Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG bearish ⏱ 8 menit

IHSG Jeblok ke 5.900: Reshuffle Kabinet Prabowo Picu Tekanan Pasar, Asing Jual Bersih Rp204 Miliar

IHSG Jeblok ke 5.900: Reshuffle Kabinet Prabowo Picu Tekanan Pasar, Asing Jual Bersih Rp204 Miliar
Wikimedia Commons (Gedung Bursa Efek Indonesia, CC BY-SA 4.0)

Pada perdagangan Kamis 1 Oktober 2026, IHSG anjlok melewati 1% dan menyentuh level 5.900 — terendah sejak 10 Juli 2026 — sejalan dengan pelaksanaan reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp204,30 miliar pada sesi I, didorong jual bersih di sejumlah saham pemberat seperti GOTO, CUAN, dan AMMN. Tekanan sekaligus diperkaya oleh inflasi konsumen yang tetap tinggi di 3,28% YoY pada September 2026, menjadikan pasar menantikan sinyal kebijakan moneter Bank Indonesia pada RDG Oktober.

Jakarta, 1 Oktober 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok kuat pada perdagangan Kamis, menyentuh level 5.900 untuk pertama kalinya sejak 10 Juli 2026. Pelemahan ini berpotong lintasan langsung dengan pelaksanaan reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, peristiwa yang menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan dan stabilitas pasar modal. Di sisi makro, inflasi konsumen Indonesia pada September 2026 bertahan di 3,28 persen YoY, sekaligus membatasi ruang bagi Bank Indonesia untuk secara agresif menurunkan suku bunga. Kombinasi sentimen domestik yang berubah dan aliran dana asing yang keluar membuat IHSG kembali menguji dasbor teknis terendah dua bulannya.

Reshuffle Kabinet Jadi Pencetus IHSG ke Level Terendah Dua Bulan

📎 Baca Juga

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG ditutup turun 1,02% ke 6.009,50 setelah sebelumnya anjlok lebih dari 1% secara intraday. Pada puncak tekanannya, indeks kembali menyentuh 5.973,16 — level terendah sejak 10 Juli 2026 — sebelum bersiap menuju gerbang psikologis 5.900. [Sumber: CNBC Indonesia, 1 Okt 2026]

Pemicu utama adalah pelantikan ulang sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). Para pelaku pasar membaca pergantian ini sebagai sinyal bahwa arah kebijakan—khususnya terkait regulasi pasar modal dan fiskal—baru saja disegarkan, sehingga menambah ketidakpastian jangka pendek. Perubahan kunci adalah:

* Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. * Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto naik ke posisi Kapolri. * Seknas Bahlil Lahadalia dialihkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.

Dari sudut pandang pasar, reshuffle ini memicu repositioning cepat: investor asing dan dana domestik menunggu konkritasi kebijakan baru, sementara volatilitas sektor saham dan utilitas mengukuhkan tekanan jual. IHSG berkibar di rentang sempit 5.973–6.095, menandakan likuiditas tetap cukup namun sentimen rawan.

Penjualan Asing Rp204 Miliar dan Sektor Mana yang Ditekan

Tekanan jual asing terukur jelas pada sesi I: investor luar negeri mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp204,30 miliar, dengan total pembelian mencapai Rp1,70 triliun namun penjualan lebih tinggi di Rp1,90 triliun. [Sumber: CNBC Indonesia] Lima saham pemberat menonjolkan jual bersih terbesar:

SahamNet Foreign Sell
GOTO (GoTo)Rp62,77 miliar
CUAN (Petrindo)Rp29,52 miliar
AMMN (Amman Mineral)Rp24,55 miliar
BBRI (Bank Rakyat Indonesia)Rp19,80 miliar
MDKA (Merdeka Copper Gold)Rp19,54 miliar
Distribusi kekuatan jual tidak merata; ia menyentuh sektor barang baku (-2,72%), konsumer non primer (-2,55%), utilitas (-2,31%), dan teknologi (-1,50%). Pada sisi lain, market breadth justru mengindikasikan pesangon luas: 156 saham menguat, 533 melemah, dan 102 stagnan, dengan volume perdagangan 269,81 juta lot dan nilai transaksi Rp8,01 triliun. [Sumber: CNBC Indonesia]

Pola ini konsisten dengan dinamika "risk-off": saat aliran dana asing kembali, pilihan jatuh pada sekuritas yang paling likuid dan paling tidak sensitif — biasanya saham keuangan dan infrastruktur — sementara value dan komoditas berpaparan langsung terjual lebih cepat. GOTO, yang baru saja mengakhiri fase pertumbuhan penggabungan Gojek-Tokopedia, menjadi simbol utama repositioning tersebut.

Inflasi 3,28% dan Stabilitas Rupiah di Bentang Rahasia BI

Sepanjang September 2026, tingkat inflasi tahunan (YoY) Indonesia tiba di 3,28 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,74 pada September 2025 ke 112,31 pada September 2026. [Sumber: ANTARA/BPS] Peningkatan IHK didorong terutama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Secara tahun kalender (YTD) inflasi tercatat 2,17%, sementara month-to-month (MTM) sebesar 0,30%.

Laju inflasi di atas sasaran kemudi Bank Indonesia (3%-3,5%) memberdayakan argumen agar BI Rate dipertahankan pada 5,75% — konsensus pasar saat RDG September, yang kini masuk ke agenda evaluasi Oktober. Di sisi lain, Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin ke 4,00%, sehingga spread antara BI Rate dan FFR membesar kembali ke 1,75% dari 2% sebelumnya. [Sumber: ANTARA] Spread yang masih relatif lebar (rata-rata tiga tahun terakhir 0,75–1,25%) dianggap cukup untuk menopang stabilisasi rupiah, melainkan bila rupiah melemah secara berkelanjutan.

Sentimen eksternal menambah dimensi ketegangan: penguatan manufaktur China, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi, dan revisi naik pertumbuhan ekonomi AS secara bersamaan menciptakan cross-current bagi aliran modal ke pasar berkembang seperti Indonesia.

Apa yang Perlu Dipantau di Sisa Oktober?

Tiga faktor saja akan menjadi kompas IHSG ke depan. Pertama, hasil RDG Bank Indonesia Oktober — pasar konsensus menilik pada "hold" bila inflasi dan rupiah tidak mengalami guncangan baru. Kedua, aliran alokasi ulang pasca-reshuffle, khususnya perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi emiten infrastruktur dan energi. Ketiga, data ekspor-impor serta PMI manufaktur yang akan memperbarui narasi pertumbuhan. Untuk sekarang, IHSG kembali berada pada fase konsolidasi tekanan jual, dan investor dihorman agar menjaga eksposur sambil menunggu kejelasan dari sebenarnya.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet, IHSG Jeblok ke Level 5.900 Kala Reshuffle, Terendah Dalam 2 Bulan, IHSG Masih Tertekan Melemah 1,02% ke Level 6.009, Inflasi tahunan RI capai 3,28 persen pada September 2026, IHSG menguat di tengah pasar wait and see hasil RDG Bank Indonesia