Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada panggung akhir pekan ini, namun justru pada hari yang sama Presiden Prabowo Subianto meresmikan 11 proyek strategis hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan nilai investasi sekitar US$ 10 miliar (sekitar Rp180 triliun) dan proyeksi 13.000 lapangan kerja baru. Dua momentum — satu dari pasar modal yang sedang mengoreksi, satu lagi dari perekonomi riil yang sedang mempercepat — berdampingan pada Kamis, 8 Oktober 2026.
IHSG ditutup di 6.031,28, turun 1,88% dari penutupan Rabu (6.146,72) yang sebelumnya sudah melemah 0,75%. Dari puncak minggu ini 6.192,93 di Selasa, indeks kini anjlok lebih dari 2,7%. Di antara saham-sahamnya, anak-anak beruang tambang nikel jadi sorotan: ANTM (Aneka Tambang) anjlok 2,48% ke Rp3.150, sementara INCO (Indonesia Cocrete Industry) ditutup Rp4.260, relatif stabil setelah jual di Rp4.320 pada Selasa. Rupiah juga melemah tipis ke kawasan Rp17.895 per USD, dari Rp17.829 di Selasa.
Meski demikian, peluncuran ekosistem hilirisasi nikel ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menguasai rantai nilai baterai EV global. BKPM menyebutkan lebih dari 75% investasi hilirisasi sudah terealisir, dan provinsi tuan rumah — Maluku Utara — mencatat Pertumbuhan PDRB 15,35% pada kuartal II 2026, tertinggi di antara 38 provinsi. Paradox terjadi: pasar saham melemah, namun fondasi ekonomi riil justru mempercepat.
Ekosistem Hilirisasi Nikel Terintegrasi di Halmahera Tengah
đ Baca Juga
Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa kawasan IWIP (Indonesia Weda Bay Integrated Winata Industry Park) hadhirkan «the whole ecosystem of EV battery» pada satu lokasi. Rangkaian 11 proyek meliputi tiga fase:
- 7 proyek pembangunan (groundbreaking) — pengolahan nikel bahan baterai, separator, elektrolit, aluminium elektrolitik, kendaraan listrik, hingga kaca fotovoltaik;
- 3 proyek komersial (peresmian komersial); dan
- 1 proyek ekspor perdana — sel baterai lithium, tonggak pertama industri hilirisasi nikel Indonesia yang dicatat 8 Oktober 2026.
Kementerian Investasi/BKPM memproyeksikan keseluruhan 11 proyek menciptakan 13.000 lapangan kerja baru. Realisasi investasi di Maluku Utara mencapai Rp423,7 triliun sejak 2021 hingga Juni 2026; pada semester I 2026 sendiri, provinsi itu mencatat realisasi investasi senilai Rp65,4 triliun, naik 46% year-on-year. Kabupaten Halmahera Tengah, lokus proyek, mencatat investasi Rp55,7 triliun pada periode yang sama.
11 Proyek Unggulan: Kapasitas Produksi hingga Ekspor Pertama
Berikut profil empat proyek yang sudah memasuki fase komersial dan ekspor, beserta kapasitasnya:
| Proyek | Produk | Kapasitas/tahun |
|---|---|---|
| PT Blue Sparking Energy | Material baterai berbasis nikel (MHP) | 67.000 ton |
| PT REPT Battero Indonesia | Sel baterai kendaraan listrik | 8 GWh |
| PT Pioneer Aluminium Industries | Aluminium elektrolitik | 300.000 ton |
| PT XCMG Indonesia Manufacturing | Alat berat listrik | 700 unit |
Sementara itu, tujuh proyek yang sedang dalam pembangunan mencakup:
- PT Guang Ching Nickel Cobalt — material baterai berbasis nikel;
- PT Inno Prima Material — separator baterai;
- PT Tinci Materials Indonesia — elektrolit baterai;
- PT Weda Bay Aluminium — aluminium elektrolitik;
- PT Bintang Karya Aluminium — aluminium elektrolitik;
- Foton Guangqing Motor Indonesia — kendaraan berat listrik; dan
- PT Flatsolar Energy Indonesia — kaca fotovoltaik untuk industri energi surya.
Koordinasi sekaligus peluncuran impor teknologi ini sekaligus menjadi landasan ekspor perdana: pada 8 Oktober 2026, IWIP mencatatkan ekspor perdana sel baterai lithium — momen simbolis Indonesia siap mengekspor baterai EV, bukan lagi hanya impor nikel mentah.
Dampak Pasar Modal: IHSG dan Saham Nikel Ditekan
ANTM (Aneka Tambang) turun Rp3.150 dari Rp3.230, anjlok 2,48% pada hari ini, sementara INCO ditutup Rp4.260 — stabil setelah jual di Rp4.320 pada Selasa. Tekanan ini berada di tengah jual bersih asing yang masih tercatat di kawasan Rp84 triliun kumulatif sejak awal tahun hingga awal Oktober 2026. Namun, fundamental saham tambang nikel tetap kuat: World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI 2026 mencapai 5,2%, sementara surplus neraca perdagangan Januari–Agustus 2026 mencapai US$7,25 miliar, powered justru oleh ekspor nikel olahan yang sedang berkembang.
Rupiah berada di kawasan Rp17.895 per USD, relatif stabil dibandingkan Rp17.829 di Selasa. Tekanan ini ditopang inflasi tahunan September 2026 yang tercatat 3,28%, serta BI Rate kebijakan yang bertahan di 5,75% untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan nilai tukar.
Dampak Ekonomi Makro: Investasi Rp1 Triliun dan Pertumbuhan 15%
Berbekal angka proyek yang mengesankan, realisasi investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% year-on-year. Kontribusi sektor hilirisasi mencapai hampir 30% dari realisasi investasi itu, dengan lebih dari 75% sudah terealisir.
Provinsi tuan rumah, Maluku Utara, menjadi magnet: PDRB tumbuh 15,35% pada kuartal II 2026, angka tertinggi di antara 38 provinsi. Industri pengolahan menyumbang hampir separuh (setengah) PDRP provinsi.
“Hilirisasi dan industrialisasi adalah agenda utama nasional yang tentu memberi dampak positif secara ekonomi — kepada nasional dan juga kepada daerah sekitarnya, yang pada saat ini tentu adalah Maluku Utara,” ujar Rosan. Kata dia, dengan proyek-proyek baru ini, Indonesia akan memiliki «the whole ecosystem of EV battery» dan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik — ujungnya adalah industrialisasi.
