Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG positif ⏱ 5 menit

IHSG Rebound ke 6.041, DBS Targetkan 8.000 di Akhir 2026

IHSG Rebound ke 6.041, DBS Targetkan 8.000 di Akhir 2026
Gedung Bursa Efek Indonesia - CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

IHSG ditutup menguat 5 hari beruntun ke 6.041,97. S&P pertahankan rating BBB, DBS proyeksikan target 8.000. Rupiah menguat ke Rp18.060, dana asing masuk Rp105 triliun.

Emiten.org — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (15/7/2026), ditutup naik tipis 2,45 poin atau 0,041% ke level 6.041,97. Ini merupakan hari kelima berturut-turut IHSG mencatatkan penguatan, menandai fase pemulihan setelah tekanan jual asing yang masif sepanjang tahun ini.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total volume perdagangan mencapai 28,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,7 triliun. Sebanyak 334 saham berhasil menguat, sementara 267 saham melemah dan 195 saham stagnan.

Sentimen Penggerak IHSG

📎 Baca Juga

Penguatan IHSG didorong oleh enam indeks sektoral yang menghijau, dipimpin oleh IDX Basic yang naik 0,76%, IDX Property sebesar 0,57%, dan IDX Cyclicals yang menguat 0,49%. Ekspektasi pelonggaran suku bunga The Fed menjadi katalis utama setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan penurunan pertama dalam enam tahun terakhir.

Dari dalam negeri, keputusan Standard & Poor's (S&P) yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dengan outlook stabil menjadi angin segar bagi pasar. Direktur Utama BEI menegaskan fundamental pasar keuangan Indonesia tetap kuat di tengah volatilitas global. Gubernur Bank Indonesia juga mengklaim independensi BI diakui dunia, tercermin dari rating S&P tersebut.

DBS Proyeksikan IHSG ke 8.000

Dalam riset terbarunya, DBS Bank menyampaikan optimisme terhadap prospek pasar saham Indonesia. Lembaga keuangan asing tersebut memproyeksikan IHSG berpotensi menuju level 8.000 pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada valuasi yang sudah murah pasca koreksi, prospek pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta potensi masuknya kembali dana asing setelah ketidakpastian global mereda.

Senada dengan DBS, sejumlah analis juga melihat momentum penguatan masih berlanjut dalam jangka pendek. Saham-saham berbasis komoditas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi motor penggerak utama, sementara saham RANS tercatat melonjak 24,77% pada perdagangan hari ini.

Rupiah Menguat, Dana Asing Mulai Masuk

Di pasar valuta asing, rupiah terus menunjukkan penguatan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat di level Rp 18.060 - Rp 18.070, menguat signifikan dari posisi terendahnya di atas Rp 18.200 pekan lalu. Bank Indonesia mencatat aliran dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah mencapai Rp 105 triliun dalam beberapa pekan terakhir, menandakan kembalinya kepercayaan investor global.

Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan bahwa masih ada risiko yang perlu diwaspadai, termasuk ketidakpastian perang dagang global dan kebijakan moneter negara maju. Sepanjang tahun ini, net sell asing di pasar saham Indonesia telah tembus Rp 91 triliun.

BEI Perketat Indeks dengan Metode Baru

Dalam upaya meningkatkan kualitas pasar, BEI baru-baru ini memperkenalkan metode baru berbasis Price Impact Ratio untuk mendeteksi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC). Sebanyak 37 saham baru masuk daftar HSC dan akan dilarang masuk indeks LQ45 dan IDX30. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata internasional.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa penyebab IHSG menguat 5 hari berturut-turut?

IHSG menguat karena beberapa faktor: (1) Inflasi AS yang melandai memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, (2) S&P mempertahankan rating utang Indonesia di BBB dengan outlook stabil, (3) Aliran dana asing mulai masuk ke SBN dan SRBI mencapai Rp 105 triliun, dan (4) Valuasi saham yang sudah menarik pasca koreksi.

Apakah target IHSG 8.000 realistis?

DBS memproyeksikan IHSG menuju 8.000 pada akhir 2026 didasarkan pada valuasi murah dan prospek ekonomi yang stabil. Namun pencapaian target tersebut sangat tergantung pada kondisi global, kebijakan suku bunga The Fed, dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah.

Apa itu kebijakan HSC baru BEI?

BEI menerapkan metode Price Impact Ratio untuk mengidentifikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC). Saham yang masuk daftar HSC tidak akan dimasukkan ke dalam indeks LQ45 dan IDX30. Langkah ini untuk meningkatkan likuiditas dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Bagaimana prospek rupiah ke depan?

S&P memproyeksikan rupiah dapat kembali ke level Rp 17.700 per dolar AS pada 2026 didukung oleh fundamental ekonomi yang solid. Namun nilai tukar masih akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter global, terutama sikap The Fed dan ketegangan geopolitik.

Saham apa saja yang menjadi motor penggerak IHSG?

Sektor Basic (bahan baku) menjadi penguat utama +0,76%, disusul Property +0,57% dan Cyclicals +0,49%. Saham-saham seperti ANTM, BRPT, dan ESSA mencatatkan penguatan signifikan. Di sisi lain, saham KLBF menjadi top losers pada perdagangan hari ini.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Kompas.com, CNBC Indonesia, Liputan6