Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Blue Chip naik ⏱ 7 menit

Bank Mandiri Rayakan HUT ke-28, Cairkan Dividen Rp50,63 Triliun di Tengah Tekanan Pasar Global

Bank Mandiri Rayakan HUT ke-28, Cairkan Dividen Rp50,63 Triliun di Tengah Tekanan Pasar Global
Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Bank Mandiri (BMRI) merayakan HUT ke-28 dengan tema "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia" dan membukukan dividen total Rp50,63 triliun pada 2026, termasuk dividen interim Rp66/saham (Rp6,16 triliun) yang dibayarkan 2 Oktober 2026. Kinerja keuangan tetap kuat: kredit Rp1.592 triliun (+17,6% YoY), aset Rp2.358 triliun (+20,7% YoY), laba bersih Rp37,5 triliun (+22,3% YoY), NPL gross 1,0% dengan coverage 240,6%. Di tengah IHSG yang anjlok 1,88% ke 6.031 dipicu yield US Treasury 10Y mencapai 5,37% - tertinggi sejak April 2002 - Bank Mandiri tetap menonjolkan fundamentalnya yang sehat.

Jakarta, 8 Oktober 2026 -- Di tengah lautan tekanan pasar global yang mencekikik pasa saham Asia, Bank Mandiri (BMRI) justru menyiapkan momen bersejarah. Bertepatan dengan HUT ke-28 yang mengusung tema "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia", bank asal BRI (yang kemudian menjadi Bank Mandiri) yang berdiri pada 1998 ini justru mampu mencairkan dividen total sebesar Rp50,63 triliun pada tahun 2026, sekaligus menegaskan fundamental keuangan yang tahan banting.

Dividen Interim Rp66 Per Saham, Total Tahunan Capai Rp50,63 Triliun

📎 Baca Juga

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Bank Mandiri merealisasikan pembayaran dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham, atau setara dengan Rp6,16 triliun. Dengan pembayaran ini, total dividen yang cair ke pemegang saham sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Komposisi ini terdiri dari dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Menurut Direktur Finance Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, pembayaran dividen interim yang bertepatan dengan HUT ke-28 menjadi momen untuk mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel. Sehkaligus menjadi sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis yang tetap kuat, didukung kinerja intermediasi yang solid.

Kinerja Keuangan Solid di Tengah Kepanan Pasar Global

Sepanjang Agustus 2026, Bank Mandiri berhasil menjaga pertumbuhan yang konsisten. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasinya, beberapa indikator utama mencapai:

  • Total aset mencapai Rp2.358 triliun, naik 20,7% YoY;
  • Total kredit tumbuh 17,6% YoY menjadi Rp1.592 triliun, didorong Dana Pihak Ketiga yang naik 17,6% YoY ke Rp1.687 triliun;
  • Laba bersih naik 22,3% YoY mencapai Rp37,5 triliun;
  • Non-Performing Loan (NPL) gross tetap rendah di 1,0% dengan coverage ratio mencapai 240,6%.

Kualitas aset yang terjaga dan rasio kecukupan kredit yang sehat menjadi saksi bahwa pertumbuhan bisnis Bank Mandiri tetap dijalankan secara sehat dan berdasarkan prinsip kehati-hatian, meskipun pasar saham regional tengah terjepit tekanan yield obligasi AS.

IHSG Ditekan, Yield US Treasury Rekam Rekor Tertinggi Sejak 2002

Dilansir dari CNBC Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,88% ke level 6.031,28 pada Kamis, 8 Oktober 2026. Tekanan jual didorong oleh 518 saham melemah, hanya 187 saham yang menguat, dan 258 saham tak bergerak. Sektor Infrastruktur anjlok 5%, Energi turun 2,7%, dan Material Dasar turun 2,6% menjadi pemberat utama.

