Realisasi investasi RI Q1 2026 tembus Rp248,84 triliun (PMDN) dan US$15,15 miliar (PMA). Sektor Pertambangan kuasai 13,69% PMDN, Industri Logam dominasi PMA 24,45%. Simak analisis sektoral lengkap dan dampaknya ke saham pertambangan, logam, dan perbankan.
**Investasi RI Kuartal I 2026: Tambang Kuasai 13,69% PMDN, Asing Dominan di Logam** â Realisasi investasi Indonesia pada Triwulan I 2026 menembus Rp248,84 triliun dari 334.625 proyek PMDN, menjadikan sektor Pertambangan sebagai jawara dengan porsi 13,69%. Di sisi asing (PMA), sektor Industri Logam Dasar mencetak porsi dominan 24,45%. Sementara itu, jumlah uang beredar pada April 2026 mencapai Rp3.342 triliun â turun 2,37% bulanan namun tetap tumbuh 19,26% year-on-year.
Konteks & Data Utama
Jakarta, Emiten.org â Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai 334.625 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan total nilai investasi Rp248,84 triliun. Sektor Pertambangan menjadi penyerap investasi domestik terbesar dengan porsi 13,69 persen.
Di posisi berikutnya, Sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi menyerap 13,51 persen investasi PMDN, diikuti Sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran dengan porsi 13,00 persen.
Pada periode yang sama, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebanyak 133.502 proyek dengan nilai investasi US$15,15 miliar. Secara sektoral, PMA didominasi oleh Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya dengan porsi 24,45 persen, diikuti Sektor Jasa Lainnya (14,22 persen) dan Sektor Pertambangan (7,15 persen).
Analisis Sektoral: PMDN vs PMA
Investasi domestik dan asing menunjukkan pola sektoral yang berbeda tajam. PMDN didominasi sektor berbasis sumber daya alam, sementara PMA condong ke industri pengolahan.
| Sektor |
PMDN (%) |
PMA (%) |
| Pertambangan |
13,69% |
7,15% |
| Transportasi, Gudang & Telekomunikasi |
13,51% |
â |
| Perumahan, Kawasan Industri & Perkantoran |
13,00% |
â |
| Industri Logam Dasar & Barang Logam |
â |
24,45% |
| Jasa Lainnya |
â |
14,22% |
đ Investasi Domestik
Rp248,84T
334.625 proyek PMDN
đ Investasi Asing
US$15,15M
133.502 proyek PMA
Perspektif Moneter: Uang Beredar April 2026
Uang Beredar Turun Bulanan, Tetap Tumbuh Tahunan
Dari sisi moneter, jumlah uang beredar pada April 2026 tercatat Rp3.342,39 triliun, terdiri dari komposisi 35 persen uang kartal dan 65 persen uang giral.
Dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah tersebut mengalami penurunan 2,37 persen, dengan uang kartal turun 1,64 persen dan uang giral turun 2,77 persen.
Namun secara tahunan, uang beredar pada April 2026 tetap tumbuh 19,26 persen dibandingkan April 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan uang kartal sebesar 15,71 persen dan uang giral sebesar 21,31 persen.
Dampak ke Investor & Pasar Modal
Dominasi sektor pertambangan di PMDN (13,69%) dan industri logam di PMA (24,45%) memberi sinyal bullish bagi saham-saham terkait. Emiten tambang seperti ANTM, INCO, NCKL, dan MDKA berpotensi mendapat sentimen positif dari aliran investasi yang terus mengalir ke sektor ini.
Di sisi lain, penurunan uang beredar bulanan (-2,37%) perlu diwaspadai sebagai indikator likuiditas jangka pendek. Namun pertumbuhan year-on-year yang solid (+19,26%) menunjukkan fundamental moneter masih sehat â mendukung valuasi saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI yang sensitif terhadap likuiditas.
Investor ritel disarankan memonitor: (1) saham pertambangan & logam sebagai beneficiary langsung, (2) saham perbankan untuk eksposur likuiditas, dan (3) saham properti & infrastruktur yang terkait sektor PMDN papan atas.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Indikator Ekonomi April 2026, Volume 57 Nomor 6 Tahun 2026.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.