Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IPO & Korporat negatif ⏱ 4 menit

Saham SpaceX Ambles 28% Usai IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Investor Mulai Jauhi Elon Musk

Saham SpaceX Ambles 28% Usai IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Investor Mulai Jauhi Elon Musk
Wikimedia Commons - NASA/SpaceX

Saham SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.) telah ambles sekitar 28% sejak IPO bersejarah pada 12 Juni 2026 yang berhasil menghimpun dana rekor US$86 miliar dan mengukuhkan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Pada Jumat (24/7/2026), saham SpaceX ditutup di level US$115,07, bahkan sempat menyentuh level di bawah harga IPO US$135. Penurunan ini diperparah oleh tekanan dari dua sisi: laporan keuangan Tesla yang mengecewakan dan kekhawatiran investor jelang berakhirnya masa lock-up yang akan membebani pasar dengan tambahan 911,5 juta saham.

Saham SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.) telah ambles sekitar 28% sejak IPO bersejarah pada 12 Juni 2026 yang berhasil menghimpun dana rekor US$86 miliar dan mengukuhkan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Pada Jumat (24/7/2026), saham SpaceX ditutup di level US$115,07, bahkan sempat menyentuh level di bawah harga IPO US$135. Penurunan ini diperparah oleh tekanan dari dua sisi: laporan keuangan Tesla yang mengecewakan dan kekhawatiran investor jelang berakhirnya masa lock-up yang akan membebani pasar dengan tambahan 911,5 juta saham.

IPO Terbesar Sepanjang Sejarah: Rekor yang Langsung Pudar

📎 Baca Juga

IPO SpaceX pada 12 Juni 2026 menjadi tonggak sejarah baru di pasar modal global. Perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk pada 2002 ini berhasil menghimpun dana sebesar US$86 miliar, melampaui rekor IPO Ant Group (US$34,5 miliar), Alibaba (US$25 miliar), dan Saudi Aramco (US$25,6 miliar). Keberhasilan ini mengukuhkan Elon Musk sebagai manusia pertama yang mencapai status triliuner, dengan kekayaan bersih yang sempat menembus US$1 triliun.

Saham SpaceX melesat sekitar 20% pada hari perdagangan penuh pertamanya (first-day pop), dan terus meroket hingga menembus US$225 per saham pada minggu-minggu berikutnya. Momentum positif semakin kuat setelah Nasdaq mengubah aturan kelayakan listing bagi perusahaan yang baru melantai — memangkas masa tunggu dari biasanya menjadi hanya 15 hari perdagangan — sehingga SpaceX bisa masuk ke indeks Nasdaq-100 dalam waktu singkat. Masuknya SpaceX ke indeks bergengsi itu mendorong investor pasif (reksa dana indeks dan ETF) untuk secara otomatis membeli saham perusahaan.

Koreksi Tajam: Lima Faktor Pemicu

Namun euforia itu tidak bertahan lama. Sejak pertengahan Juli, harga saham SpaceX mulai menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Berikut adalah lima faktor utama yang mendorong koreksi:

1. Laporan Keuangan Tesla yang Buruk

Sentimen negatif pertama datang dari Tesla, perusahaan mobil listrik milik Musk. Pada Kamis (23/7/2026), saham Tesla anjlok 15% — menghapus kapitalisasi pasar sekitar US$215 miliar — setelah melaporkan pendapatan yang meleset dari ekspektasi serta membukukan arus kas negatif untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Kekhawatiran investor terhadap belanja besar perusahaan-perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) turut memperburuk sentimen. Dalam paparan kinerja, Musk juga mengendurkan target sejumlah proyek unggulan seperti Robotaxi, robot humanoid Optimus, dan truk listrik Semi.

2. Ekspektasi Berlebihan vs Realita

Investor mulai menyadari bahwa valuasi SpaceX yang melambung tinggi — sempat menyentuh level yang membuat kapitalisasi pasarnya melampaui US$3 triliun — tidak sepenuhnya didukung oleh fundamental bisnis. Mantan eksekutif industri satelit Samer Halawi menilai, "Akses terhadap modal kini akan diawasi dengan ketat. Ketika Anda menjadi perusahaan publik, investor mengharapkan imbal hasil. Anda tidak bisa lagi beroperasi seperti sebelumnya."

