Jakarta, 17 Juli 2026 â IHSG terus melanjutkan tren positif dengan penuh percaya diri. Pada perdagangan Jumat sore, indeks acuan tanah air ditutup melesat 1,31% ke posisi 6.188,33, semakin mendekati level psikologis 6.200 yang telah lama dinantikan pelaku pasar.
Saham Perbankan Jadi Primadona Asing
đ Baca Juga
- IHSG Dibuka Menguat ke 6.254 Lalu Sideways di 6.234, OJK Konfirmasi Rebound 10,51% Juli 2026 â Ini Potret Pasar Awal Agustus
- Investor Domestik Membesar Saat Asing Cabut: 28,96 Juta SID Serap Aksi Jual Rp71 Triliun â Potret Perpindahan Kepemilikan di Pasar Modal RI
- IHSG Menguat 0,64% Sepekan ke 6.236, Kapitalisasi Pasar Naik ke Rp10.923 Triliun â Tapi Volume Transaksi Justru Merosot 31%
Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh aksi beli besar-besaran investor asing pada saham-saham sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kompak diborong asing dan menjadi penopang utama indeks.
Data net foreign buy mencatatkan angka positif signifikan sepanjang sesi perdagangan. Para analis menilai aksi beli asing ini dipicu oleh ekspektasi suku bunga AS yang mulai melandai serta fundamental ekonomi Indonesia yang solid.
"Saham-saham perbankan memiliki valuasi yang menarik dengan dividend yield yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Ini yang membuat asing kembali melirik pasar saham RI," ujar seorang analis pasar modal.
Rupiah Perkasa ke Bawah Rp18.000
Di pasar valuta asing, rupiah juga menunjukkan performa gemilang. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 0,53% ke level Rp17.885 per dolar AS. Penguatan ini memperpanjang tren positif rupiah dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya sempat kembali ke bawah level Rp18.000.
Sentimen penguatan rupiah didorong oleh data indeks harga produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga acuan. Selain itu, keputusan S&P Global Rating yang mempertahankan peringkat layak investasi (investment grade) Indonesia turut menopang kepercayaan investor.
ASII Buyback Rp8 Triliun
Kabar positif juga datang dari PT Astra International Tbk (ASII). Emiten konglomerasi milik Jardine Cycle & Carriage ini telah mengantongi restu pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp8 triliun. Rencana buyback ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini.
Buyback senilai Rp8 triliun menjadi salah satu yang terbesar di bursa Indonesia tahun ini dan dipandang sebagai sinyal positif bahwa manajemen ASII percaya harga saham saat ini berada di bawah nilai intrinsiknya.
Reli Global dan Sentimen Eksternal
Di kawasan Asia, pergerakan bursa cenderung mixed. Beberapa indeks Asia Pasifik justru mengalami tekanan, namun IHSG berhasil menguat sendirian. Nikkei 225 Jepang tercatat anjlok 6% dipukul oleh saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, harga minyak mentah global yang sempat melonjak akibat ketegangan di Selat Hormuz mulai menunjukkan stabilisasi, mengurangi kekhawatiran pasar terhadap tekanan biaya energi.
Proyek Blok Masela: Katalis Investasi Jangka Panjang
Tak ketinggalan, proyek gas alam raksasa Blok Masela di Maluku turut menjadi sentimen positif. Proyek yang dikelola Inpex Corporation ini menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal minimal 20% mulai tahun depan, sekaligus mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur.
Prospek IHSG ke Depan
Dengan momentum positif yang terbangun, para analis optimistis IHSG berpotensi menembus level 6.200 pada pekan depan. Beberapa faktor pendukung antara lain masuknya aliran dana asing, stabilitas rupiah, serta prospek penurunan suku bunga global.
Namun demikian, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap risiko eksternal seperti ketidakpastian geopolitik global dan potensi volatilitas harga komoditas.
