Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Teknologi netral ⏱ 7 menit

Saham Teknologi Indonesia 2026: GOTO di Rp50, SOCI Menanti Rebound

Saham Teknologi Indonesia 2026: GOTO di Rp50, SOCI Menanti Rebound
Photo by Grab on Unsplash

Sektor teknologi Indonesia menghadapi fase konsolidasi di semester II 2026. GOTO masih bertahan di level Rp50, sementara SOCI mencatatkan pertumbuhan pengguna. Simak prospek saham teknologi IDX di tengah tekanan global dan potensi rebound jelang akhir tahun.

Konteks & Situasi Terkini Saham Teknologi IDX

📎 Baca Juga

Sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia terus mengalami tekanan sepanjang 2026. Saham GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) masih berkutat di level terendahnya yaitu Rp50 per saham, menyentuh batas bawah 52 minggu. Kapitalisasi pasar GOTO kini sekitar Rp60 triliun, turun drastis dari puncaknya saat IPO di atas Rp400 triliun.

Sementara itu, SOCI (PT Sociolla) diperdagangkan di Rp320, juga turun 59% dari tertinggi 52 minggu di Rp780. Emiten teknologi lain seperti MTDL (Metrodata Electronics) juga mengalami tekanan seiring pelemahan belanja teknologi korporasi.

Di kancah global, saham teknologi AS juga mengalami aksi jual besar-besaran terkait kekhawatiran belanja AI yang berlebihan. Wall Street mencatatkan penurunan signifikan pada saham-saham teknologi raksasa yang turut mempengaruhi sentimen emerging market termasuk Indonesia.

Faktor Pendorong Tekanan Saham Teknologi

Ekspektasi Profitabilitas. Investor global kini lebih fokus pada profitabilitas dibanding pertumbuhan pengguna. GOTO yang berhasil mencapai positive adjusted EBITDA pada akhir 2025 masih berjuang untuk menunjukkan laba bersih yang konsisten. Perjalanan menuju profitabilitas penuh terbukti lebih panjang dari ekspektasi awal.

Suku Bunga Tinggi. BI Rate yang masih berada di level 5,75-6,00% pada Juli 2026 membuat saham teknologi dengan valuasi tinggi kurang menarik. Sektor teknologi biasanya paling sensitif terhadap suku bunga karena nilai sekarang dari laba masa depan mereka terdiskon lebih besar.

Minim Likuiditas. Saham-saham teknologi lapis kedua dan ketiga memiliki likuiditas perdagangan yang relatif rendah. Volume transaksi harian GOTO masih cukup tinggi, namun saham seperti SOCI dan KBBI memiliki frekuensi perdagangan yang lebih tipis.

Kompetisi Ketat. Persaingan di ekosistem digital Indonesia masih sangat ketat. GOTO menghadapi tekanan dari Shopee dan TikTok Shop di e-commerce, serta Grab di ride-hailing. SOCI bersaing dengan pemain global seperti Sephora yang kembali ekspansi di Asia Tenggara.

Katalis Potensial Rebound

Pemangkasan BI Rate. Pasar memperkirakan Bank Indonesia akan mulai memangkas suku bunga pada kuartal III 2026 seiring meredanya tekanan inflasi dan stabilnya kurs rupiah di kisaran Rp17.800-Rp18.000 per dolar AS. Pemangkasan suku bunga akan menjadi katalis positif bagi saham teknologi.

Momentum Profitabilitas. GOTO diproyeksikan mencatatkan laba bersih tahun penuh pada 2026, yang akan menjadi tonggak sejarah penting. Jika tercapai, valuasi saham berpotensi mengalami re-rating signifikan.

Ekspansi AI dan Digitalisasi. Emiten teknologi seperti TLKM dan MTDL mulai menunjukkan pertumbuhan dari segmen data center dan solusi AI Enterprise. TLKM di Rp2.480 dengan yield dividen 4-5% menawarkan alternatif defensif di sektor ini.

Analisis Fundamental GOTO

GOTO mencatatkan Gross Transaction Value (GTV) yang stabil di kisaran Rp450-500 triliun per tahun. Segmen on-demand services (Gojek) mulai menunjukkan margin positif, sementara e-commerce (Tokopedia) masih dalam fase investasi. Divestasi Bank Jago dan fokus kembali ke bisnis inti memberikan ruang napas bagi manajemen.