Mosoknya IHSG ini sejalan dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun pernah mencapai 5,365% -- tertinggi sejak April 2002 -- sebelum sedikit merosot ke 5,27% setelah pelaku pasar menyerap lelang US$39 miliar yang ditawarkan Departemen Keuangan AS dengan yield 5,30%. Yield obligasi 30 tahun juga sempat menyentuh 5,732% sebelum turun ke sekitar 5,65%.

Fluktuasi yield ini menimbulkan tekanan terhadap aset pasar berkembang, termasuk saham dan mata uang seperti rupiah. Pada perdagangan Kamis ini, rupiah ditutup melemah dengan nilai tukar dolar AS naik ke Rp17.890, sementara pasar saham Asia juga melemah -- Nikkei 225 turun 0,4%, Kospi -0,35%, dan S&P/ASX 200 -0,4%.

Apa Artinya Bagi Pasar Modal dan Emiten Blue-Chip?

Di tengah kondisi global yang masih volatile, keputusan Bank Mandiri untuk tetap membayar dividen besar menunjukkan dua hal. Pertama, likuiditas dan arus kas bank yang kuat -- tercermin dari pertumbuhan kredit 17,6% YoY dan laba bersih 22,3% YoY. Kedua, komitmen manajemen pada pemegang saham, terutama di tengah investor ritel yang semakin aktif di pasar modal Indonesia.

Bagi pasar secara keseluruhan, penempatan Bank Mandiri di zona hijau keuangan justru menjadi kontrapositif terhadap tekanan eksternal. Meski IHSG tertekan, emiten blue-chip dengan fundamental sehat seperti BMRI diperkirakan akan menjadi magnet bagi investor yang mencari safety di tengah ketidakpastian yield AS. Sementara itu, Bank Mandiri juga masuk dalam daftar saham penekan IHSG pada hari ini, sekaligus menjadi contoh bank yang kredibilitas dan kinerjanya tetap dipercaya pasar.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa total dividen Bank Mandiri pada 2026?

Total dividen Bank Mandiri pada 2026 mencapai Rp50,63 triliun, terdiri dari dividen tahun buku 2025 (Rp44,47 triliun) dan dividen interim tahun buku 2026 (Rp6,16 triliun).

Kapan dan berapa besar dividen interim Bank Mandiri dibayarkan?

Dividen interim Bank Mandiri tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham atau kira-kira Rp6,16 triliun dibayarkan pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertepatan dengan HUT ke-28 Bank Mandiri.

Bagaimana kinerja keuangan Bank Mandiri pada Agustus 2026?

Pada Agustus 2026, Bank Mandiri mencatat aset Rp2.358 triliun (+20,7% YoY), kredit Rp1.592 triliun (+17,6% YoY), DPK Rp1.687 triliun (+17,6% YoY), laba bersih Rp37,5 triliun (+22,3% YoY), NPL gross 1,0% dan coverage ratio 240,6%.

Apa arti NPL gross 1,0% dan coverage ratio 240,6%?

NPL gross 1,0% berarti hanya 1% dari total kredit yang bermasalah, menunjukkan kualitas aset yang sangat baik. Coverage ratio 240,6% berarti bank telah menyisihkan dana penyisihan untuk menutupi lebih dari dua kali lipat potensi kerugian dari kredit bermasalah.

Mengapa IHSG anjlok 1,88% pada 8 Oktober 2026?

IHSG turun 1,88% ke level 6.031 dipicu tekanan jual sektor infrastruktur (-5%), energi (-2,7%), dan material dasar (-2,6%). Lonjakan yield US Treasury 10 tahun yang mencapai 5,365% -- tertinggi sejak April 2002 -- meningkatkan tekanan terhadap aset pasar berkembang termasuk saham Indonesia.

Apakah Bank Mandiri termasuk saham blue-chip?

Ya, Bank Mandiri (BMRI) adalah saham blue-chip di sektor keuangan dan perbankan, termasuk dalam indeks IDX30 dan LQ45. BMRI adalah salah satu bank terbesar di Indonesia dan termasuk emiten unggulan yang sering menjadi rujukan investor.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter