Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IPO & Korporat positif ⏱ 8 menit

TEBE (Haji Isam): Laba Rp47,2 Miliar, Saham Melonjak 39,7% dalam Sebulan

TEBE (Haji Isam): Laba Rp47,2 Miliar, Saham Melonjak 39,7% dalam Sebulan
Wikimedia Commons

PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten yang dikendalikan oleh Haji Isam, mengukir rekor kinerja pada paruh kedua 2026. Volume hauling Agustus mencapai 585.000 ton (level tertinggi sepanjang tahun), sementara laba bersih kumulatif Januari-Agustus 2026 mencapai Rp47,23 miliar. Sahamnya pun melonjak 39,7% dalam sebulan terakhir (dari Rp950 Juni ke Rp2.340 pada 30 September 2026), didorong oleh pertumbuhan operasional, margin yang membaik, dan ekspansi bisnis perdagangan batubara.

PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) — emiten yang dikendalikan oleh pengusaha Haji Isam — sedang mengukir kinerja yang mengesankan pada paruh kedua 2026. Dengan mencatat rekor volume hauling pada Agustus serta laba bersih kumulatif yang terus menguat, sahamnya pun memperluas kenaikan harga hingga 39,7% dalam sepuluh bulan terakhir. Di tengah ketidakpastian pasar global yang masih menekan IHSG, kisah TEBE menjadi salah satu contoh aksi yang bertahan dan bahkan tumbuh di tengah angin headwind.

Rekor Volume Hauling Agustus: 585.000 Ton

📎 Baca Juga

Raja perusahaan logistik batubara dan kepelabuhanan ini jelas terasa pada Agustus 2026. Volume hauling TEBE mencapai 585.000 ton pada bulan itu — menjadi level tertinggi sepanjang tahun 2026. Sementara itu, volume loading mencapai 572.000 ton. Capaian ini tidak hanya rekor bulanan, tetapi juga menandai akhir dari tren peningkatan yang berkelanjutan sejak kuartal II.

Dengan kinerja yang ditunjukkan pada Juli–Agustus, total volume hauling TEBE hingga Agustus 2026 mencapai 3,10 juta ton, sementara volume loading mencapai 2,98 juta ton. Untuk dibandingkan, pada semester I-2026 saja, volume hauling dan loading masing-masing mencapai 2,08 juta ton dan 2,03 juta ton.

Kepekaan operasional ini turut mendorong pendapatan. Berdasarkan materi Publik Ekspose yang dirilis pada Selasa (29/9/2026), pendapatan usaha TEBE hingga Agustus mencapai Rp256,06 miliar, dengan sumbangan sebesar Rp79,2 miliar berasal dari pasawalnya yakni Juli–Agustus saja.

Laba Bersih Rp47,23 Miliar, Margin Membaik

Profitabilitas TEBE juga mengalami perbaikan yang nyata. Pada Januari–Agustus 2026, laba bersih mencapai Rp47,23 miliar, dengan komposisi margin sebagai berikut:

  • Marjin laba kotor: 21,6%,
  • Marjin laba usaha: 16,3%,
  • Marjin laba bersih: 18,4%.

Laba bersih yang dibukukan pada periode Juli–Agustus sendiri mencapai sekitar Rp27,2 miliar — jumlah yang bahkan melampaui laba bersih seluruh semester I-2026 sebesar Rp20,08 miliar.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa pada semester I-2026, TEBE mematok laba bersih sebesar Rp20,08 miliar — turun 27,6% YoY dari Rp27,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunannya pada semester pertama terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar operasional dan meningkatnya beban pokok pendapatan yang naik 26,6% YoY.

Dari Rp950 ke Rp2.340: Saham TEBE Melonjak 39,7%

Di pasar modal, saham TEBE juga menguat signifikan sejak kedua paruh kedua 2026. Saham yang berada di level Rp950 pada Juni 2026 kemudian naik ke Rp1.095 pada Juli, Rp1.675 pada Agustus, dan Rp2.080 pada September 2026. Pada Selasa (29/9/2026), TEBE membukukan kenaikan sebesar 7,34% ke level Rp2.340 per saham. Akumulatifnya, saham ini naik 39,7% dalam sebulan, sekaligus 146% sejak Juni 2026.

Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor fundamental. Selain operasional yang membaik, pasar juga merespons positif langkah diversifikasi perusahaan ke sektor perdagangan batubara, yang membuka potensi pendapatan baru di tengah kondisi LCI (Local Coal Indicator) yang berada di kisaran US$121,29–US$136,77 per ton.

