Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG positif ⏱ 5 menit

IHSG Cetak Reli 9 Hari Beruntun ke 6.340: Siapa Pemborong dan Kapan Aksi Ambil Untung?

IHSG Cetak Reli 9 Hari Beruntun ke 6.340: Siapa Pemborong dan Kapan Aksi Ambil Untung?
Wikimedia Commons - Gedung Bursa Efek Indonesia

IHSG sukses mencatatkan reli 9 hari perdagangan beruntun, ditutup di level 6.340 pada Selasa (21/7/2026). Asing tercatat net buy Rp220 miliar di sesi I. Simak proyeksi Rabu (22/7) menghadapi RDG BI dan potensi profit taking.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor baru. Pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, IHSG ditutup menguat 1,74% ke level 6.340. Pencapaian ini merupakan hari kesembilan berturut-turut IHSG parkir di zona hijau — sebuah reli panjang yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja IHSG Selama Reli 9 Hari

📎 Baca Juga

Reli IHSG dimulai sejak pekan kedua Juli 2026. Dari level sekitar 6.037 pada 13 Juli, IHSG terus merangkak naik hingga menembus level psikologis 6.300 dan berakhir di 6.340 pada 21 Juli. Dalam sembilan hari tersebut, IHSG mencatat kenaikan total sekitar 5% — sebuah pencapaian impresif di tengah ketidakpastian global.

Pada perdagangan Selasa (21/7), IHSG dibuka hijau sejak sesi I dengan penguatan 1,41% ke level 6.319 di sesi I, lalu melanjutkan momentum ke 6.340 pada penutupan. Top gainers LQ45 antara lain DEWA, CUAN, dan AMMN.

Asing Net Buy Rp220 Miliar di Sesi I

Salah satu katalis utama reli IHSG adalah aksi beli investor asing. Pada sesi I perdagangan Selasa (21/7), tercatat investor asing melakukan net buy sebesar Rp220 miliar. Beberapa saham yang menjadi incaran asing antara lain saham perbankan big four dan saham blue chip sektor energi.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa aliran dana asing masuk sudah berlangsung selama sepekan terakhir, mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia di semester II-2026. Sentimen positif ini didorong oleh penguatan fundamental ekonomi, stabilitas politik, serta prospek hilirisasi yang terus berlanjut di bawah pemerintahan Prabowo.

Wall Street Mendukung Sentimen Global

Dari sisi global, Wall Street juga mencatatkan penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 171,34 poin atau 0,33% ke level 52.010,60 pada perdagangan Selasa waktu New York. Reli saham teknologi dan rebound saham chip menjadi motor penggerak utama.

Pasar mencermati musim laporan keuangan kuartal II-2026, di mana Alphabet (Google) dan Intel akan merilis hasil laba mereka. Kinerja positif emiten teknologi AS diperkirakan turut mendorong sentimen risk-on di pasar global, termasuk Indonesia.

Panda Bond Perdana Indonesia dan PFII Jadi Sentimen Tambahan

Kabar positif datang dari Purbaya yang mengumumkan bahwa Panda Bond perdana Indonesia akan terbit pada 23 Juli 2026. Obligasi dalam mata uang yuan China tersebut telah mendapatkan rating tinggi dan ditargetkan menyerap dana hingga US$1 miliar.

Sementara itu, Otoritas Pengelolaan Investasi dan Industri (PFII) yang diresmikan pemerintah terus menjadi sorotan positif. Presiden Prabowo mengklaim Danantara DSI telah mengelola devisa US$10,5 miliar hanya dalam enam minggu beroperasi. PFII diyakini akan menjadi magnet baru bagi dana family office global yang ditaksir mencapai Rp61.250 triliun.

Rupiah Ditutup Perkasa di Rp17.880

Penguatan IHSG juga diiringi penguatan nilai tukar rupiah. Pada Selasa (21/7), rupiah ditutup perkasa di level Rp17.880 per dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang terkuat di kawasan Asia. Stabilitas rupiah didukung oleh cadangan devisa yang solid dan keyakinan pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia.

Proyeksi Rabu (22/7): Waspadai RDG BI dan Profit Taking

Memasuki perdagangan Rabu (22/7), sejumlah analis memproyeksikan IHSG berpotensi kembali menguat, namun investor diminta mewaspadai aksi profit taking setelah reli panjang. Level resistance terdekat berada di 6.400, sementara support di 6.250.

Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 Juli 2026. Pasar menantikan keputusan suku bunga — apakah BI akan mempertahankan BI Rate di level saat ini atau menyesuaikan. Inflasi AS yang mereda turut memberi ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga.

S&P Global Ratings baru-baru ini mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, menegaskan kondisi fiskal Indonesia yang solid. Hal ini juga memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase overbought setelah reli 9 hari beruntun. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang secara fundamental masih solid dengan valuasi wajar, terutama di sektor perbankan (BBRI, BBCA, BMRI) serta sektor energi dan komoditas yang mendapat angin segar dari kenaikan harga komoditas global.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: CNBC Indonesia - IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau (21/7/2026), Kontan.co.id - IHSG Naik 1,74% ke 6.340, Asing Lepas Saham ASII hingga TLKM (21/7/2026), Kontan.co.id - IHSG Diproyeksi Menguat Rabu (22/7), Investor Waspadai Hasil RDG BI dan Profit Taking, CNBC Indonesia - Asing Net Buy Rp220 Miliar di Sesi I, Incar Deretan Saham Ini, CNBC Indonesia - Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026, CNBC Indonesia - Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880, Kontan.co.id - Enam Minggu Beroperasi, Prabowo Klaim Danantara DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar, S&P Global Ratings - Indonesia Credit Rating BBB/Stable (2026)