3. Penundaan Uji Coba Starship

Penurunan saham SpaceX diperparah oleh penundaan uji penerbangan ke-13 Starship yang awalnya dijadwalkan pada 16 Juli 2026. Peluncuran dibatalkan setelah ditemukan masalah pada mesin pendorong roket. Uji coba kemudian diundur dari Kamis ke Jumat (24/7/2026) akibat cuaca buruk di Texas. Keberhasilan Starship dinilai krusial karena SpaceX harus segera mengubah program tersebut dari tahap pengujian menjadi sumber pendapatan. Dalam dokumen IPO, perusahaan memperkirakan Starship mulai digunakan untuk meluncurkan satelit Starlink generasi terbaru pada paruh kedua tahun ini.

4. Ancaman Lock-Up Saham

Tekanan terbesar datang dari berakhirnya masa penguncian saham (lock-up) pada 6 Agustus 2026, dua hari setelah laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik. Berakhirnya periode lock-up akan menambah sekitar 911,5 juta saham yang dapat diperdagangkan di pasar — hampir dua kali lipat jumlah saham yang sebelumnya beredar bebas. Ini berarti pasokan saham di pasar akan membengkak drastis, yang biasanya mendorong tekanan jual karena para pemegang saham awal (termasuk karyawan dan investor institusi) mulai merealisasikan keuntungan.

5. Meredanya Euforia IPO

Secara lebih luas, fenomena ini menunjukkan pola klasik siklus IPO: euforia awal yang berlebihan (oversubscription dan first-day pop) diikuti oleh koreksi ketika fundamental bisnis mulai diuji oleh pasar. IPO SpaceX sebelumnya juga sempat memicu tren panas di pasar dengan sejumlah perusahaan AI besar seperti Anthropic dan OpenAI dilaporkan berencana menyusul melantai di bursa. Koreksi SpaceX bisa menjadi "reality check" bagi valuasi perusahaan AI dan teknologi lainnya.

Dampak ke Tesla: Satu Gurita Bisnis Mulai Terancam?

Penurunan harga saham SpaceX terjadi bersamaan dengan performa buruk Tesla. Seperti disebutkan, saham Tesla anjlok 15% setelah rilis laporan keuangan kuartal II-2026. Dalam konferensi pers, manajemen Tesla mendapat sejumlah pertanyaan tajam dari investor individu yang kecewa terhadap lambatnya ekspansi Robotaxi. Hingga Juli, layanan Robotaxi baru tersedia di tujuh kota AS, jauh dari pernyataan Musk pada Januari lalu yang menargetkan kehadiran di seperempat hingga setengah wilayah AS sebelum akhir tahun.

Tesla juga belum memenuhi jadwal demonstrasi robot humanoid Optimus generasi ketiga yang dijanjikan pada kuartal pertama. Di sisi lain, perusahaan tetap menyatakan produksi massal truk listrik Semi ditargetkan dimulai sebelum akhir tahun. Namun tingkat kepercayaan investor terhadap jadwal ambisius Musk mulai menurun drastis.

Di tengah tekanan, muncul spekulasi bahwa Musk suatu saat dapat menggabungkan SpaceX dan Tesla menjadi satu perusahaan yang berfokus pada pengembangan AI. Menanggapi hal tersebut, Musk mengakui adanya sinergi yang semakin besar antara kedua perusahaan, terutama dalam proyek pengembangan chip AI di Texas. Namun ia menegaskan pembahasan merger tidak dapat dilakukan dalam konferensi pers kinerja keuangan dan harus melalui proses yang sesuai.

Bagaimana Dampaknya ke Pasar Global dan Investor Indonesia?