Valuasi GOTO di kapitalisasi pasar Rp60 triliun atau sekitar 0,12x GTV termasuk murah dibandingkan Sea Limited (Grab) yang diperdagangkan di 0,5-0,8x GTV. Namun investor masih wait-and-see terhadap konsistensi profitabilitas.

Outlook & Proyeksi Semester II 2026

Rata-rata target harga analis untuk GOTO berkisar Rp70-Rp120 per saham, memberi potensi upside 40-140%. Untuk SOCI, target harga berkisar Rp400-Rp550, atau upside 25-70% dari level saat ini. Katalis yang perlu diperhatikan:

  • Laporan keuangan Q2 2026 yang akan dirilis akhir Juli 2026
  • Potensi stock split atau buyback GOTO untuk meningkatkan likuiditas
  • IPO anak usaha atau spin-off unit bisnis tertentu

Perbandingan dengan Sektor Teknologi Global

Saham teknologi AS seperti Meta, Amazon, dan Google mengalami koreksi signifikan pada semester I 2026 terkait kekhawatiran belanja infrastruktur AI yang berlebihan. Nasdaq yang terkoreksi 8-12% year-to-date turut mempengaruhi sentimen ke emerging market termasuk Indonesia. Namun di sisi lain, valuasi yang sudah turun drastis membuka peluang bagi value investor yang mencari bargain di sektor teknologi.

Risiko dan Tantangan Investasi

Investor perlu mencermati beberapa risiko utama: (1) cash burn rate GOTO yang masih perlu dipantau, meskipun sudah menunjukkan perbaikan, (2) tekanan regulasi e-commerce dan fintech dari OJK dan Kemenkeu terkait pajak digital dan perlindungan konsumen, (3) persaingan harga yang agresif dari pesaing yang didanai dengan baik, (4) risiko makroekonomi seperti pelemahan daya beli masyarakat yang bisa menekan GMV.

Analisis Teknikal

GOTO di level Rp50 adalah level psikologis yang sudah diuji beberapa kali. Jika bertahan di atas Rp50 dengan volume tinggi, potensi reversal terbuka menuju Rp60-Rp65 dalam jangka pendek. Untuk SOCI, level Rp300 menjadi support kunci, dan rebound ke Rp350-Rp400 membutuhkan katalis positif seperti laporan keuangan yang membaik.

Potensi Katalis Jangka Panjang

Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Penetrasi internet yang masih 65-70% memberikan ruang pertumbuhan pengguna baru yang signifikan. Adopsi pembayaran digital, e-commerce, dan layanan on-demand masih akan terus tumbuh seiring meningkatnya literasi digital masyarakat.

FAQ

Apakah GOTO sudah murah di Rp50?

Dari segi kapitalisasi pasar terhadap GTV, GOTO tergolong murah dibandingkan peer di Asia Tenggara. Namun investor harus siap dengan volatilitas tinggi. Harga Rp50 sudah mendekati buku (book value), yang bisa menjadi support kuat.

Kapan sektor teknologi Indonesia akan bangkit?

Sektor teknologi biasanya bangkit ketika suku bunga mulai turun dan risk appetite global kembali pulih. Jika BI rate dipangkas pada Q3-Q4 2026, sektor teknologi berpotensi menjadi salah satu sektor dengan performa terbaik.

Apakah SOCI lebih menjanjikan dibanding GOTO?

SOCI memiliki pasar yang lebih niche (kecantikan dan gaya hidup) dengan margin lebih tinggi, namun likuiditas dan ukuran pasar lebih kecil. GOTO menawarkan eksposur ke ekonomi digital yang lebih luas dengan likuiditas lebih baik.

Disclaimer

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah GOTO sudah murah di Rp50?

Dari kapitalisasi pasar terhadap GTV, GOTO tergolong murah dibanding peer Asia Tenggara. Namun investor harus siap volatilitas tinggi. Harga Rp50 mendekati book value yang bisa jadi support kuat.

Kapan sektor teknologi Indonesia akan bangkit?

Sektor teknologi biasanya bangkit saat suku bunga mulai turun dan risk appetite global pulih. Jika BI rate dipangkas Q3-Q4 2026, sektor teknologi berpotensi outperform.

Apakah SOCI lebih menjanjikan dibanding GOTO?

SOCI punya pasar niche dengan margin lebih tinggi, tapi likuiditas dan ukuran pasar lebih kecil. GOTO menawarkan eksposur ekonomi digital lebih luas dengan likuiditas lebih baik.

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Kontan, Bisnis Indonesia, CNBC Indonesia, Yahoo Finance