Diversifikasi ke Coal Trading: First Shipment 7.405,41 Ton

Di tengah ketergantungan pada inti logistik batubara, TEBE mulai memperluas sumber pendapatannya. Ekspansi ini dilakukan melalui struktur anak usaha: PT Dana Brata Luhur, PT Talenta Bumi, hingga PT TBE/PT SKAT.

Pada kuartal III-2026, TEBE telah merampungkan shipment perdana batubara sebesar 7.405,41 metrik ton (MT). Selain perdagangan batubara, perusahaan juga mulai mengembangkan komoditas non-batubara untuk memenuhi kebutuhan operasional internal grup. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sebelum dikembangkan ke pasar eksternal.

Diversifikasi ini menjadi bagian dari strategi membuka new revenue stream, agar bisnis tidak lagi bergantung semata-mata pada jasa logistik batubara. Segmen Loading Batubara & Kepelabuhanan tetap menjadi penyumbang terbesar pada semester I-2026, dengan kontribusi Rp82,63 miliar (46,7%), diikuti Jasa Terpadu (Hauling & Loading) sebesar Rp36,98 miliar (20,9%), Fasilitas Jalan Hauling Batubara Rp36,15 miliar (20,4%), Jasa Angkutan Rp15,27 miliar (8,7%), dan Sewa Alat Berat Rp5,86 miliar (3,3%).

Posisi Keuangan Solid: Kas Rp437,5 Miliar, Tak Ada Utang Berbunga

Dari sisi neraca, posisi keuangan TEBE tetap kuat. Per 31 Agustus 2026:

  • Kas dan setara kas: Rp437,53 miliar
  • Total aset: Rp1,13 triliun
  • Ekuitas: Rp1,07 triliun

TEBE juga memiliki posisi likuiditas yang kuat dengan current ratio 12,83 kali dan debt to equity ratio (DER) 4,9%. Bahkan, perusahaan ini tidak memiliki pinjaman berbunga sama sekala, sehingga beban bunga tidak lagi menjadi beban psikologis.

Sebelumnya, per 30 Juni 2026, total aset TEBE tercatat Rp1,09 triliun dan ekuitas Rp1,04 triliun. Penurunan dibanding akhir 2025 terutama disebabkan oleh pembayaran dividen tunai tahunan sesuai keputusan RUPS.

Tantangan di Depan: Tekanan Makro dan Kompetitivitas

Sejak sempat berada di kawasan Rp950 pada Juni 2026, saham TEBE kini sudah naik tiga kali lipasnya. Dengan kenaikan yang cepat ini, beberapa analis menyoroti bahwa valuasi saham bisa saja sudah terlalu dikagumi terhadap kondisi operasional yang mendukung. Apalagi tekanan dari yield US Treasury yang tinggi, rupiah yang melemah, dan harga minyak yang masih dinamis tetap menjadi risiko utama bagi pasar saham secara keseluruhan.

Di sisi lain, keberhasilan TEBE dalam memperluas ke perdagangan batubara akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mengamankan kontrak jangka panjang dan volatilitas harga komoditas. Dengan posisi likuiditas kuat dan tanpa beban utang, perusahaan ini tentu memiliki keuntungan relatif nyaman untuk bertahan dalam siklus ketidakpastian pasar.

Apa Arti Ini bagi Pasar?

Keseluruhan, kisah performa TEBE menegaskan bahwa sejumlah emiten dengan fundamental kuat dan manajemen yang solid dapat melaju di atas angin headwind global. Dengan laba yang solid, posisi kas yang kuat, dan langkah diversifikasi masuk ke coal trading, TEBE menjadi contoh aksi outperform yang patut dicermati investor.

Meski begitu, investor tetap disarankan untuk mendiversifikasi portofolio dan tidak mengandalkan satu saham. Dengan ketegangan global yang belum mereda dan ketidakpastian Fed yang masih menyelimang, keputusan berkembang akan saham TEBE sebaiknya didasari analisis fundamental jangka menengah serta faktor teknis pasar yang sedang berkembang.

⚠️ Informasi ini disusun berdasarkan data dan laporan resmi perusahaan yang relevan. Bukan merupakan saran keuangan. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/emiten-milik-haji-isam-cetak-volume-hauling-31-juta-ton-laba-tembus-rp-272-miliar, https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-oktober-2026-berpeluang-rebound-simak-proyeksinya, https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-rawan-lanjut-melemah-rabu-309-simak-rekomendasi-saham-vktr-hingga-amrt