Meskipun saham SpaceX dan Tesla diperdagangkan di bursa AS, dampaknya tetap terasa hingga ke pasar emerging market termasuk Indonesia. Beberapa dampak potensial:

Pertama, sentimen negatif ke sektor teknologi global. Koreksi di dua saham teknologi terbesar dunia bisa memicu risk-off sentiment di seluruh pasar saham global, termasuk IHSG, terutama di saham-saham teknologi dan startup yang terdaftar di bursa Indonesia.

Kedua, valuasi IPO menjadi lebih realistis. Jika IPO SpaceX yang merupakan "the most anticipated IPO in history" saja mengalami tekanan, calon emiten lain mungkin akan menyesuaikan harga penawaran mereka, termasuk perusahaan yang berencana IPO di bursa Indonesia.

Ketiga, peluang bagi investor Indonesia. Investor Indonesia yang memiliki akses perdagangan saham AS (melalui sekuritas dengan fitur RDN USD) dapat memanfaatkan koreksi ini untuk akumulasi bertahap. Meskipun tekanan jual masih ada hingga lock-up berakhir, fundamental jangka panjang SpaceX — dominasi di pasar peluncuran roket, proyek Starlink, dan potensi Starship — tetap solid.

Valuasi SpaceX saat ini sekitar US$1,57 triliun dan Tesla sekitar US$1,26 triliun. Investor pada dasarnya masih memberikan premi tinggi terhadap kepemimpinan Musk dan berbagai proyek masa depan yang dikembangkannya. Pendukung Musk menilai sang pengusaha memiliki rekam jejak membangun pasar baru jauh sebelum industri tersebut berkembang, seperti dominasi Tesla di kendaraan listrik dan keberhasilan SpaceX di bisnis peluncuran roket.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Berapa harga IPO saham SpaceX?

Harga IPO saham SpaceX ditetapkan sebesar US$135 per saham pada 12 Juni 2026. Setelah IPO, saham sempat melonjak hingga menembus US$225 pada hari-hari pertama perdagangan, namun kini telah terkoreksi di bawah harga IPO ke level US$115,07.

Apa penyebab saham SpaceX turun?

Penurunan saham SpaceX disebabkan oleh beberapa faktor: (1) meredanya euforia pasca IPO; (2) laporan keuangan Tesla yang mengecewakan dengan arus kas negatif pertama dalam dua tahun; (3) kekhawatiran akan berakhirnya masa lock-up saham pada 6 Agustus 2026 yang akan membebani pasar dengan 911,5 juta saham tambahan; (4) penundaan uji coba roket Starship; serta (5) kekhawatiran investor terhadap belanja AI yang membengkak.

Apakah investor Indonesia bisa membeli saham SpaceX?

Saham SpaceX tercatat di bursa saham AS (kemungkinan Nasdaq) sehingga investor Indonesia dapat membelinya melalui perusahaan efek yang menyediakan akses perdagangan saham AS, seperti sekuritas dengan fitur RDN USD atau platform internasional.

Kapan masa lock-up saham SpaceX berakhir?

Masa lock-up (penguncian saham) SpaceX akan berakhir pada 6 Agustus 2026, dua hari setelah laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik. Berakhirnya periode ini akan menambah sekitar 911,5 juta saham yang dapat diperdagangkan di pasar, hampir dua kali lipat jumlah saham yang sebelumnya beredar bebas.

Apa dampak penurunan SpaceX ke pasar saham global?

Pelemahan saham SpaceX dan Tesla memberikan sentimen negatif ke sektor teknologi dan kedirgantaraan global. IPO SpaceX sebelumnya memicu tren panas di pasar dengan sejumlah perusahaan AI besar seperti Anthropic dan OpenAI yang berencana menyusul melantai di bursa. Koreksi ini bisa mempengaruhi valuasi IPO perusahaan teknologi lainnya.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: IPO Terheboh Sampai Pecah Rekor, Sekarang Sahamnya Dibuang Investor, Investor Jauhi Saham Tesla & SpaceX, Gurita Bisnis Elon Musk Terancam?