GOTO Terjebak di Level Terendah
đ Baca Juga
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih terperangkap di level terendahnya pada harga Rp50 per saham. Data Yahoo Finance menunjukkan harga GOTO sama dengan level terendah 52 minggu dan telah kehilangan lebih dari 90% nilai IPO-nya. Volume perdagangan terakhir tercatat 7,21 juta lot, menunjukkan minat pasar yang masih terbatas.
Isu terbaru yang membayangi GOTO adalah kabar PHK 90% karyawan Tokopedia sebagaimana dilansir CNBC Indonesia. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, kabar ini menambah tekanan pada sentimen pasar terhadap saham teknologi yang sebelumnya sempat menjadi primadona di era pandemi.
MLPT Justru Melesat, Saham Teknologi Lainnya Bervariasi
Tidak semua saham teknologi bernasib sama dengan GOTO. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) justru menunjukkan performa impresif dengan harga Rp18.275, naik signifikan dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.800. Kenaikan ini didorong oleh prospek bisnis IT solution dan data center yang terus tumbuh.
Sementara itu, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) diperdagangkan di Rp107, naik tipis dari Rp103. Emiten yang bergerak di bidang distribusi voucher digital ini masih dalam fase konsolidasi dengan market cap yang relatif kecil. Data 52 minggu menunjukkan harga saham DIVA bergerak dalam rentang Rp88 hingga Rp254.
Transformasi GOTO: Dari Super App ke Fokus Profitabilitas
GoTo telah melakukan berbagai langkah transformasi untuk mencapai profitabilitas, termasuk:
- Efisiensi biaya: Pemangkasan jumlah karyawan dan penutupan unit bisnis yang tidak menguntungkan.
- Fokus pada bisnis inti: Gojek (ride-hailing) dan Tokopedia (e-commerce) menjadi prioritas utama.
- Monetisasi ekosistem: Peningkatan take rate dan cross-selling antar platform.
- Ekspansi fintech: GoPay terus mengembangkan layanan keuangan digital sebagai kontributor pendapatan baru.
Valuasi Saham Teknologi di Level Terendah
Sektor teknologi Indonesia, yang diwakili oleh IDX Technology Index, telah mengalami penurunan signifikan sejak awal 2026 seiring dengan aksi jual besar-besaran investor asing. Valuasi saham teknologi saat ini berada di level yang sangat murah jika dibandingkan dengan periode boom 2020-2024.
Meskipun valuasi murah, investor perlu waspada terhadap value trap. Beberapa emiten teknologi memiliki fundamental yang lemah dengan pendapatan yang masih belum menutupi biaya operasional. Risiko delisting dan rights issue juga perlu diantisipasi.
Peluang di Sektor Teknologi Lainnya
Di luar GOTO, ada beberapa sub-sektor teknologi yang menunjukkan prospek menjanjikan:
- Data Center & Cloud: Permintaan layanan cloud dan data center terus tumbuh didukung transformasi digital perusahaan.
- IT Solution: Perusahaan IT solution seperti MLPT diuntungkan oleh belanja teknologi korporasi.
- Fintech: Layanan keuangan digital masih memiliki ruang tumbuh dengan penetrasi yang belum maksimal.
- E-Commerce: Meskipun kompetisi ketat, volume transaksi e-commerce terus meningkat seiring pertumbuhan digital payment.
Strategi Investasi Saham Teknologi
Bagi investor yang tertarik masuk ke saham teknologi, berikut beberapa strategi yang disarankan:
- Pilih emiten dengan cash flow positif: Hindari emiten yang terus membakar kas tanpa prospek profit.
- Diversifikasi sub-sektor: Jangan hanya fokus pada satu nama besar seperti GOTO, sebar investasi di sub-sektor berbeda.
- Gunakan analisis fundamental: Perhatikan rasio keuangan seperti PER, PBV, dan margin laba.
- Pantau katalis: Ikuti perkembangan pasar seperti rencana IPO anak usaha teknologi, akuisisi, atau kemitraan strategis.
- Sabar dengan horizon panjang: Saham teknologi butuh waktu untuk pulih, jangan berharap rebound instan.
