Tekanan Pasar Modal vs Fundamental RI: Inflasi 3,28%, Surplus Dagang $3,55 Miliar, Short Selling Diluncurkan
Meski IHSG koreksi kuat pada September 2026 akibat kombinasi tekanan yield AS yang mencapai 5,27% dan reshuffle Kabinet Merah Putih, data ekonomi riil Indonesia justru menunjukkan kekuatan yang mengejutkan. Inflasi konsumen September 2026 tercatat 3,28% YoY — tetap dalam kisaran sasaran Bank Indonesia 2,5% +/- 1%. Surplus neraca perdagangan Agustus 2026 mencapai US$3,55 miliar, didukung ekspor yang tumbuh 6,72% YoY. Bahkan kredit perbankan tetap kuat di 13,6% YoY. Di tengah ketegangan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan fasilitas short selling pada 1 Oktober 2026, memberi investor alat baru untuk mengelola risiko. Ini adalah cerita dua wajah pasar: pasar saham tertekan namun tulang punggung ekonomi riil tetap solid.