Pada perdagangan Selasa (28/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan untuk hari keempat berturut-turut. Indeks dibuka melemah 10,58 poin atau 0,17% ke level 6.175, sempat bergerak mixed dua arah, dan pada sesi I ditutup turun 2 poin ke posisi 6.183,16.
Pelemahan ini mengakumulasi koreksi IHSG sebesar 0,74% dalam sepekan terakhir. Lebih mengkhawatirkan lagi, secara year-to-date (YTD) IHSG telah melemah hingga 28,46%, menjadikannya salah satu indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.
Dinamika Pasar: Volatilitas Tinggi dan Aksi Jual Asing
đ Baca Juga
- Investor Domestik Membesar Saat Asing Cabut: 28,96 Juta SID Serap Aksi Jual Rp71 Triliun â Potret Perpindahan Kepemilikan di Pasar Modal RI
- IHSG Menguat 0,64% Sepekan ke 6.236, Kapitalisasi Pasar Naik ke Rp10.923 Triliun â Tapi Volume Transaksi Justru Merosot 31%
- IHSG Tutup Juli 2026 dengan Penguatan Bulanan 5,78%, Balik ke Zona 6.200-an â Sinyal Stabil Jelang Agustus?
Pergerakan IHSG pada sesi awal menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks sempat berhasil bangkit ke zona hijau menyentuh level 6.189 sebelum akhirnya kembali tertekan oleh aksi jual. Data dari Bloomberg Technoz menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih cukup signifikan dengan aksi net sell yang berlanjut di pasar reguler.
Premi risiko Indonesia dinilai meningkat seiring dengan ketidakpastian transisi kepemimpinan di Bank Indonesia. Pasar menunggu kepastian figur pengganti Gubernur BI, di mana nama-nama potensial seperti beberapa deputi gubernur dan ekonom senior mulai diperbincangkan di kalangan pelaku pasar.
Rupiah Terdepresiasi Bersama Mata Uang Asia Lainnya
Di pasar valuta asing, rupiah ikut melemah 61 poin atau 0,34% ke level Rp18.070 per dolar AS pada perdagangan pagi. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp18.093, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pelemahan rupiah ini senasib dengan mayoritas mata uang Asia lainnya yang juga tertekan oleh:
- Sikap hawkish The Fed yang masih menjadi sentimen utama global
- Kenaikan yield obligasi AS (US Treasury) yang mendorong aliran modal keluar dari pasar emerging market
- Kekhawatiran perlambatan ekonomi China yang berdampak pada permintaan komoditas
Transisi Kepemimpinan BI Jadi Sorotan Utama Pasar
Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada proses suksesi Gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengumumkan pengunduran dirinya. Transisi ini menjadi krusial mengingat peran BI dalam menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar di tengah tekanan global yang meningkat.
Lembaga pemeringkat internasional telah memberikan perhatian khusus terhadap proses suksesi ini. Pelaku pasar menantikan figur yang akan ditunjuk pemerintah, dengan harapan bahwa pengganti memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang mumpuni untuk menjaga stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Saham-Saham Pemberat dan Pendorong IHSG
Pada sesi I perdagangan hari ini, sejumlah saham menjadi pemberat utama IHSG:
Top Losers (Pemberat):
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) â terkoreksi signifikan, menjadi salah satu top losers LQ45
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) â terpeleset di tengah koreksi harga minyak dan batu bara
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) â tertekan oleh sentimen sektor energi
- PT DSSA Energi Tbk (DSSA) â melanjutkan pelemahan
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) â tertekan oleh penurunan harga emas Antam yang turun Rp9.000 per gram
Reli IHSG di Juli 2026: Lanjut Naik atau Turun Lagi?
Sepanjang bulan Juli 2026, IHSG telah menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif. Setelah sempat mengalami reli penguatan di pertengahan bulan yang mendorong indeks menyentuh level psikologis, pelemahan empat hari berturut-turut di akhir Juli mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi.
Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level support 6.100 dalam jangka pendek. Level 6.000 menjadi support krusial berikutnya yang jika ditembus bisa membuka ruang koreksi lebih dalam. Namun demikian, rebound teknikal tetap berpeluang terjadi mengingat indikator stochastic dan RSI yang sudah memasuki area oversold.
Rekomendasi Saham dari Analis
Beberapa sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini:
- BNI Sekuritas merekomendasikan 6 saham pilihan dengan fokus pada sektor perbankan dan konsumer
- Reliance Sekuritas memprediksi rebound IHSG dan merekomendasikan BBNI hingga PGEO sebagai pilihan utama
- Ajaib Sekuritas merekomendasikan UNVR, EXCL, dan MYOR
- Bareksa menyoroti INDY, PTRO, dan PGEO dengan prediksi IHSG yang masih mixed
Prospek ke Depan
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati beberapa katalis penting:
- Kepastian Gubernur BI baru â Faktor paling krusial dalam jangka pendek. Pengumuman nama pengganti yang kredibel bisa menjadi katalis positif.
- Rapat Dewan Gubernur BI â Keputusan suku bunga akan menjadi indikator arah kebijakan moneter.
- Perkembangan global â Sikap The Fed dan pergerakan yield obligasi AS tetap menjadi perhatian utama.
- Data ekonomi domestik â Neraca perdagangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi fundamental penentu.
