Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Blue Chip netral ⏱ 6 menit

KUR Bank Mandiri Tembus Rp29,53 Triliun, Dukung Sektor Produktif di Tengah Tekanan Pasar Asing

KUR Bank Mandiri Tembus Rp29,53 Triliun, Dukung Sektor Produktif di Tengah Tekanan Pasar Asing
Wikimedia Commons / User:Rizardianz2 / CC BY-SA 4.0 (Gedung Bursa Efek Indonesia)

Bank Mandiri menyalurkan KUR sebesar Rp29,53 triliun hingga Agustus 2026, mencapai 72,03% dari target tahunan Rp41 triliun. Dana tersebut mendukung 223.284 debitur UMKM, dengan 64,48% atau Rp19,04 triliun mengalir ke sektor produktif (pertanian: Rp9,84 triliun). Di tengah tekanan pasar yang ditandai IHSG turun 0,425% ke 6.121,7 dan rupiah melemah tekanan yield AS 5,27%, saham BMRI naik tipis 0,249% sementara BBRI menguat 0,955%. BI Rate tetap di 5,75% dan NPL KUR Bank Mandiri di bawah 1%.

Jakarta, Emiten.org - Bank Mandiri (BMRI) berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp29,53 triliun hingga Agustus 2026, mencapai 72,03% dari target tahunan sebesar Rp41 triliun. Dukungan tersebut mencapai 223.284 debitur UMKM di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen bank berlogo pita emas dalam mendukung sektor riil ekonomi nasional, meski pasar saham dan nilai tukar tengah menuju minggu tertekan keempat berturut-turut.

Pada Selasa, 29 September 2026, pasar keuangan Indonesia masih berada di bawah tekanan. IHSG mencatatkan koreksi sebesar 0,425% ke level 6.121,7, sementara Rupiah sempat melemah hingga menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS sebelum memulihkan diri ke Rp17.960. Di tengah kondisi ini, saham BMRI justru berhasil naik tipis 0,249% ke Rp4.030, sementara rekan sektor perbankan lainnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI), menguat lebih kuat 0,955% ke Rp3.170.

KUR Produktif Dominan: 64,48% atau Rp19,04 Triliun ke Sektor Produksi

📎 Baca Juga

Berdasarkan data Bank Mandiri, dari total penyaluran KUR sebesar Rp29,53 triliun, sebesar 64,48% atau Rp19,04 triliun mengalir ke sektor produktif — yang menciptakan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja. Sisanya sebesar 35,52% atau Rp10,48 triliun mengarah ke sektor non-produktif.

Rinciannya, sektor pertanian tetap menjadi penerima terbesar dengan penyaluran mencapai Rp9,84 triliun atau 33,32% dari total KUR, diikuti sektor jasa produksi sebesar Rp6,47 triliun (21,92%), industri pengolahan sebesar Rp2,28 triliun (7,75%), dan sektor perikanan sebesar Rp424 miliar. Komposisi ini sejalan dengan misi Bank Mandiri untuk memperluas pembiayaan ke sektor yang memiliki peran strategis dalam menyerap lebih banyak tenaga kerja dan menciptakan nilai tambah.

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menegaskan bahwa pertumbuhan usaha pada sektor produksi berperan penting terhadap aktivitas perekonomian nasional. "Ketika UMKM, khususnya pada sektor produksi, bertumbuh, maka terdapat peluang bagi pemerataan tingkat kesempatan kerja, peningkatan rasio nilai tambah, serta keberlangsungan kemandirian ekonomi lokal," ujar Bayu.

Rasio Kualitas KUR: NPL di Bawah 1%, Rekam Jejak Rp332 Triliun

Kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga kuat. Hingga 31 Agustus 2026, tingkat non-performing loan (NPL) KUR Bank Mandiri berada di bawah 1%, menandakan kesejahteraan debitur dan manajemen risiko yang baik. Hal ini mendukung stabilitas portofolio KUR di tengah ketegangan pasar global.

Secara kumulatif, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. Sepanjang tahun 2026, penyaluran KUR kepada debitur baru mencapai 157.839 orang, setara dengan 71,75% dari target 220.000 debitur baru yang ditetapkan.

