Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Rupiah & BI netral ⏱ 5 menit

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Jadi Pejabat Sementara — Begini Dampaknya ke IHSG dan Rupiah

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Jadi Pejabat Sementara — Begini Dampaknya ke IHSG dan Rupiah
Wikimedia Commons / KSSK

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada 25 Juli 2026 setelah 43 tahun mengabdi. Dewan Gubernur BI menetapkan Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara. IHSG terkoreksi ke level 6.180 dan rupiah melemah tipis ke Rp17.972 per dolar AS merespons kabar ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah mengabdi selama lebih dari 43 tahun di bank sentral. Pengunduran diri ini didasarkan pada alasan pribadi dan telah diterima oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dan memberikan penghargaan atas pengabdiannya selama memimpin BI sejak 2018.

"Presiden menerima pengunduran diri Perry Warjiyo sekaligus memberikan penghargaan atas pengabdiannya selama sekitar tujuh tahun memimpin Bank Indonesia. Pemerintah selanjutnya akan menindaklanjuti proses administratif melalui penerbitan Keputusan Presiden tentang pemberhentian secara hormat," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor BI, Senin (27/7/2026).

Transisi Kepemimpinan Berjalan Tertib

📎 Baca Juga

Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI yang kosong secara otomatis diisi oleh Deputi Gubernur Senior. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada Minggu (26/7/2026), Destry Damayanti yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

"Dewan Gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara sesuai Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Bank Indonesia," jelas Destry dalam pernyataan resminya.

Destry memastikan bahwa tugas dan wewenang Bank Indonesia tetap berjalan normal di tengah transisi kepemimpinan. "Bank Indonesia akan senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenangnya untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.

Reaksi Pasar: IHSG Terkoreksi, Rupiah Melemah Tipis

Pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo berdampak langsung terhadap pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Senin (27/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan berada di level 6.180, sementara nilai tukar rupiah melemah tipis 9 poin atau 0,05% ke level Rp17.972 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.963.

Pelemahan IHSG dan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar terhadap transisi kepemimpinan di bank sentral. Namun demikian, para analis menilai bahwa koreksi ini bersifat jangka pendek dan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.

Ekonom: Pasar Tak Perlu Panik

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai publik tidak perlu memandang pengunduran diri Perry sebagai kekosongan kepemimpinan. Proses transisi berlangsung sesuai dengan mekanisme kelembagaan BI melalui Rapat Dewan Gubernur.

"Pengunduran diri Perry Warjiyo perlu dipandang sebagai peralihan kepemimpinan yang tertib, bukan kekosongan kendali di Bank Indonesia," kata Josua. "Seluruh keputusan strategis ditetapkan melalui Rapat Dewan Gubernur, sehingga kebijakan suku bunga, stabilisasi rupiah, pengelolaan likuiditas, hingga sistem pembayaran tetap menjadi keputusan kelembagaan."

Josua menambahkan bahwa Destry Damayanti dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk menjaga kesinambungan kebijakan. Pengalamannya di sektor perbankan, pasar modal, Kementerian BUMN, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 membuatnya memahami dinamika pasar keuangan dan stabilitas nilai tukar.

Profil Destry Damayanti, Pejabat Sementara Gubernur BI

Destry Damayanti bukanlah figur baru di dunia keuangan Indonesia. Sebelum menjabat Deputi Gubernur Senior BI, ia memiliki pengalaman panjang di berbagai institusi keuangan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan BUMN, anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan juga aktif di pasar modal Indonesia.

Pengalamannya yang luas di sektor perbankan dan pasar modal diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Tekanan Global dan Tantangan ke Depan

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengingatkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak semata-mata karena perubahan kepemimpinan BI, melainkan juga faktor eksternal yang kompleks. Konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur terus meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global, yang mendorong tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Siapapun yang memimpin Bank Indonesia saat ini sangat sulit untuk membuat rupiah kembali mengalami penguatan karena masalah geopolitik, sementara perekonomian di dalam negeri juga sedang menghadapi berbagai tantangan," ujar Ibrahim.

Pemerintah menargetkan rupiah kembali menguat ke kisaran Rp16.500 per dolar AS, namun target tersebut dipandang tidak mudah dicapai mengingat tekanan eksternal yang masih tinggi dan kondisi fiskal domestik yang menghadapi tantangan akibat berbagai program belanja pemerintah.

Arah Kebijakan BI ke Depan

Di bawah kepemimpinan sementara Destry Damayanti, BI diproyeksikan akan mempertahankan kesinambungan kebijakan yang telah berjalan. Suku bunga acuan BI diperkirakan tetap di level 5,75% dengan fokus pada stabilisasi rupiah, pengendalian inflasi, dan pengelolaan likuiditas perbankan.

BI juga akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan tugas dan kewenangan masing-masing. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan akan bertemu dengan pejabat sementara BI untuk memastikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap berjalan optimal.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto diagendakan akan menerima Destry Damayanti untuk berdiskusi mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Sesuai Undang-Undang, Presiden belum mengajukan calon Gubernur BI definitif karena proses pengunduran diri masih berlangsung.

Pesan utama kepada dunia usaha dan investor adalah bahwa tidak terdapat kekosongan kepemimpinan, tidak ada perubahan mandat Bank Indonesia, dan tidak ada alasan bagi kebijakan nilai tukar maupun pasar keuangan untuk berubah secara tiba-tiba.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Liputan6.com - Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pasar Tak Perlu Panik, Liputan6.com - Jabat Plt Gubernur BI, Destry Damayanti Pastikan BI Tetap Jaga Rupiah, Liputan6.com - Intip Gerak Rupiah terhadap Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur, Liputan6.com - Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti Dijadwalkan Temui Prabowo, CNN Indonesia - IHSG Melemah ke Level 6.180 Usai Pengumuman Gubernur BI Mundur