Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Blue Chip netral ⏱ 5 menit

Danantara Pertimbangkan Konsolidasi Pertagas-PGN, Transformasi Gas Dampak pada Saham

Danantara Pertimbangkan Konsolidasi Pertagas-PGN, Transformasi Gas Dampak pada Saham
CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons (File:Wisma Danantara Indonesia (2025) 01.jpg)

Danantara mengkaji konsolidasi PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) demi penguatan sektor gas nasional. Saham PGN terbaru diperdagangkan di Rp1.065,01 per lembar, sementara rupiah menguat ke Rp17.925 per USD seiring menurunnya harga minyak Brent sebesar 2,8 persen.

Jakarta, 30 September 2026 — Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan konsolidasi sektor gas nasional, termasuk opsi penggabungan PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi gas di midstream dan downstream, sekaligus membuka jejak bagi saham PGN yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Dony menjelaskan ada sejumlah pilihan struktur yang sedang dipertimbangkan. Namun ia belum memastikan perusahaan mana yang akan menjadi induk atau holding dari konsolidasi tersebut.

Danantara Masih Kaji Struktur, Pertegasan Pertagas dan PGN Jadi Opsi Utama

📎 Baca Juga

Dony menegaskan, tiap opsi struktur — mulai dari Pertagas, PGN, hingga perusahaan terkait lainnya — sedang dikaji secara seksama. Pemerintah akan memilih skema yang dinilai memberikan manfaat terbaik bagi Indonesia, dengan mengedepankan analisis biaya dan manfaat (cost and benefit).

"Ini sedang kita kaji, bagaimana nanti polanya. Tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream," kata Dony.

"Saya belum bisa sampaikan mana yang akan menjadi (holding). Ini ada beberapa pilihan struktur yang kita lakukan, mana yang terbaik nantinya antara Pertagas, PGN dan lain sebagainya. Ini sedang kita lakukan, intinya mana yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya.

Strategi Gas Domestik: CNG ke Rumah Tangga dan Penurangan Impor LPG

Di samping penataan struktur, transformasi perusahaan gas juga mengarah pada peningkatan pemanfaatan gas domestik. Salah satu rencana yang tengah disiapkan pemerintah adalah uji coba penyaluran compressed natural gas (CNG) langsung ke rumah tangga di sejumlah kota.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG. Dony menekankan, begitu banyaknya subsidi LPG dan beban devsi yang harus dikeluarkan untuk impor dapat berkurang signifikan bila model bisnis gas domestik lebih optimal.

"Bayangkan berapa banyak subsidi dari LPG yang kita lakukan, dan juga devisa kita harus mengimpor. Nah ini memang transformasi panjang yang kita lakukan, satu per satu kita ubah bisnis modelnya," imbuhnya.

PT Pertamina Gas Negara (PGN) saat ini mengelola jaringan pipa distribusi gas sepanjang 3.187 km yang melayani sekitar 84 juta pelanggan. Perusahaan yang sejak 2021 berada di bawah payung Pertamina dan mengadopsi nama Pertamina Gas Negara, kini menapaki pasar modal dengan prospek transformasi yang lebih luas.

Dampak Saham: PGN Berada di Rp1.065, Pasar Telusuri Konsolidasi

Di pasar modal, saham PGN — yang ditatap sebagai emiten utilitas bertipe blue chip — pada sesi perdagangan berada di kisaran Rp1.065,01 per lembar. Nilainya relatif stabil, naik tipis Rp0,03 dari penutupan sebelumnya di Rp1.065,08, sekaligus mencerminkan fase kajian yang belum memutuskan di pasar.

Para analis menilai, sebelum ada keputusan akhir, investor cukup menelusuri posisi harga PGN sembari memantau progres transformasi model bisnis gas domestik yang berpotensi menambah aliran kas bersih jangka menengah.

Pada kesempatan yang sama, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp17.925 per USD, menguat 0,31 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.981. Penguatan ini digiring oleh penurun harga minyak dunia — Brent turun 2,8 persen ke USD 102,35 per barel, sementara WTI turun 3,8 persen ke USD 89 per barel — sekaligus intervensi Bank Indonesia di pasar spot dan pasar valuta berjangka (NDF serta DNDF).

Latar Belakang: Danantara dan Misinya sebagai SWF RI

Danantara (Daya Anagata Nusantara Investment Management Agency) adalah fondus kelanjutan kedua Indonesia, bertugas mengelola aset konsolidasi BUMN guna mendongkrak pertumbuhan jangka panjang. Ia diketuai oleh Rosan Roeslani sebagai Chairperson dan Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer.

Agenda konsolidasi Pertagas-PGN menjadi ujung tombak dari misi itu: mereka konsolidasi aset strategis agar sektor gas siap bersaing di kancah regional, sekaligus menyiapkan struktur yang dapat meningkatkan likuiditas dan nilai portofolio di pasar modal. Dony juga menyampaikan, Danantara baru-baru ini menyerahkan sebagian portofolio saham BEI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pengawasan lebih lanjut.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Danantara kaji struktur baru Pertagas dan PGN — ANTARA, Rupiah menguat seiring penurunan harga minyak — ANTARA, Pertamina Gas Negara — Wikipedia, Danantara — Wikipedia