"Capaian tersebut turut mencerminkan konsistensi Bank Mandiri dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan," kata Bayu. Dalam semangka Hari Ulang Tahun ke-28 Bank Mandiri dengan tema 'Tumbuh Bersama Majukan Indonesia', komitmen tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan menstimulus sektor riil.

Tekanan Pasar: IHSG dan Rupiah Di Bawah Dampak Yield AS dan Capital Outflow

Di sisi lain, pasar saham Indonesia masih terus tertekan oleh tekanan eksternal. IHSG telah mengalami koreksi untuk keempat hari berturut-turut, sempat anjlok hingga 2% ke level 6.079 pada sesi pagi Selasa, sebelum pulih ke 6.121,7 di penutupan (data Yahoo Finance). Seluruh delapan indeks sektoral berada di zona merah, dengan IDX-Techno sebagai sektor tertekan terdalam (-2,94% hingga -4,05% di sesi pagi), diikuti IDX-Cyclic (-1,32%) dan IDX-Property (-1,02%).

Rupiah juga tidak luput dari tekanan. Mata uang garuda sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS, mencapai Rp18.019 di tengah hari, sebelum memulihkan diri dan ditutup di Rp17.960 (+0,03%). Tekanan ini disulut oleh yield US Treasury 10 Tahun yang mencapai 5,27% — level tertinggi dalam 19 tahun — serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang dapat mencapai tiga kali lagi hingga pertengahan 2027.

Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan BI Rate di 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026. Gubernur Destry Damayanti menegaskan kebijakan ini sejajar dengan proyeksi inflasi 2026 yang terkendali di sasaran 2,5% Âą1% dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, tekanan eksternal yang belum mereda menyebabkan BI harus siap melaksanakan intervensi valuta asing jika diperlukan.

Bank Mandiri dan Rekan-Rekan: Akseslik Pasar Valas Tekan Marjin, KUR Jadi Pendekatan Stabilkan Sektor Riil

Di antara tekanan yang membelah, Bank Mandiri (BMRI) justru mengekalkan kestabilan relatif. Saham BMRI ditutup di Rp4.030 per lembar, naik 0,249%, sementara BBRI menguat lebih kuat 0,955% ke Rp3.170. Hanya BBCA yang melemah 1,205% ke Rp6.150. Keberhasilan ini sebagian terutami dipercayai pada kebijakan diversifikasi dan portofolio KUR yang mendukung sektor produktif, yang menjadi sumber pendapatan tetap bagi bank.

Jaya di tengah tekanan ini, komitmen Bank Mandiri pada KUR produktif juga mencerminkan strategi bank dalam membangun fondasi sektor riil. Dengan NPL di bawah 1% dan target penyaluran yang terus tercapai, Bank Mandiri diproyeksikan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan ekosistem bisnis untuk memperluas akses pembiayaan produktif.

Sementara itu, investor asing masih mengalirkan modal keluar (capital outflow) dari pasar saham Indonesia. Pada pekan 20–26 September 2026 sendiri, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp4,39 triliun, dipusat pada saham bank besar termasuk BMRI (Rp1,1 triliun), BBRI (Rp676,34 miliar), dan BBCA (Rp597,42 miliar). Volatilitas ini diperkirakan akan berlanjut hingga setidaknya pekan mendatang, tergantung pada penguatan dolar AS, kebijakan The Fed, dan progres inflasi AS.

Pantau terus Emiten.org untuk update pasar saham IHSG dan analisis lanjutan seputar kinerja Bank Mandiri serta sektor keuangan Indonesia.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929151827-17-771851/top-kur-bank-mandiri-tembus-rp2953-t-hingga-agustus-2026, https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929142056-17-771810/ihsg-sempat-anjlok-2-analis-ungkap-biang-kerok-arahnya, https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929153357-17-771866/ekonom-bilang-dolar-bisa-rp18200-waspada-3-faktor-ini, https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929145546-17-771838/rupiah-berhasil-menguat-dolar-as-parkir-di-level-rp17960, https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-turun-021-ke-6135-sesi-i-selasa-299-saham-top-losers-goto-aadi-adro, https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-dibuka-jatuh-112-ke-6079-selasa-299-ini-sentimen-yang-membebani-bursa, https://finance.yahoo.com/quote/%5EJKSE, https://finance.yahoo.com/quote/BMRI.JK, https://finance.yahoo.com/quote/USDIDR=X