7,25 miliar, yang masih terdorong kuat oleh ekspor nikel olahan. Namun inflasi tahunan September 2026 tercatat 3,28%, sementara BI Rate kebijakan bertahan di 5,75%, menciptakan tekanan campuran pada sektor keuangan.
Rupiah dan Geopolitik Timur Tengah: Tekanan yang Masih Terkendali
Rupiah ditutup menguat tipis 12 poin (0,07%) ke level Rp17.887 per USD pada Rabu (7/10/2026), meskipun kembali melemah tipis ke Rp17.895 per USD pada Kamis (8/10/2026) di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi (PT Traze Andalan Futures) menjelaskan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman telah melancarkan tiga operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (dron) yang menyasar bandara, fasilitas minyak, dan lokasi militer di seluruh wilayah Arab Saudi. Iran juga meningkatkan intensitas serangan di Selat Hormuz, sekaligus memperingatkan kapal untuk tidak menggunakan rute yang didukung AS. Di samping itu, hubungan AS-Iran tidak memperlihatkan tanda perbaikan, sementara Israel siapkan kemungkinan serangan terhadap Iran.
Direksi Traze Andalan Futures memprediksi rupiah akan berfluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp17.750–Rp18.050 per USD untuk sepekan ke depan. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyampaikan posisi cadangan devisa Indonesia tetap terjaga sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026, turun tipis dari US$146,5 miliar di akhir Agustus 2026.
World Bank Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 ke 5,2%
World Bank secara resmi merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 naik ke 5,2%. Angka ini mendukung sentimen positif pada sektor pertambangan, termasuk AMMN yang sedang memperluas ekspansi internasional. Dengan daya beli konsumen global yang stabil dan permintaan bahan baku nikel untuk baterai EV yang tetap kuat, sektor ini diproyeksikan tetap memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan nasional.
Namun pasar saham tetap sensitif terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Hingga kini, investor menunggu berkembangan data inflasi konsumen AS serta keputusan Federal Reserve soal suku bunga.
Kesimpulan: AMMN dan Mimpi Dual Listing di Tengah Ketidakpastian
Di tengah IHSG yang mengalami koreksi dan tekanan rupiah dari geopolitik Timur Tengah, AMMN tetap membangun momentum dengan mengeksplorasi listing di bursa Hong Kong. Kombinasi peningkatan kapasitas produksi, stabilisasi operasional smelter, dan dukungan pertumbuhan ekonomi nasional yang direvisi naik ke 5,2% memberi pondasi kuat bagi prospek ini.
Bagi investor, AMMN menjadi saham yang perlu diwaspadahi baik untuk akses likuiditas lokal maupun potensi ekspansi internasional, meski pasar global tetap volatil. Jika listing Hong Kong terwujud, ini akan menjadi langkah signifikan untuk diversifikasi investor asing di sektor pertambangan Indonesia.
